Tuesday, August 22, 2017

Tips Memanfaatkan Keutamaan 10 Pertama Bulan Dzulhijjah

Allah SWT dalam sejumlah ayat secara khusus membicarakan keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Di antaranya, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Fajr ayat 1-2, yang artinya “Demi Fajar, dan malam-malam yang sepuluh. Ahli Tafsir menjelaskan, malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah.
Dalam hadist juga disebutkan, Rasulullah SAW “Tidak ada amal shaleh yang lebih utama darinya, kecuali sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, Para shahabat berkata: “Wahai Rasulullah, (apakah melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun (darinya)”. (HR. Bukhari)
Di bawah tips-tips amalan utama untuk memanfaatkan waktu yang hanya datang sekali dalam setahun itu:
Tips Pertama:
Memperbanyak tilawah Al-Quran. Berikut cara merealisasikannya:
Pertama: Setiap hari membaca satu juz penuh
Kedua: Setiap hari membaca dua juz penuh
Ketiga: Setiap hari mengkhatamkan Al-Quran
Tips  Kedua:
Menyambut pagi dengan Shalawat dan menyibukkan diri dengan ketaatan-ketaatan berikut:
  • Berdoa, termasuk doa yang berisi meminta ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
  • Membasahi lisan dengan dzikir, seperti subhanallah wa bihamdihi dan subhanallahil adzim.Dua doa itu disukai Allah dan memperberat timbangan amal.
Tips Ketiga:
Tidak mengabaikan shalat-shalat Sunnah selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, di antaranya:
  • Dua rekaat di waktu Dhuha
  • Dua rekaat di waktu Sahur
  • Shalat Qabliyah dan Bakdiyah
Tips Kelima:
Menghidupkan tiga waktu penting untuk dzikir, doa, istighfar, shalawat dan membaca Al-Quran. Tiga waktu itu adalah:
Pertama: Sebelum waktu fajar, khususnya memanjatkan doa dan istighfar
Kedua: Setelah Shalat Subuh hingga terbitnya Matahari. Pada waktu ini terlebih dianjurkan membaca dzikir pagi
Ketiga: Setelah Shalat Maghrib hingga waktu Shalat Isya. Pada waktu ini membaca dzikir petang.
Tips Keenam:
Mengingatkan orang-orang di sekeliling dari keluarga, kerabat dan teman, tentang keutamaan amal shalih di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka Anda mendapatkan pahala mengingatkan. Mengingatkan juga bermanfaat bagi orang Mukmin (meski melalui Wahtsapp).
Tips Ketujuh:
Puasa selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, kecuali tanggal 10. Pahalanya tidak ada yang menyamai, karena Allah ta’ala berfirman: “Puasa adalah untukku dan aku sendiri yang membalasnya”, (HR. Bukhari).
Tips Kedelapan:
Berusaha mengeluarkan ucapan-ucapan yang menimbulkan pahala di sisi Allah, seperti Tahlil, Tahmid, Takbir, Tasbih, kalimat La Haula Wala Quwwata Illa Billah, Istighfar, Kalimat Thayyibah (tauhid), perkataan makruf, mengingkari kemungkaran, Shalawat, mendamaikan antara manusia, firman Allah: “Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka,kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia“. (QS. An-nisa:114)
Tips Kesembilan:
Memperbanyak kalimat, سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله والله اكبر dalam setiap kesempatan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah, baik dalam keadaan sendiri, di antara keluarga atau teman.
Tips Kesepuluh:
Puasa Arafah, karena mampu menghapus dua tahun kesalahan dan dosa serta merencanakan kegiatan sejak pagi hingga tenggelamnya Matahari hari Arafah.
Tips Kesebelas:
Memberi buka sebagian orang puasa di hari Arafah, maka kalian mendapatkan pahala sesuai pahala puasa mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Anda bisa memberi buka kepada jamaah masjid, kerabat, teman atau masyarakat muslim secara umum. Berilah buka walau hanya satu orang.
Tips Keduabelas:
Awali harimu dengan shadaqah meskipun dengan segenggam kurma yang bisa membahagiakan orang-orang faqir, miskin atau orang yang membutuhkan. Sesungguhnya shadaqah memadamkan kemurkaan Allah SWT.
Tips Ketigabelas:
Memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal kebaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini.
Sebarkanlah tips ini kepada setiap Muslim sebagai pengingat mereka untuk memanfaatkan sebaik-baiknya waktu ini…

