Sunday, December 13, 2020

2 Janji Allah SWT Bagi Yang Mendirikan Sholat Malam

 Ketika Rasulullah berada di tahun pertama kenabian menghadapi berbagai pelecehan bahkan fitnah, Allah SWT menurunkan wahyu sebagai panduan menyikapi keadaan itu, di antaranya, Surat Al-Muzzamil. 

Beberapa ayat dari surat tersebut berisi semacam panduan spiritual agar beliau tetap tangguh, istikamah, dan mantap menjalankan tugas.

"Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah sholat malam, separuh malam, atau kurangi sedikit atau lebih dan bacalah Alquran dengan tartil, maka aku akan berikan kepadamu qaulan tsaqilan (ucapan berbobot) dan sesungguhnya bangun di pengujung malam itu paling dalam kesannya untuk menum buhkan iman dan memantapkan mental." (Q.S. Al Muzzamil, 1-6).

Ada dua janji yang Allah berikan setelah beliau melakukan sholat malam dan mentartil (membaca Alquran dengan tertib). Pertama, qaulan tsaqilan (ucapan berbobot) yang sering diartikan sebagai kharisma bil kasyaf. Kedua, tangguh dan mantap dalam menghadapi tantangan dan ujian.

Sahabat Ibnu Abbas dalam tafsirnya menyatakan, setelah turunnya Surat Al-Muzzamil, Nabi Muhammad terus memelihara shalat malam sampai saat-saat menjelang beliau wafat. 

Kepada umatnya, beliau menyampaikan bahwa shalat malam itu merupakan shalat para nabi dan rasul Allah. Juga kebiasaan orang saleh dan amalan orang berprestasi.

Beliau juga pernah memberikan resep spiritual terhadap keluarga yang menghadapi problem. "Bangunkan istrimu di pengujung malam dengan penuh kasih sayang, bangunkan suamimu di pengujung malam dengan penuh kasih sayang," demikian ucapan Rasulullah. 

Jika suami istri melakukan sholat malam dan mereka berzikir memohon kepada Allah, maka Allah menyatakan, "Aku malu kalau aku tidak memenuhi doa mereka, Aku malu kalau aku tidak mengabulkan munajat mereka."

Shalat malam juga dapat berfungsi sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Sahabat Abu Hurairah pernah bertanya kepada Rasul setelah ia melihat kaki beliau memar, bengkak, lecet-lecet parah. "Mengapa Anda shalat malam sampai kaki Anda lecet, bengkak, dan memar? Padahal, Anda adalah Rasulullah. Anda tak pernah berbuat dosa dan Anda pun pasti masuk surga." Beliau menjawab, "Apakah tidak pantas kalau saya mensyukuri segala anugerah Allah?" 

Pada awal pembangunan masyarakat Madinah, Nabi Muhammad menyampaikan empat pesan moral kepada umat Islam. Beliau mengatakan, tebarkanlah salam, bangun keakraban, wujudkan kepedulian sosial, dan bangun sholat malam pada saat orang-orang sedang tidur.

Nabi Daud membiasakan sholat malam dengan cara tidur separuh malam, bangun sepertiga malam. Kebiasaan ini dilanjutkan oleh Nabi Sulaiman. Beberapa sahabat sempat melakukan sholat malam dengan cara seperti itu. Nabi sendiri membiasakan shalat malam di akhir malam, separuh, atau sepertiga malam.

Sholat malam merupakan sarana penghapus dosa, penenang hati, pembersih jiwa, dan takarub yang paling efektif. Shalat ini juga menjadi obat segala macam kegundahan, kegelisahan, kesedihan, kemarahan, keterasingan, keputusasaan, dan problem-problem rohaniah lainnya. Ia adalah tiket untuk meraih surga dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Wallahu a'lam.

(Artikel Hikmah ini merupakan posting ulang. Artikel ini pertama kali diposting di Republika pada 11 Januari 2011.)

Tuesday, September 22, 2020

Jika Tidak Ada Amar Ma’ruf Nahi Munkar

PERINTAHKAN kebaikan, cegahlah keburukan. Bila tidak, Allah akan kuasakan atas kalian seseorang yang penuh kezaliman dan tak hargai orang tua serta kasih sayang anak dan wanita. Saat itu orang-orang shalih berdoa. Allah tak terima doanya. Mereka meminta pertolongan. Allah tak menolongnya. Mereka minta ampun. Allah tak mengampuninya.

Memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan atau yang biasa dikenal dengan amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban kaum muslimin yang tidak boleh terputus sejak Islam berdiri hingga akhir zaman. Harus ada oang yang selalu berdakwah, baik menyampaikan kebaikan maupun mencegah keburukan. Kalau tidak, akibatnya sungguh fatal.

Akibat yang paling fatal adalah hadirnya seorang pemimpin yang zalim. Sebuah negeri yang dipimpin oleh orang yang zalim merupakan seburuk-buruk negeri. Bagi negeri yang pemimpinnya zalim disebabkan mandegnya kegiatan amar makruf nahi munkar, kezalimannya luar biasa. Seberapa dahsyat luar biasanya? Dikatakan, di antara kezalimannya adalah tidak menghargai orang tua dan tidak kasih sayang kepada anak-anak dan kaum wanita. Padahal dalam kondisi normal, fitrahnya orang tua itu seharusnya dihargai sementara anak-anak dan wanita wajib disayangi. Oang tua karena mereka telah berjasa patut untuk diberikan penghargaa, tidak saja oleh anaknya sendiri tapi juga oleh mereka yang lebih muda darinya. Anak-anak dan wanita kaum yang lemah sehingga mereka memerlukan perlindungan serta kasih sayang.

Dengan kezaliman pemimpin ini, kondisinya justru terbalik. Banyak orang tua yang hidupnya terlunta-lunta dibiarkan. Banyak pengemis di pinggir-pinggir jalan adalah orang-orang tua. Para wanita dilecehkan dengan menempatkan mereka sebagai objek seksual belaka. Anak-anak bukannya diberikan pendidikan atau dikembangkan kreativitasnya. Namun tenaga mereka dimanfaatkan untuk bekerja di pabrik-pabrik atau diperdagankan. Ini sungguh kezaliman yang buruk.

