Tuesday, December 14, 2021

Syekh Ali Jaber, Inilah Amalan Mendatangkan Rezeki Tanpa Diminta

  Syekh Ali Jaber, inilah amalan mendatangkan rezeki tanpa diminta. Ada satu amalan yang ketika dikerjakan akan mendapatkan rezeki kata Syekh Ali Jaber.

Menurut Syekh Ali Jaber, satu amalan ini bukan dimudahkan tetapi Allah SWT sendiri yang datangkan rezeki itu. “Bukan kita mencarinya, dia (rezeki) yang datang kemari,” kata Syekh Ali Jaber.

Bahkan satu amalan ini adalah amalan yang sangat dahsyat tetapi paling ringan. Hal ini menjadi sebuah kabar gembira bagi seluruh umat muslim agar didatangkan rezeki oleh Allah SWT.

Sebagaimana dikutip PortalJember.com dari kanal YouTube Muslim – saluran dakwah yang diunggah pada 15 April 2020, Syekh Ali Jaber sebut satu amalan yang dimaksud.

Banyak sekali amalan-amalan yang berkaitan dengan dimudahkannya rezeki. Seperti halnya sholat duha, tahajud, sedekah dan masih banyak amalan lainnya.

Tetapi ternyata, ada satu amalan yang tidak banyak orang ketahui mampu datangkan rezeki dimana pun berada. Bahkan satu amalan ini sangat ringan dikerjakan tetapi paling dahsyat.

Dalam sebuah ceramah, Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa satu amalan itu dapat datangkan rezeki tanpa diminta.

“Bukan dikasih kemudahan, tapi dimana saja posisi kita, Allah datangkan rezeki kepada kita,” kata Syekh Ali Jaber. Maka, amalan dahsyat ini adalah perbanyak istighfar di waktu sahur atau sahar.

Waktu sahur adalah waktu dimana sebelum dikumandangkannya adzan subuh. Di waktu itulah seharusnya perbanyak istighfar kepada Allah SWT bukan tidur.

Karena, tidak ada amalan yang paling utama dan tinggi derajatnya selain dari pada perbanyak istighfar kepada Allah SWT di waktu sahur.

“Kalau anda tidak sholat malam, jangan tinggalkan istighfar waktu sahur,” kata Syekh Ali Jaber.

Itu artinya bahwa, amalan inilah yang seharusnya lebih ditekankan agar rezeki datang tanpa perlu diminta dan dicari.

Maka, ketika selesai sholat tahajud pastikan jangan sampai tertidur, manfaatkan waktu ini dengan istighfar.

Friday, June 25, 2021

5 Doa Jaga Diri di Masa Pandemi

 DALAM situasi pamdemi yang semakin meningkat, selain dengan doa jaga diri, kita harus meningkatkan penjagaan diri kita dengan:

🌹meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT
🌹memperbanyak doa dan dzikir khususnya di sepertiga malam, setelah sholat fardlu serta pagi dan sore
🌹selalu menjaga protokol kesehatan 5M dengan ketat
🌹mengonsumsi makanan berprotein lebih tinggi
🌹mengonsumsi lebih banyak vitamin C vitamin D dan herbal herbal pembentuk imun seperti habbatus sauda’ atau qustul hindi dan lainnya
🌹berolahraga secara teratur, berjemur serta saat berada di ruangan, pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik serta hindari ruangan ber-AC karena akan membuat udara berputar putar di ruangan.
🌹selalu bertawakkal kepada Allah SWT.

Semoga Allah menjaga kita. Amiiin.🤲🤲🤲

Diantara doa-doa serta dzikir-dzikir yang diajarkan oleh Nabi untuk menjaga dari setiap bala’ dan penyakit yang patut kita amalkan antara lain:

1. Membaca surat Al-Ikhlash dan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) pagi dan petang.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Khubaib ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Qul! Ucapkanlah!” Saya bertanya: “Apa yang aku ucapkan, ya Rasulullah?” Beliau bersabda: “Qul Huwallahu Ahad (Al-Ikhlas) dan Mu’awwidzatain ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali. Maka hal itu mencukupimu (melindungi) dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)

2. Mengucapkan doa seperti yang disebutkan hadits.

Utsman bin Affan ra bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba itu ketika pagi yang mengawali setiap hari dan petang yang mengawali setiap malam membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang bisa menimpakan madharat di bumi maupun di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui._

Dibaca tiga kali, maka tak ada sesuatu pun yang dapat mencelakainya”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

3. Membaca doa seperti yang disebutkan dalam hadits Anas ra bahwa Nabi saw memanjatkan doa:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ والجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Thabrani dan Al-Hakim).