Lalu para orang-oang shalih tadinya tidak mau ber-amar makruf nahi munkar merasa kezaliman ini harus diubah. Mereka berdoa kepada Allah agar sang pemimpin dicabut kekuasaannya dan digantikan oleh seorang pemimpin yang adil.

Namun karena mereka tetap tidak mau amar makruf nahi munkar, doanya tidak terkabul. Allah tetap menempatkan pemimpin yang zalim kepada mereka, meskipun berkali-kali terjadi pergantian pemimpin. Selalu yang memimpin negeri itu adalah mereka yang zalim.

Mereka, orang-orang shalih itu juga memohon pertolongan agar negrinya menjadi baldatun thayyibah, negeri yang adil dan makmur. Namun sekali lagi Allah tidak menolongnya. Sampai akhirnya mereka meminta ampun atas segala kesalahan yang mereka lakukan selama ini, Allah tetap tidak mengampuninnya. Hal ini semata-mata karena ada satu kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh masyarakat itu, terutama para ulamanya. Yaitu kewajiban amar makruf nahi munkar. Jadi, kewajiban satu ini mau tidak mau harus dilakukan meskipun tantangannya besar, kalau tidak ingin negerinya kacau. []

Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007

Saturday, September 12, 2020

Dililit Masalah? 6 Cara Ini Bisa Membantu Kita

 Hidup ini tak akan pernah terlepas dari sebuah masalah. Setiap orang memiliki tingkatan masalah yang berbeda-beda.

Tak hanya itu, tingkat kedekatan seseorang dengan Allah pun berbeda-beda. Ketika hubungan seseorang dengan Allah tidaklah terlalu baik, maka yang akan muncul adalah pengharapan seseorang terhadap manusia bahkan benda-benda yang dikeramatkan. Naudzubillah.

Saudaraku, daripada menyandarkan permasalahan kita kepada orang yang belum tentu bisa membantu kita menyelesaikan masalah kita (apalagi kepada benda-benda), lebih baik renungkan enam kekuatan yang bisa kita lakukan ketika mempunyai masalah berikut ini:

1. Gunakan Kekuatan Iman

Ingat hal yang satu ini, pertolongan Allah, hanya akan datang bagi mereka yang memang meyakini dan percaya bahwa hanya Allah yang mampu memberi pertolongan. Maka, sebagai manusia yang serba terbatas kemampuannya, jangan pernah lepas iman di dada. Adapun 4 kondisi iman yang perlu kita tumbuhkan pada saat mempunyai masalah adalah iman bahwa Allah yang senantiasa mengampuni dosa kita. Iman bahwa Allah Maha Melihat dan Tidak Meninggalkan hamba-Nya. Iman bahwa Allah selalu bersedia membantu. Iman bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Gunakan Kekuatan Keyakinan dan Kepercayaan Diri

Saudaraku, dua hal yang berbeda antara orang-orang yang berhasil (termasuk berhasil keluar dari kemelut hidupnya) dengan yang tidak berhasil, kebanyakan terletak di dua hal ini; berbeda keyakinan dan kepercayaan dirinya. Orang-orang yang berhasil, memiliki tingkat keyakinan dan kepercayaan diri yang mengagumkan. Pada gilirannya, kekuatan kepercayaan diri dan keyakinan (dalam hal ini kepercayaan dan keyakinan untuk bisa menyelesaikan dan menghadapi masalah), akan memberikan kekuatan tersendiri. Bahkan kadangkala membangkitkan sebuah kekuatan yang semula tidak muncul. Seperti keberanian menghadapi masalah.

Tumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi, supaya kepositifan mengalir hangat ke seluruh tubuh dan mempengaruhi pola pikir dan gerak. Hasilnya, lebih segar dan lebih bertenaga.

3. Gunakan Kekuatan Fikiran Positif

Saudaraku, kadang kita merusak diri kita sendiri dengan mengembangkan pemikiran negatif. Seseorang yang sakit, akan bertambah sakit, bila ia berpikir cepat mati dan lama sembuh. Orang yang punya hutang, akan tambah stres, bila ia menghukum dirinya sendiri dengan berpikir yang jelek-jelek seperti akan cacat nama dan takut dimarahi. Kembangkan selalu kepositifan dalam berpikir. Jangan pernah berpikir yang jelek-jelek. Jangan pernah. Sebab, kalau ia dibiarkan tumbuh dan berkembang, ia akan menjajah badan dan pikiran kita.

4. Gunakan Kekuatan Sedekah

Sedekah memiliki kekuatan membersihkan diri. Yaitu membersihkan diri dari kotoran-kotoran hati. Kalau kita sudah bersih, rahmat Allah akan mudah datang menghampiri, sebab Allah suci, tidak suka Dia dengan yang kotor. Bersedekah adalah salah satu jalan menyucikan diri. Supaya jangan ada yang menghambat jalan kita mencari solusi bagi permasalahan yang kita hadapi.

Allah menggambarkan kesempurnaan amalan apabila bersedekah sesuatu yang kita sayangi.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali-Imran :92)

Dan dalam ayat lain, Allah berfirman :

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

5. Gunakan Kekuatan Perubahan

Allah senang membantu hamba-Nya yang mau berubah; dari sikap buruk ke sikap yang baik, dan dari sikap hidup orang yang hina jadi bersikap layaknya orang yang mulia.

Untuk mendapatkan pertolongan Allah, niatkan untuk segera berubah, dan bersegeralah mengubah diri! Awali dengan muhasabah (intropeksi) terhadap perilaku salah kita, kemudian mulailah mengubah hal-haal yang paling mudah yang bisa kita ubah. Jangan tunggu perbaikan akan datang sempurna. Sebab tanpa memulai kita akan tetap jalan di tempat, tanpa mengubah apapun. Kiat 3M dari Aa Gym, sangat layak kita jalankan sehubungan dengan manajemen perubahan diri; mulai dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang.

6. Gunakan kekuatan Do’a dan Kepasrahan

Akhirnya saudaraku, kita hanya manusia yang bahkan untuk kekuatan berikhtiar saja kita tidak punya, kecuali Allah mengizinkan kita melakukan ikhtiar. Dan apalah kita, manusia dengan segala keterbatasan kita, kalau kita tiada mau berdoa dan tiada mau memasrahkan kepada Allah Sang Maha.

Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan kita kekuatan di kala kita lemah dan tidak berdaya, dan semoga pula Allah menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang pantas diberi-Nya pertolongan dan rahmat, aamiin. Kepada Allah lah segala urusan berpulang.

ANCAMAN UNTUK PEMIMPIN ZALIM, TAK HANYA NERAKA

Sungguh berat beban seorang pemimpin. Sebab, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia yang fana ini, melainkan juga akhirat kelak.

Oleh karena itu, sifat amanah harus melekat pada dirinya. Allah SWT menebar ancaman kepada para pemimpin yang berbuat zalim kepada rakyat atau orang yang dipimpinnya.

Azab yang pedih

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR Ahmad). Demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Allah mengancam orang yang semena-mena.

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada sesama manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapatkan siksa yang pedih” (QS asy-Syura: 42).

Seorang pemimpin yang zalim akan merasakan akibatnya pada Hari Pembalasan. “Sungguh, manusia yang paling dicintai Allah pada Hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah ialah pemimpin yang adil. Orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim” (HR Tirmidzi).

Didoakan kesukaran

Rasulullah SAW mendoakan kesusahan bagi para penguasa yang menindas umat beliau. “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia,” demikian munajat beliau, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Doa itu menyiratkan dua tipikal pejabat. Ada yang kerap menyusahkan rakyatnya. Ada pula yang cenderung memudahkan hidup mereka.

Semestinya, seorang pemimpin menjalankan tugas dengan baik dan seadil-adilnya. Bila ia terus berupaya, insya Allah, pertolongan dari-Nya akan datang.

Jika ia justru menyepelekan amanah, kesulitan akan menimpanya. “Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga” (HR Bukhari-Muslim).

Dijauhi rakyat

Rasulullah SAW berpesan agar kaum Muslimin mematuhi pemimpin (ulil amri) dari kalangan mereka, selama pemimpin itu tidak menyuruh bermaksiat kepada Allah.

Jika rakyat diperintahkan untuk maksiat, maka hilanglah kewajiban untuk taat.

“Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf,” sabda beliau, seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Maka, pemimpin yang zalim akan cenderung dijauhi orang-orang yang masih berpegang teguh pada kebenaran.

Inilah pentingnya nasihat atau kritik. Kalangan ulama atau orang-orang berilmu dapat mengingatkan penguasa agar tetap amanah dan tak salah arah. Ujaran pun disampaikan dengan tegas, tetapi baik dan sopan. Tidak kemudian dibumbui niat ingin mempermalukan penguasa.

Sumber: republika.co.id

Tuesday, September 1, 2020

Inspiratif! 5 Kisah Marbot Masjid yang Sukses di Bidangnya Masing-Masing

Jadi marbot masjid kadang kala masih di pandang sebelah mata di masyarakat. Sebab, di samping gajinya yang tidak seberapa, menjadi marbot masjid juga kadang punya beban moral di masyarakat. Namun sejatinya pekerjaan ini begitu mulia, karena dialah penjaga rumah Allah

Dan jangan disangka tidak semua marbot masjid hidupnya serba kesusahan. Namun banyak juga marbot masjid yang punya ide dan pemikiran berlian serta semangat kerja yang tinggi. Ia bahkan mampu menunjukan bahwa dirinya juga bisa meraih kesuksesan seperti orang pada umumnya.

Nah berikut, kisah-kisah para marbot masjid yang sudah dirangkum Muslim Obsession. Para marbot masjid ini nyatanya bisa sukses di bidang-bidangnya masing-masing. Mereka mampu meubah hidupnya menjadi seorang pengusaha muslim yang suskses.

Berikut ringkasannya:

1. Adi Akbar

Adi Akbar

Tidak ada yang menyangka seorang marbot masjid di Kota Makassar bernama Adi Akbar kini berhasil menjadi pengusaha yang memiliki tiga rumah makan. Ia merasa kesuksesannya itu berkat doa yang sering ia panjatkan di masjid ketika menjadi seorang marbot.

“Selama tujuh tahun tinggal di masjid, banyak doa yang saya panjatkan terkabul disana. Termasuk kelancaran berbisnis dan jodoh,” katanya di Hotel Lariz, Jalan Sultan Alauddin, beberapa waktu lalu.

Dari kenalannya di masjid itu ia kemudian diperkenalkan dengan seorang pengusaha sukses. Dari sana Andi belajar. Kepercayaan, integritas dan kejujuran pun ia peroleh dari pimpinannya.

Ini pula yang membuat karirnya semakin melejit dengan diberikannya amanah strategis untuk bekerja di rumah makan milik bosnya sampai ia mampu mendirikan usaha sendiri. Sekali lagi, semua karena pengabdiannya di masjid.

“Setiap saya berdoa, saya selalu yakin dengan doa yang saya panjatkan. Karena awalnya modal saya ialah inspirasi dari bos sebelumnya yakni Bapak Ahmad Tonang,” ujarnya dalam Kelas Inspirasi yang dihadiri puluhan peserta.

Saat ini, Adi Akbar telah memiliki tiga rumah makan yakni rumah makan Bonetamparang, Bonenalino, Bonebinang. Rencananya, pada Agustus 2019 akan dilaunching warung ke empat di Jalan Pontiku, Makassar.

2. Elang Gumilang

Di balik kesuksesan Elang Gemilang sebagai seorang miliader, ternyata dia pernah bertahun-bertahun pernah menjadi seorang marbot masjid. Masjid kata dia menjadi sumber inspirasinya untuk meraih kesuksesan.

Menurutnya, ada tiga cara untuk menjadi orang kaya yaitu terlahir dari keluarga kaya, menikah dengan pasangan yang kaya, dan berusaha sungguh-sungguh. Jalan ketigalah yang dipilih oleh Elang Gumilang, peraih gelar Wirausahawan Muda Mandiri 2007 ini.