4. Membaca doa sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah.

Bahwa ia berkata: Seseorang datang menghadap Nabi saw seraya berkata: “Ya Rasulullah, semalam saya disengat oleh kalajengking.” Beliau kemudian bersabda: “Sekiranya di waktu petang engkau mengucapkan:

                                                                                                  أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap keburukan (kejahatan) makhlukyang diciptakan-Nya, maka ia tidak akan mencelakaimu.”  (HR. Muslim)

5. Mengucapkan doa seperti yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Umar ra.

Bahwa Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan doa-doa berikut ketika pagi dan petang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu maaf dan keselamatan berkenaan dengan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupkan segala aibku dan tenteramkan aku dari rasa ketakutan. Jagalalah aku dari depan dan dari belakangku, dari sebelah kanan dan dari sebelah kiriku, serta dari sebelah atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu agar jangan sampai aku diserang dari arah bawahku (mati terbenam/tenggelam).” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

6. Mengucapkan doa seperti yang disebutkan dalam hadits dari Abdullah bin Umar ra.

Bahwa ia berkata: Di antara doa yang biasa dipanjatkan oleh Rasulullah saw adalah:

                                           اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ 

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim) []


     Faisal Kunhi

Imam Masjid Sirothol Mustaqim, Ansan Korea Selatan
Gontor ,S1 UIN Syarif Hidatatullah Jakarta, S2 : Institut Ilmu AlQuran



Saturday, January 16, 2021

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Telah tampak kerusakan di muka bumi ini, dimana banyak pelaku maksiat dan kejahatan dimana-mana. Kejahatan/kemungkaran ini bisa terjadi di tempat rekreasi, tempat hiburan, hotel, penginapan, salon, kafe, bioskop, kampus dan sebagainya.

Pelakunya pun dari berbagai kalangan, baik secara individu, kelompok maupun dari penguasa. Kejahatan pun semakin modern dengan berbagi kemajuan teknologi membuat para pelaku kejahatan semakin ‘cerdas’ dalam melakukan aksinya.

Berbicara kemurkaan tidak hanya dalam perbuatan nyata, kadang kala tanpa disadari kemungkaran itu hadir lewat lisan, tulisan dan perbuatan yang tanpa disadari telah menyalahi aturan Sang Ilahi.

Tengoklah saat ini di media sosial, berapa banyak pihak yang tersakiti hatinya, karena komentar para nitizen. Kadang merasa paling benar sehingga berhak menghakimi perbuatan manusia lainnya tanpa didasari kapabilitas ilmu yang baik.

Maka, ketika terjadi pemisahan agama dalam kehidupan saat ini, aurat dipertontonkan di media sosial, berbagai cara dilakukan guna mencari ‘panggung sosial’ demi ketenaran sesaat. Untuk mencapai kepuasan duniawi ini, agama mereka pisahkan saat beraktivitas. Agama hanya sebagai indah ritual saja.

Amar Makruf Lebih Utama

Melihat fenomena ini jelas, aktivitas amar makruf nahi mungkar penting kita lakukan. Karena dengan berjalannya amar makruf ini akan banyak keutamaan yang didapat. Sebagaimana Firman Allah SWT, “Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka melakukan amar makruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (TQS at-Taubah [9]: 71). Juga dapat di lihat di dalam Al Qur’an Ali Imran (3) ayat 110.

Berkaitan dengan ayat tersebut, Imam Ahmad rahimahulLah meriwayatkan hadis dari Durrah binti Abu Lahab yang berkata: pernah ada seseorang berdiri menghadap Nabi saw. Ketika itu beliau berada di mimbar. Orang itu berkata, “Ya Rasulullah, siapakah manusia terbaik?” Beliau bersabda, “Manusia terbaik adalah yang paling hafal al-Quran, paling bertakwa kepada Allah, paling giat melakukan amar makruf nahi mungkar dan paling rajin bersilaturahmi di antara mereka.” (HR Ahmad).

Dari penjelasan di atas, kita memahami bahwa selama tatap berpegang teguh dan menjaga amar makruf nahi mungkar insyaallah, umat Islam akan menjadi umat terbaik. Namun, bila aktivitas amar makruf nahi mungkar ini ditinggalkan maka kemuliaan dalam diri kaum muslim akan lenyap.