Mungkin belum banyak yang tahu jika ide-ide kreatif Elang lebih banyak lahir dari masjid. Sejak semester lima, Elang tinggal di sebuah masjid yang berada di dekat terminal Bogor. Siang hari ia sibuk dengan aktivitas kuliah, namun ketika malam tiba, ia menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga masjid.

Di rumah Allah itu, setiap malam Elang selalu bermunajat kepada Sang Maha Kaya, agar dirinya memiliki jiwa yang mandiri dan berguna bagi orang lain. Doanya Elang terkabul. Ia kini mampu mendirikan perusahaan property Elang Group dengan omset miliaran rupiah.

3. Thoriq

Kisah kesuksesan Thoriq sebagai pengusaha buah-buahan berawal dari seorang karyawan di toko buah. Karena usaha buah di tempat kerjanya anjlok. Ia kemudian di PHK, dan diperintahkan oleh mantan bosnya untuk mengurus masjid sebagai marbot. Perintahnya itu ia jalani sebagai marbot tanpa di bayar.

Dengan tulus ikhlas Thoriq kemudian bekerja sibuk menjadi marbot masjid. Pekerjaan itu ia lakoni selama tiga tahun. Tanpa rasa mengeluh, ia begitu menikmati bekerja sebagai marbot. “Semua saya jalani dan ikhlas dan sabar aja,” kata Thoriq dalam laman akun facebook mangrove inspiration.

Setelah merasa cukup, ia kemudian mencoba untuk membuka usaha berjualan buah. Tak membutuhkan waktu lama, Thoriq bersyukur usahanya kian berkembang pesat, sampai di kirim ke berbagai kota besar. Ia merasa semua itu karena pertolongan Allah.

“Kesuksesan saya sampai saat ini tidak lepas dari pertolongan Allah,” katanya.

“Jika kita sabar dan ikhlas mengurus rumah Allah, dan bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memudahkan kita dalam mencari rezeki,” jelasnya.

4. Ikhsan Suhendro

Ikhsan Sihendro menjadi lulusan terbaik IPB pada wisuda tahap IV tahun akademik 2017/2018, selain berkuliah, aktif berorganisasi serta menjalani profesi sebagai marbot di Masjid Al Hurriyah Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat.

“Menjadi marbot masjid selain menjadi wadah pengembangan bakat, dan pengembanan amanah, juga mendapat mess (asrama) gratis,” kata Ikhsan, di Bogor, Jumat.

Pemuda asal Lampung ini merupakan mahasiswa IPB dari Fakultas Peternakan. Ia lulus seleksi SNMPTN melalui jalur undangan program Bidikmisi dari pemerintah.

Usai diterima masuk IPB, Ikhsan mendaftar sebagai marbot Masjid Al Hurriyah. Profesi sebagai marbot ia lakoni dari tahun 2014 sampai 2017.

Memilih menjadi marbot masjid tanpa pikir panjang. Hal ini juga untuk meringankan beban orangtuanya yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu untuk memenuhi hasratnya yang gemar berorganisasi.

“Selain bisa mengerjakan ibadah sunnah, manfaat lainnya bisa shalat berjamaah, dan menjaga ikatan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat hingga sekarang,” katanya.

Selama menempuh pendidikan di IPB, Ikhsan selalu memegang nasehat salah satu ustadznya yang mengatakan sebagai aktivis dakwah harusnya berprestasi, agar dakwah yang disampaikan didengar.

“Jika belajar adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah,” kata Ikhsan mengulang pesan ustadznya.

5. Prof. Udin

Inilah contoh betapa dahsyatnya hijrah. Dari seorang marbot masjid yang kini menjadi guru besar. Profesor Udin. Resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 8 Agustus lalu pada umur 41 tahun.

Pria yang bernama lengkap Mohamad Khoirudin ini pada 1998 melakukan hijrah ke Yogya untuk melanjutkan studinya di Jurusan Elektro UNY. Ekonomi yang kurang mendukung tidak menyurutkan semangat belajarnya. Ia bertekad bisa kuliah secara mandiri.

Kisah Prof.Khairuddin menjadi viral setelah sebuah akun Facebook milik Falasifah Ani Yuniarti membagikan cerita tersebut dengan judul tulisan ‘Udin dari Marbot Masjid Jadi Profesor’.

Dalam unggahan tersebut, dikisahkan bagaimana Udin nekat dengan hanya berbekal doa meninggalkan kampung halamannya di Purwokerto untuk menuntut ilmu. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliah ia harus membagi waktu menjadi takmir masjid sambil berjualan tempe.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau di Yogyakarta, Udin harus pintar membagi waktunya untuk kuliah, belajar, menjadi marbot masjid, dan juga berjualan tempe. Sebelum tinggal dan menjadi marbot masjid, Udin ternyata juga pernah berjualan koran di pertigaan lampu merah.

“Kehidupannya yang tidak berkecukupan membuatnya prihatin. Kuliah, tinggal, dan mengurus masjid Al Amin. Jadi marbot dan jualan tempe,” dikutip dari Facebook Falasifah pada 4 Agustus 2020 lalu.

Setelah lulus S1 dengan predikat cumlaude di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2002, Udin meneruskan pendidikan S2-nya di ITS. Di tahun yang sama di kelulusannya, ia juga diangkat menjadi dosen di jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY.

Pada 2004, ia melanjutkan studi S2 di ITS mengambil bidang ilmu Teknik Elektro Sistem Kendali dan lulus pada 2006. Tahun berikutnya, ia melanjutkan studi S2 kembali di Malaysia mengambil bidang ilmu Teknik Elektro Kendali Robotika dan Mekatronika.

Dilanjutkan di kampus yang sama, ia menempuh program doktoral pada bidang ilmu yang sama dan lulus di tahun 2011. Lalu, Prof Khairudin mengemban jabatan sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama dari 2016 hingga sekarang. (Albar)

muslimobsession.com

Wednesday, July 29, 2020

Perbanyak Doa di Hari Arafah

Rasulullah ﷺ bersabda: “Doa terbaik adalah doa pada hari Arafah”. [Riwayat At-Tirmidzi dengan sanad hasan]. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiada hari yang paling banyak Allah membebaskan hambaNya dari api neraka dari hari Arafah”. [Riwayat Muslim].

Banyak dari kalangan para ulama yang menyimpan hajat-hajat mereka untuk mereka panjatkan kepada Allah dalam doa-doa pada Hari Arafah. Berapa banyak dosa-dosa yang diampuni dan hajat, keinginan, harapan, obsesi, cita-cita serta taubat yang dikabulkan Allah pada Hari Arafah.

Pada bulan Ramadhan Allah sembunyikan Lailatul Qadar sehingga kita tidak mengetahuinya secara pasti. Tapi, pada bulan Dzulhijjah Allah beritahukan kepastian hari Arafah. Apakah masih kita bermalas-malasan dan tidak bersemangat?

Perbanyak berdoa dan istighfar serta bertaubat pada sore Hari Arafah terutama antara Ashar sampai Maghrib. Banyak orang shaleh yang telah merasakan dan mengalaminya sendiri, mereka berkata: “Tiada satupun doa yang aku panjatkan pada hari Arafah melainkan Allah telah mengabulkannya sebelum berputar setahun”.

Al-Hafidh Ibnu Rajab [Wafat 795 H] rahimahullah dalam kitabnya Latha’iful Ma’arif halaman 482 dan banyak ulama lainnya yang berpendapat bahwa hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari api neraka serta doa mustajab bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah dan bagi semua umat Islam di semua negeri.

Mari kita perbanyak berdoa untuk diri sendiri, kedua orang tua, keluarga, karib kerabat dan semua kaum Muslimin, bahkan semua manusia.

Di bawah ini beberapa doa di Hari Arafah
اللهم ارزقني توبة نصوحا قبل الموت
“Alloohummarzuqnii taubatan nasuha qoblal maut”

Artinya: Ya Allah berilah hamba rezeki taubatan nasuha sebelum hamba mati. membaca doa ini terutama pada waktu, tempat dan saat mustajab. Semoga Allah tutup usia kita dalam keadaan sudah bertaubat dari semua dosa dan kesalahan kita dengan taubatan nasuha yang baik lagi benar.

Agar di Mudahkan Haji, Umrah dan Ziarah

Perbanyak membaca doa ini;
اللهم صَل على محمد وعلى آل محمد،
يا رب وارزقني الحج والعمرة والزيارة في خير وعافية
Cara membacanya; “Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, Ya Robb, warzuqni al-hajja, wal ‘umroh waz ziyaaroh fii khoirin wa ‘afiyah”.

Artinya; Ya Allah curahkan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, Ya Rabb, berilah hamba rezeki haji, umrah dan ziarah dalam kebaikan dan ‘afiyah.

Silakan dibaca dengan yakin dan sungguh-sungguh terutama pada waktu, tempat dan saat mustajab. Insya Allah, Allah kabulkan.

Doa Indah Khalifah Harun Ar-Rasyid Ketika Wukuf di Arafah

يَارَبّْ..
أَنْتَ أَنْتَ..
وَأَنَا أَنَا..
أَنَا الْعُوَّادُ إِلىَ الذَّنْبِ..
وَأَنْتَ الْعُوَّادُ إِلىَ الْمغَفِرَةِ..
اِغْفِرْ لِيْ..
“Yaa Robb..
Anta Anta..
Wa ana ana..
Anal ‘uwwaaadu iladz dzanbi..
Wa Antal ‘uwwaadu ilal maghfiroh..
Ighfir liy..”

قاله الخليفة الرشيد بالحج وهو واقف حاف قد رفع يديه يرتعد باكيا

Ya Rabb..
Engkau adalah Engkau..
Dan aku adalah aku..
Aku selalu berbuat dosa..
Sedang Engkau selalu memberikan ampunan..
Ampunilah hamba..

Doa ini dipanjatkan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid saat haji ketika wukuf di Arafah, tanpa mengenakan alas kaki seraya mengangkat kedua tangannya dalam keadaan gemetar sambil menangis.*/ Faedah dari Twitter Fadlilatusy Syaikh Dr Abdul Aziz Al-Abdul Latif hafidhahullah @dralabdullatif diterjemahkan oleh Abdullah Saleh Hadrami (ASH)]

hidcom


Thursday, July 16, 2020

Delapan Golongan Manusia Ini Doanya Mustajab, Mintalah Doa pada Mereka Jika Ingin Cepat Dikabulkan

Doa merupakan senjatanya orang mukmin. Itulah yang disampaikan Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Oleh karena itu, kita sangat dianjurkan untuk banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dalam segala situasi dan kondisi banyak doa yang diajarkan oleh Rasulullah. Mulai dari mau tidur sampai kita bangun, beraktivitas dan kembali tidur ada doanya. Dan tentu saja doa yang kita minta adalah doa kebaikan untuk diri kita, keluarga dan orang-orang yang kita kasihi. Bayangkan bagaimana hebatnya hidup kita jika semua doa kita dikabulkan oleh Allah.

Namun pada realitanya sering kita mendengar orang berkata, saya sudah berdoa dari dulu sampai sekarang kok tidak ada perubahan? Ada banyak kemungkinan suatu doa tidak terkabul. Bisa karena adabnya, syaratnya atau mungkin anda bukan termasuk golongan orang yang doanya mustajab alias diterima oleh Allah.

Lalu siapa golongan orang yang doanya mustajab?

Ada delapan golongan, yaitu:

1. Orang berada dalam kesulitan.

2. Orang yang dalam kondisi teraniaya atau didzalimi

3. Orang tua mendoakan untuk anaknya.

4. Doa Imam yang adil.

5. Doa orang-orang saleh.

6. Doa orang dalam bepergian karena Allah.

7. Doa seorang anak yang selalu berbakti kepada kedua orangtuanya.

8. Doa orang berpuasa ketika berbuka puasa.

Itulah delapan golongan orang yang doanya sangat mustajab. Jika anda tidak masuk golongan ini, anda bisa minta untuk didoakan mereka.