Oleh karena itu, aktivitas Amar Makruf nahi mungkar jangan sampai di tinggalkan, sebab akan mendatangkan azab-Nya bagi seluruh umat manusia. Sebagai mana Rasulullah Saw. Bersabda “Sungguh manusia itu, jika melihat kemungkaran, kemudian mereka tidak mengubah kemungkaran itu (menjadi kemakrufan), dikhawatirkan Allah akan meratakan azab-Nya kepada mereka semuanya.” (HR Ibn Majah).

Maka umat Islam wajib melakukan amar makruf nahi mungkar, terhadap siapa pun baik individu, kelompok atau penguasa. Agar terhindar dari siksaan dan murka-Nya. Pun dengan melalaikan amar makruf nahi mungkar bisa menjadi penyebab tidak terkabulnya doa, Rasulullah Saw. Bersabda: “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian benar-benar melakukan amar makruf nahi mungkar atau (jika tidak) niscaya Allah akan mengirimkan hukuman/siksaan kepada kalian (karena keengganan kalian tersebut). Lalu kalian berdoa kepada Allah, namun Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR at-Tirmidzi).

Dari hadis di atas menjelaskan bahwa kewajiban amar makruf nahi mungkar adalah wajib bagi setiap Muslim. Juga memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak melakukan amar makruf nahi mungkar, akan mendapatkan hukuman, bisa jadi doa yang mereka panjatkan tidak dikabulkan Allah SWT.

Sabar menghadapi Onak dan Duri

Aktivitas amar makruf nahi mungkar yang dijalankan pasti menghadapi onak dan duri. Maka dibutuhkan kesabaran dan Istiqamah dalam mengarunginya. Dengan niat yang ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT itu menjadi kunci kesabaran dan Istiqamah.

Tanamkan dalam diri bahwa setiap apa yang telah Allah wajibkan insyaallah akan ada kebaikan dan manfaat bagi umat Muslim. Pun setiap apa yang dilarang Allah pasti ada keburukan dan kemadaratan.

Setiap ujian datang, keimanan kepada Allah akan menjadi penyemangat dalam terus berjalan melakukan amar makruf nahi mungkar. Yakin akan pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berjuang dengan penuh keberanian tanpa ragu dan takut dalam menghadapi rintangan dakwah.

Semoga setiap usaha yang telah dilakukan dalam amar makruf nahi mungkar, dapat menjadi hujjah di hadapan Allah SWT. Semoga aktivitas ini terus ada dalam diri setiap Muslim sehingga kemaksiatan tidak merajalela.

Wallahu a’lam.

Hani Handayani
Tinggal di Pangkalan Balai, Banyuasin III.

https://suaraislam.id/

Sunday, December 13, 2020

2 Janji Allah SWT Bagi Yang Mendirikan Sholat Malam

 Ketika Rasulullah berada di tahun pertama kenabian menghadapi berbagai pelecehan bahkan fitnah, Allah SWT menurunkan wahyu sebagai panduan menyikapi keadaan itu, di antaranya, Surat Al-Muzzamil. 

Beberapa ayat dari surat tersebut berisi semacam panduan spiritual agar beliau tetap tangguh, istikamah, dan mantap menjalankan tugas.

"Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah sholat malam, separuh malam, atau kurangi sedikit atau lebih dan bacalah Alquran dengan tartil, maka aku akan berikan kepadamu qaulan tsaqilan (ucapan berbobot) dan sesungguhnya bangun di pengujung malam itu paling dalam kesannya untuk menum buhkan iman dan memantapkan mental." (Q.S. Al Muzzamil, 1-6).

Ada dua janji yang Allah berikan setelah beliau melakukan sholat malam dan mentartil (membaca Alquran dengan tertib). Pertama, qaulan tsaqilan (ucapan berbobot) yang sering diartikan sebagai kharisma bil kasyaf. Kedua, tangguh dan mantap dalam menghadapi tantangan dan ujian.

Sahabat Ibnu Abbas dalam tafsirnya menyatakan, setelah turunnya Surat Al-Muzzamil, Nabi Muhammad terus memelihara shalat malam sampai saat-saat menjelang beliau wafat. 

Kepada umatnya, beliau menyampaikan bahwa shalat malam itu merupakan shalat para nabi dan rasul Allah. Juga kebiasaan orang saleh dan amalan orang berprestasi.