Bukankah Nabi juga memerintahkan kita untuk banyak meminta doa kepada siapapun? Sebab kita tidak tahu dari mulut mana/siapa suatu doa akan dikabulkan.

Bagi yang masih punya orang tua, mintalah doa pada mereka jika anda ingin memulai suatu usaha. Insya Allah dengan begitu usaha anda akan lancar, tentu dibarengi dengan usaha dan juga doa dari diri sendiri juga.

Wallahu A'lam.

Friday, June 19, 2020

Sulthon Al’Idhel, Pria Lumpuh yang Mengelola Ribuan Karyawan dengan Matanya

Adalah kisah seorang Syaikh bernama Sulthon Bin Muhammad Al-‘Idzel (50 tahun), ketika Allah mengujinya dengan penyakit syaraf yang melumpuhkan seluruh anggota badannya. Dengan sisa indera pendengaran dan penglihatan dia bertekad kuat untuk bangkit menjadi pengusaha sukses, dia mampu menjalankan beberapa perusahaan, yang membawahi ribuan karyawan. Bahkan dia menjadi penulis buku setebal 2.000 halaman, yang mengisahkan tentang Raja Abdul Aziz dengan kata pengantar Raja Salman bin Abdul Aziz yg waktu itu masih berstatus pangeran.
Sulthon Al’Idhel mengidap penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) semacam penyakit meurologis serius yang menyebabkan kelemahan otot, kecacatan hingga kematian. Penyakit ini juga menimpa ilmuwan terkenal Stephen Hawking.
Kehidupan Sulthon Al’Idhel sebelumnya normal pada umumnya, dia menghabiskan masa muda di Ibukota Riyadh hingga kuliah disebuah Institute setempat. Kemudian ditahun 1980 dia melanjutkan studinya ke Universitas Portland, Amerika, mengambil jurusan Teknik Listrik. Dia pernah mendapat penghargaan dalam bidang Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan dari Covey Leadership Center dan pernah juga mendapatkan penghargaan bergengsi dari Franklin Covey.
Kemudian ia kembali ke negeri asalnya untuk membangun ekonomi. Dia mengawali perjuangan yang sulit apalagi dia baru pertama terjun dalam dunia bisnis. Berkat bantuan relasi dan pihak kerajaan Saudi karirnya dalam bisnis mulai melejit.
Namun pada tahun 1997 dia mendapat ujian dari Allah berupa sakit syaraf. Puncaknya pada tahun 2002 tubuhnya lumpuh total kecuali mata dan bibir yang bisa digerakkan. Inderanya juga mengalami nasib yang sama kecuali penglihatan, pendengaran dan rasa. Bahkan dia bernafas dengan tabung bantuan respirator yang langsung terhubung dengan perutnya.
Dengan kondisi yang serba kekurangan, dia pernah mengungkapkan isi hatinya pada wawancara khusus yang diliput majalah Arrojul. Dia mengatakan,
“Saya menasehatkan, segala penyakit itu datang dari Allah Subhanahu Wa ta’ala, jangan pantang menyerah dan selalu bersabarlah dengan musibah yg menimpa kita. Dan yakinlah bahwa Allah bersama dengan orang-orang sabar, dan tidaklah bertambahnya sakit agar kita semakin dekat dengan Allah. Mari kita meneladani hadis dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah musibah terus menimpa terhadap seorang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan pada dirinya, anaknya dan harta bendanya hingga nanti bertemu Allah tidak tersisa kesalahan sama sekali.” Dan seharusnya sakit tidak menjadi penghalang hidup kita.
Pada tahun 1994 Sulthon Al’idhel mendirikan SMSA Expres, bekerjasama dengan Fedex Internasional, semenjak saat itu perusahaannya berkembang sangat pesat. Jaringannya sangat luas yang menghubungkan 200 kota di Saudi Arabia. Ia mempunyai 1.000 armada besar yang tersebar seluruh dunia. Perusahaannya sudah melayani hingga 200 negara.
Suatu hari dalam kunjungannya ke Amerika dia melihat toko donat yang dikemas indah dengan aneka rasa . Merek donat tersebut bernama “Dunkin’ Donuts”, ide bisnisnya berjalan. Lalu pada tahun 1996 secara eksklusif dia memegang brand “Dunkin’ Donuts” untuk dipasarkan di Riyadh. Dan kini cabangnya sudah menyebar di berbagai pelosok Saudi.
Dan dia juga mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang Security dan Safety (flamenco) dan menjadi salah satu anggota dewan perusahaan yg bergerak bidang ekspor-import.

Keadaan Sulthon Al’idhel yang tidak mempunyai kemampuan berbicara dan mengangkat pena ini dia habiskan dihadapan komputer. Dia memperbanyak membaca dan meneliti berbagai ilmu, bahkan dia mampu menulis dengan isyarat matanya sebuah buku biografi mendiang raja Abdul Aziz setebal 2.000 halaman yg terbagi menjadi 2 jilid.