Beliau juga pernah memberikan resep spiritual terhadap keluarga yang menghadapi problem. "Bangunkan istrimu di pengujung malam dengan penuh kasih sayang, bangunkan suamimu di pengujung malam dengan penuh kasih sayang," demikian ucapan Rasulullah. 

Jika suami istri melakukan sholat malam dan mereka berzikir memohon kepada Allah, maka Allah menyatakan, "Aku malu kalau aku tidak memenuhi doa mereka, Aku malu kalau aku tidak mengabulkan munajat mereka."

Shalat malam juga dapat berfungsi sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Sahabat Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasul setelah ia melihat kaki beliau memar, bengkak, lecet-lecet parah. "Mengapa Anda shalat malam sampai kaki Anda lecet, bengkak, dan memar? Padahal, Anda adalah Rasulullah. Anda tak pernah berbuat dosa dan Anda pun pasti masuk surga." Beliau menjawab, "Apakah tidak pantas kalau saya mensyukuri segala anugerah Allah?" 

Pada awal pembangunan masyarakat Madinah, Nabi Muhammad menyampaikan empat pesan moral kepada umat Islam. Beliau mengatakan, tebarkanlah salam, bangun keakraban, wujudkan kepedulian sosial, dan bangun sholat malam pada saat orang-orang sedang tidur.

Nabi Daud membiasakan sholat malam dengan cara tidur separuh malam, bangun sepertiga malam. Kebiasaan ini dilanjutkan oleh Nabi Sulaiman. Beberapa sahabat sempat melakukan sholat malam dengan cara seperti itu. Nabi sendiri membiasakan shalat malam di akhir malam, separuh, atau sepertiga malam.

Sholat malam merupakan sarana penghapus dosa, penenang hati, pembersih jiwa, dan takarub yang paling efektif. Shalat ini juga menjadi obat segala macam kegundahan, kegelisahan, kesedihan, kemarahan, keterasingan, keputusasaan, dan problem-problem rohaniah lainnya. Ia adalah tiket untuk meraih surga dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Wallahu a'lam.

(Artikel Hikmah ini merupakan posting ulang. Artikel ini pertama kali diposting di Republika pada 11 Januari 2011.)

Tuesday, September 22, 2020

Jika Tidak Ada Amar Ma’ruf Nahi Munkar

PERINTAHKAN kebaikan, cegahlah keburukan. Bila tidak, Allah akan kuasakan atas kalian seseorang yang penuh kezaliman dan tak hargai orang tua serta kasih sayang anak dan wanita. Saat itu orang-orang shalih berdoa. Allah tak terima doanya. Mereka meminta pertolongan. Allah tak menolongnya. Mereka minta ampun. Allah tak mengampuninya.

Memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan atau yang biasa dikenal dengan amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban kaum muslimin yang tidak boleh terputus sejak Islam berdiri hingga akhir zaman. Harus ada oang yang selalu berdakwah, baik menyampaikan kebaikan maupun mencegah keburukan. Kalau tidak, akibatnya sungguh fatal.

Akibat yang paling fatal adalah hadirnya seorang pemimpin yang zalim. Sebuah negeri yang dipimpin oleh orang yang zalim merupakan seburuk-buruk negeri. Bagi negeri yang pemimpinnya zalim disebabkan mandegnya kegiatan amar makruf nahi munkar, kezalimannya luar biasa. Seberapa dahsyat luar biasanya? Dikatakan, di antara kezalimannya adalah tidak menghargai orang tua dan tidak kasih sayang kepada anak-anak dan kaum wanita. Padahal dalam kondisi normal, fitrahnya orang tua itu seharusnya dihargai sementara anak-anak dan wanita wajib disayangi. Oang tua karena mereka telah berjasa patut untuk diberikan penghargaa, tidak saja oleh anaknya sendiri tapi juga oleh mereka yang lebih muda darinya. Anak-anak dan wanita kaum yang lemah sehingga mereka memerlukan perlindungan serta kasih sayang.

Dengan kezaliman pemimpin ini, kondisinya justru terbalik. Banyak orang tua yang hidupnya terlunta-lunta dibiarkan. Banyak pengemis di pinggir-pinggir jalan adalah orang-orang tua. Para wanita dilecehkan dengan menempatkan mereka sebagai objek seksual belaka. Anak-anak bukannya diberikan pendidikan atau dikembangkan kreativitasnya. Namun tenaga mereka dimanfaatkan untuk bekerja di pabrik-pabrik atau diperdagankan. Ini sungguh kezaliman yang buruk.

Lalu para orang-oang shalih tadinya tidak mau ber-amar makruf nahi munkar merasa kezaliman ini harus diubah. Mereka berdoa kepada Allah agar sang pemimpin dicabut kekuasaannya dan digantikan oleh seorang pemimpin yang adil.

Namun karena mereka tetap tidak mau amar makruf nahi munkar, doanya tidak terkabul. Allah tetap menempatkan pemimpin yang zalim kepada mereka, meskipun berkali-kali terjadi pergantian pemimpin. Selalu yang memimpin negeri itu adalah mereka yang zalim.

Mereka, orang-orang shalih itu juga memohon pertolongan agar negrinya menjadi baldatun thayyibah, negeri yang adil dan makmur. Namun sekali lagi Allah tidak menolongnya. Sampai akhirnya mereka meminta ampun atas segala kesalahan yang mereka lakukan selama ini, Allah tetap tidak mengampuninnya. Hal ini semata-mata karena ada satu kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh masyarakat itu, terutama para ulamanya. Yaitu kewajiban amar makruf nahi munkar. Jadi, kewajiban satu ini mau tidak mau harus dilakukan meskipun tantangannya besar, kalau tidak ingin negerinya kacau. []

Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007

Saturday, September 12, 2020

Dililit Masalah? 6 Cara Ini Bisa Membantu Kita

 Hidup ini tak akan pernah terlepas dari sebuah masalah. Setiap orang memiliki tingkatan masalah yang berbeda-beda.

Tak hanya itu, tingkat kedekatan seseorang dengan Allah pun berbeda-beda. Ketika hubungan seseorang dengan Allah tidaklah terlalu baik, maka yang akan muncul adalah pengharapan seseorang terhadap manusia bahkan benda-benda yang dikeramatkan. Naudzubillah.

Saudaraku, daripada menyandarkan permasalahan kita kepada orang yang belum tentu bisa membantu kita menyelesaikan masalah kita (apalagi kepada benda-benda), lebih baik renungkan enam kekuatan yang bisa kita lakukan ketika mempunyai masalah berikut ini:

1. Gunakan Kekuatan Iman

Ingat hal yang satu ini, pertolongan Allah, hanya akan datang bagi mereka yang memang meyakini dan percaya bahwa hanya Allah yang mampu memberi pertolongan. Maka, sebagai manusia yang serba terbatas kemampuannya, jangan pernah lepas iman di dada. Adapun 4 kondisi iman yang perlu kita tumbuhkan pada saat mempunyai masalah adalah iman bahwa Allah yang senantiasa mengampuni dosa kita. Iman bahwa Allah Maha Melihat dan Tidak Meninggalkan hamba-Nya. Iman bahwa Allah selalu bersedia membantu. Iman bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Gunakan Kekuatan Keyakinan dan Kepercayaan Diri

Saudaraku, dua hal yang berbeda antara orang-orang yang berhasil (termasuk berhasil keluar dari kemelut hidupnya) dengan yang tidak berhasil, kebanyakan terletak di dua hal ini; berbeda keyakinan dan kepercayaan dirinya. Orang-orang yang berhasil, memiliki tingkat keyakinan dan kepercayaan diri yang mengagumkan. Pada gilirannya, kekuatan kepercayaan diri dan keyakinan (dalam hal ini kepercayaan dan keyakinan untuk bisa menyelesaikan dan menghadapi masalah), akan memberikan kekuatan tersendiri. Bahkan kadangkala membangkitkan sebuah kekuatan yang semula tidak muncul. Seperti keberanian menghadapi masalah.

Tumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi, supaya kepositifan mengalir hangat ke seluruh tubuh dan mempengaruhi pola pikir dan gerak. Hasilnya, lebih segar dan lebih bertenaga.

3. Gunakan Kekuatan Fikiran Positif

Saudaraku, kadang kita merusak diri kita sendiri dengan mengembangkan pemikiran negatif. Seseorang yang sakit, akan bertambah sakit, bila ia berpikir cepat mati dan lama sembuh. Orang yang punya hutang, akan tambah stres, bila ia menghukum dirinya sendiri dengan berpikir yang jelek-jelek seperti akan cacat nama dan takut dimarahi. Kembangkan selalu kepositifan dalam berpikir. Jangan pernah berpikir yang jelek-jelek. Jangan pernah. Sebab, kalau ia dibiarkan tumbuh dan berkembang, ia akan menjajah badan dan pikiran kita.