Wednesday, April 15, 2020

Menurut Ibnu Qayyim, Inilah Keterkaitan antara Doa dan Musibah

SAAT ini dunia sedang menghadapi musibah berupa wabah Covid-19. Wabah penyakit ini tak hanya mempengaruhi kesehatan manusia tapi juga mempengaruhi segala aspek kehidupan.
Segala cara dilakukan untuk mencegah pandemi Covid-19 ini menyebar lebih luas. Mengingat banyaknya korban dan cepatnya virus corona penyebab Covid-19 ini menyebar, usaha keras untuk mencegahnya memang sangat diperlukan. Namun, tentu saja sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh melupakan kekuatan doa.
Dalam buku berjudul Terapi Penyakit Hati, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mengungkapkan perihal doa tersebut. Menurutnya, doa mampu menangkal bala dan cobaan serta mencegah dan menghilangkan musibah. Doa juga dapat meringangkan musibah yang datang.
Seperti diketahui, doa merupakan senjata orang mukmin. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, dan sinar langit dan bumi.”
Menurut Ibnu Qayyim, terdapat tiga kategori keterkaitan doa dengan musibah yang menimpa:
1. Apabila doa lebih kuat, musibah bisa ditolak.
2. Apabila doa lebih lemah daripada musibah, seseorang akan terus dirundung musibah. Meskipun demikian, walaupun lemah, doa masih bisa sedikit meringankan.
3. Apabila sama-sama kuat, musibah dan doa akan saling menolak.
Dalam Kitab Al Hakim juga diriwayatkan sebuah hadits dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda:
“Kewaspadaanmu tidak ada gunanya dalam menghadapi takdir. Doalah yang berguna untuk mengantisipasi musibah yang turun maupun yang belum turun. Sesungguhnya musibah ketika turun dihadapi oleh doa dan keduanya bertarung hingga Hari Kiamat.”
Dalam kitab tersebut, pun diriwayatkan hadits dari Tsauban, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang menambah amal pahalanya kecuali kebaikan. Sesungguhnya seseorang tidak memperoleh rezeki, mungkin saja karena dosa yang ia lakukan.”
Dalam kitab yang sama, diriwayatkan pula hadits dari Ibnu Umar. Rasulullah SAW bersabda:
“Doa itu bermanfaat bagi musibah yang telah turun dan yang belum turun. Karena itu, wahai hamba Allah, kalian harus berdoa.”
Maka, di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai ini, alangkah baiknya mengoptimalkan segenap ikhtiar dan memanjatkan doa terbaik kita. []
Referensi: Terapi Penyakit Hati/Karya: Ibnu Qyyim Al Jauziyyah/Penerbit: Qisti Press

Tuesday, March 31, 2020

5 Amalan Hindari Wabah dan Musibah

WABAH virus corona (COVID-19) telah melanda dunia.  Berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Kamis, (19/3/2020), infeksi corona di seluruh dunia kini telah mencapai 218.177 kasus. Menurut gisanddata.maps.arcgis.com, jumlah kematian Virus Corona COVID-19 secara global tercatat sebanyak 8.805 jiwa.
Dalam data peta penyebaran Virus Corona COVID-19 tersebut, kini ada 157 negara dan wilayah. Italia, Iran, dan Spanyol tercatat sebagai negara dengan kasus terbesar di luar China.
Wabah, musibah, penyakit, semua datang dari Allah Subhanahu Wata’ala. Allah adalah pemilik seluruh kerajaan bumi dan langit, termasuk pembuat penyakit. Karena itulah, setiap Allah ciptaan penyakit dan wabah, Allah pasti siapkan obatnya. Tugas kita adalah berkhitiar.
Di bawah ini lima kunci terhindar wabah, termasuk wabah corona.
  1. Sedekah
Untuk pulih dari wabah corona harusnya bukan memborong persediaan makanan untuk antispasi lockdown, hingga persediaan menipis karena serakah. Justru sebaiknya semakin giatlah berbagi karena sedekah itu kata Rasulullah ﷺ dapat menolak bencana wabah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (Riwayat Imam Thabrani)
Bencana selamanya takkan bisa mendahului sedekah, Rasulullah ﷺ bersabda : “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (Riwayat Imam Baihaqi).
Sedekah bukan hanya menolak bencana, bahkan ia bisa menjadi benteng dari panasnya Neraka, sebagaimana sabdanya; “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Bahkan sedekah itu dapat meredakan kemarahan Allah, dan mengurangi kesakitan saat sakaratul maut.  Sebagaimana disebutkan Dalam buku Fiqh as-Sunnah karangan Sayyid Sabiq, dimana Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan mengurangi kepedihan saat sakratul maut.”
Sedekah bukan hanya menaungi dari penyakit, sedekah bahkan menaungi di hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda; “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (Riwayat Imam Ahmad).
  1. Tenang
Untuk menghadapi wabah corona harusnya bukan panik, tapi tetaplah bersikap tenang karna sikap tenang dan itu sifat orang mukmin sejati. “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)
Ketenangan membuat keimanan semakin bertumbuh dan semakin menyempurnakan keteguhan dalam iman .” (Taisir al Karim: 791)
ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Taubah [9]: 26)
Ketenangan selalu melahirkan kemenangan, atas segala musibah dan cobaan.
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al Fath [48]: 18)
Bersikap tenanglah menghadapi musibah wabah ini, dengan banyak berzikir kepada Allah.
Bukankah Allah telah mengatakan dalam Al-Quran,
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)
  1. Bersabar
Bersabar selamanya berat, sebagaimana ungkapan seorang penyair Arab,
الصبر مثل اسمه مر مذاقته لكن عواقبه أحلى من العسل
Sabar itu memang seperti namanya (sebuah nama tumbuhan), yang rasanya pahit, Namun hasil dari kesabaran akan lebih manis dari madu.
Tapi seberat apapun sabar ia harus diupayakan sebab ia bukti dari kebenaran iman. Yang paling bersabarlah, yang paling benar imannya.
“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 177)
Karena sabar itu kata As syaikh ibnul Qayyim rahimahullah; “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95)
Bersabarlah dengan wabah ini, untuk meraih cinta Allah tanpa batas.
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar.“ (QS. Ali Imran : 146)
Apa bukti kecintaan Allah bagi orang yang senantiasa bersabar? Buktinya adalah anugrah pahala tiada batas.
  1. Shalat
Saat wabah menimpa, harusnya semakin rajin melaksanakan shalat, bukan justru meninggalkannya. Sabar senantiasa disandingkan dengan sholat. karena keduanya adalah bekal untuk menangani segala urusan.
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).
Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani semua urusan kalian. Begitu pula sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah ta’ala berfirman kepada penduduk Surga. “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).
Hanya Allah satu-satunya yang dapat memberi manfaat dan mengangkat bencana ini, maka sembahlah Allah.
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106) وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (107)
“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 106-107).
Karena pada hakekatnya, setiap bencana dan musibah yang menghilangkan adalah Allah semata. Jika ada suatu perkara bisa dihilangkan oleh makhluk dalam perkara yang ia mampu, maka itu hanyalah sebab. Namun hakekatnya Allah  yang menakdirkan itu semua dengan izin-Nya.
5. Doa
Doa adalah senjata terbaik bagi seorang mukmin dalam menghadapi kondisi sulit, karena itu Rasulullah ﷺ memerintahkan dalam haditsnya.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء )) متفق عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ سُفْيَانُ : أَشُكُّ أَنِّي زِدْتُ وَاحِدَةً مِنْهَا.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, “Mintalah perlindungan kepada Allah dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Al-Bukhari, no. 6347 dan Muslim, no. 2707]
Mohonlah pada Allah, karena hanya Allah tempat bergantung dan hanya pada-Nyalah kita memohon pertolongan:
أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَئِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا ذَكَّرُونَ
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An Naml: 62).
Akhirnya, mari berdoa.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء
[Allahumma inni a’uudzu bika min jahdil balaa-i wa darokisy syaqoo-i wa suu-il qodhoo-i wa syamaatatil a’daa-i]
“Ya Allah aku meminta perlindugan kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan).” Alfaqir ila Robbirrohim.*/ Naser Muhammad. (Hidayatullah.com)