4. Gunakan Kekuatan Sedekah

Sedekah memiliki kekuatan membersihkan diri. Yaitu membersihkan diri dari kotoran-kotoran hati. Kalau kita sudah bersih, rahmat Allah akan mudah datang menghampiri, sebab Allah suci, tidak suka Dia dengan yang kotor. Bersedekah adalah salah satu jalan menyucikan diri. Supaya jangan ada yang menghambat jalan kita mencari solusi bagi permasalahan yang kita hadapi.

Allah menggambarkan kesempurnaan amalan apabila bersedekah sesuatu yang kita sayangi.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali-Imran :92)

Dan dalam ayat lain, Allah berfirman :

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

5. Gunakan Kekuatan Perubahan

Allah senang membantu hamba-Nya yang mau berubah; dari sikap buruk ke sikap yang baik, dan dari sikap hidup orang yang hina jadi bersikap layaknya orang yang mulia.

Untuk mendapatkan pertolongan Allah, niatkan untuk segera berubah, dan bersegeralah mengubah diri! Awali dengan muhasabah (intropeksi) terhadap perilaku salah kita, kemudian mulailah mengubah hal-haal yang paling mudah yang bisa kita ubah. Jangan tunggu perbaikan akan datang sempurna. Sebab tanpa memulai kita akan tetap jalan di tempat, tanpa mengubah apapun. Kiat 3M dari Aa Gym, sangat layak kita jalankan sehubungan dengan manajemen perubahan diri; mulai dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang.

6. Gunakan kekuatan Do’a dan Kepasrahan

Akhirnya saudaraku, kita hanya manusia yang bahkan untuk kekuatan berikhtiar saja kita tidak punya, kecuali Allah mengizinkan kita melakukan ikhtiar. Dan apalah kita, manusia dengan segala keterbatasan kita, kalau kita tiada mau berdoa dan tiada mau memasrahkan kepada Allah Sang Maha.

Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan kita kekuatan di kala kita lemah dan tidak berdaya, dan semoga pula Allah menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang pantas diberi-Nya pertolongan dan rahmat, aamiin. Kepada Allah lah segala urusan berpulang.

ANCAMAN UNTUK PEMIMPIN ZALIM, TAK HANYA NERAKA

Sungguh berat beban seorang pemimpin. Sebab, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia yang fana ini, melainkan juga akhirat kelak.

Oleh karena itu, sifat amanah harus melekat pada dirinya. Allah SWT menebar ancaman kepada para pemimpin yang berbuat zalim kepada rakyat atau orang yang dipimpinnya.

Azab yang pedih

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR Ahmad). Demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Allah mengancam orang yang semena-mena.

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada sesama manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapatkan siksa yang pedih” (QS asy-Syura: 42).

Seorang pemimpin yang zalim akan merasakan akibatnya pada Hari Pembalasan. “Sungguh, manusia yang paling dicintai Allah pada Hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah ialah pemimpin yang adil. Orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim” (HR Tirmidzi).

Didoakan kesukaran

Rasulullah SAW mendoakan kesusahan bagi para penguasa yang menindas umat beliau. “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia,” demikian munajat beliau, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Doa itu menyiratkan dua tipikal pejabat. Ada yang kerap menyusahkan rakyatnya. Ada pula yang cenderung memudahkan hidup mereka.

Semestinya, seorang pemimpin menjalankan tugas dengan baik dan seadil-adilnya. Bila ia terus berupaya, insya Allah, pertolongan dari-Nya akan datang.

Jika ia justru menyepelekan amanah, kesulitan akan menimpanya. “Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga” (HR Bukhari-Muslim).

Dijauhi rakyat

Rasulullah SAW berpesan agar kaum Muslimin mematuhi pemimpin (ulil amri) dari kalangan mereka, selama pemimpin itu tidak menyuruh bermaksiat kepada Allah.

Jika rakyat diperintahkan untuk maksiat, maka hilanglah kewajiban untuk taat.

“Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf,” sabda beliau, seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Maka, pemimpin yang zalim akan cenderung dijauhi orang-orang yang masih berpegang teguh pada kebenaran.

Inilah pentingnya nasihat atau kritik. Kalangan ulama atau orang-orang berilmu dapat mengingatkan penguasa agar tetap amanah dan tak salah arah. Ujaran pun disampaikan dengan tegas, tetapi baik dan sopan. Tidak kemudian dibumbui niat ingin mempermalukan penguasa.

Sumber: republika.co.id