Tuesday, February 25, 2020

11 Amalan dan Keutamaan Bulan Rajab Menurut Habib Umar bin Hafidz

Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Di dalamnya banyak keutamaan yang sayang jika dilewatkan. Maka sebagai Muslim, hendaknya untuk tidak menyia-nyiakan keutamaan bulan yang sangat mulia ini.
Menurut Habib Umar bin Hafidz, dikutip dari akun Instagram @habibumar_indonesia, Selasa (25/2/2020) ada 11 keutamaan bulan Rajab serta amalan yang hendaknya dilakukan:
Pertama:
كثرة الاستغفار وتحقيق التوبة النصوح
Perbanyak membaca Istighfar dan bertaubat dengan sebenar benarnya taubat.
Kedua:
العزم الصادق في الإقبال على الله بفعل الطاعات، وترك المعاصي والمخالفات.
Kesungguhan di dalam mengejar ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melaksanakan ketaatan, dan meninggalkan kemaksiatan yang dilarang Allah.
Ketiga:
النظر في أحواله وإصلاحها وإقامتها على منهج المتابعة للنبي محمد صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم
Menginterospeksi keadaan dirinya kemudian memperbaikinya serta membangun kehidupannya di atas peneladanan Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa ala alihi wa sohbihi wa sallam.
Keempat:
تفقُّد شأنه في الفرائض وكيفية أدائها وسننها ورواتبها وحضور القلب فيها.
Memperhatikan keadaan dirinya dalam menjalankan kewajiban yang Allah wajibkan kepadanya secara detail dan di dalam menjalankan sunnah-sunnah serta rawatib, dan memperhatikan kehadiran hatinya di dalam menjalankan semua itu.
Kelima:
الحرص على الصف الأول في الجماعة، والحرص على التكبيرة الأولى مع الإمام فلا تفوته.
Berusaha untuk selalu shalat berjamaah di shaf pertama dan berusaha untuk selalu mendapatkan takbiratul ihram setelah imam.
Keenam:
أن يتفقد نفسه في القرآن ونصيبه من تلاوته وتدبره، والحرص على العمل بما فيه.
Hendaknya memiliki saham yang besar di dalam membaca Al-Quran, mentadabburi ayat-ayatnya, serta dalam mengamalkan tuntunannya.
Ketujuh:
المحافظة على الأذكار في الصباح والمساء وبعد الصلوات، وفي الأحوال المختلفة.
Merutinkan pembacaan dzikir di pagi dan sore hari dan dzikir seusai shalat lima waktu.
Kedelapan:
أن يتفقَّد نفسه في المعاملة مع الأهل والأصحاب والأصدقاء والأقارب والجيران، ومع عامة الخلق وخاصتهم.
Memperhatikan dirinya dalam bergaul yang baik dengan rumah tangga, sahabat, teman, keluarga, tetanggga dan kepada seluruh mahluk.
Kesembilan:
صيام ما تيسر من أيام الشهر، وخصوصا الاثنين والخميس والأيام البيض.
Berpuasalah di bulan ini, khususnya dihari Senin dan Kamis, dan juga di Ayyamul Bhidh (13, 14, 15 di bulan Hijriah).
Kesepuluh:
أن يكون له نصيب من الصدقات والتفقُّد للفقراء والمساكين، والإحسان إليهم.
Hendaknya memiliki saham besar dalam bersedekah dan memenuhi hajat orang-orang faqir dan miskin, dan berbuat paik kepada mereka.
Kesebelas:
اغتنام هذه الليالي في العبادة، خصوصا وقت السحر، فينبغي في مثل هذا الشهر أن يكون له حال حسن في المعاملة مع السحر، ليدخل في دائرة من أثنى عليهم الرب الأكبر في القرآن بالاستغفار في الأسحار، قال تعالى ( وبالأسحار هم يستغفرون) وقال سبحانه وتعالى: ( والمنفقين والمستغفرين بالأسحار ) وقال تعالى ( إنهم كانوا قبل ذلك محسنين كانوا قليلا من الليل ما يهجعون وبالأسحار هم يستغفرون ).
Hendaknya mengambil kesempatan emas dimalam malam bulan rajab ini untuk beribadah, khususnya di waktu akhir malam, maka alangkah baiknya jika di bulan ini kita berada di dalam keadaan yang mulia disaat akhir malam.
Di mana Allah berfirman: -(dan di saat sahar (akhir malam) mereka meminta pengampunan)- dan Allah juga berfirman: -(orang yang selalu menginfakkan hartanya dan yang meminta pengampunan di malam hari)-, dan Allah juga berfirman -(Sesungguhnya mereka sebelumnya adalah orang orang yang baik, yang sedikit dari malam-malamnya tertidur dan di malam hari selalu beristgfar meminta pengampunan Allah)-.
نسأل الله أن يوفر حظنا من هذه الليالي وهذا الشهر، وأن يجعلنا من المقبولين المسعودين في الدنيا والآخرة.
Kami memohon kepada Allah untuk memberikan bagian besar dari kemuliaan malam-malam bulan yang mulia ini, dan menjadikan kita dari hamba-hamba yang diterima ibadahnya dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Wallahu A’lam bish Shawab..