sumber: kiblat.net

Amal Shaleh yang Bisa Dilakukan pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Sahabat, sesungguhnya begitu besar keutamaan melakukan amal shaleh pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Apa sajakah amalan yang kiranya bisa kita lakukan? Berikut beberapa di antaranya:

1. Memperbanyak tahlil, takbir dan tahmid
Yakni perbanyak membaca 'Laa ilaaha illallaah', 'Allaahuakbar' dan 'Alhamdulillah' secara sendiri-sendiri.

"Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".

2. Melakukan ibadah haji dan umroh
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga". (Hadits)

3. Memperbanyak puasa selama 10 hari tersebut, terutama melakukan puasa Arafah
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya."

4. Bertaubat meninggalkan segala perbuatan maksiat dengan kesadaran penuh
Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaqun 'Alaihi]
Maka jika kita berniat taubat sungguh-sungguh pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini, in syaa Allah taubat tersebut akan membawa kita pada keridhoan Allah.

5. Banyak melakukan amal Shalih untuk diri sendiri dan masyarakat
Perbanyak ibadah sunah seperti shalat Rawatib, Tahajud, Dhuha, bersedekah, tilawah quran, amar ma'ruf nahi munkar, dan lain sebagainya.
Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada 10 hari bulan Dzulhijjah ini akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya.

6. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaqun 'Alaihi]
Demikianlah beberapa amal shaleh yang bisa dilakukan selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, mengingat keutamaan amalan di hari-hari ini, hendaknya setiap muslim tidak meremehkannya dan melakukan yang terbaik agar tidak merugi. Wallaahualam.

Sunday, August 13, 2017

10 Sunnah Rasullullah yang Utama

Agar kehidupan seorang muslim setiap hari diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, maka 10 sunnah Nabi dibawah ini insyaallah akan menjadikan kita muslim yang lebih bermakna. Sahabat ummi, apa sajakah 10 sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada kita umatnya? Simaklah pemaparannya di bawah ini:
1.Tahajjud
Kemuliaan seorang muslim terletak pada sholat tahajjudnya. Karena dengan rutin melaksanakan sholat tahajjud insyaallah doa-doa kita akan mudah terkabul dan membuat jiwa dan raga kita semakin dekat kepada Allah SWT.
2.Membaca Al Qur’an setiap hari
Dengan membaca Al Qur’an setiap hari sesibuk apapun kita, bacalah Al Qur’an setiap hari. Karena ketika masa penghisaban kelak di akhirat, orang-orang yang rajin membaca Al Qur’an akan memperoleh syafaat darinya.
3.Berdzikir setelah shalat
Bacaan dzikir yang dibaca adalah Subhaannallah, Walhamdulillah, walaa ilah hailallah, Allahu akbar.
Dari Kaab bin ‘Ujrah, Nabi saw bersabda: “Beberapa kalimat dzikir yang diucapkan sesudah shalat wajib ini, tidak akan rugi/kecewa orang yang mengucapkan atau mengerjakannya, yaitu: 33 Kali tasbih (subhanallah), 33 kali tahmid (alhamdulillah), dan 34 kali takbir (Allahu Akbar).” (HR. Muslim dan lain-lain)
Karena dari Abi Hurairah ra, Nabi saw bersabda: “Barangsiapa bertasbih/menyucikan Allah (subhanallah) setelah shalat (fardhu) 33 kali, dan bertahmid/memuji Allah (alhamdulillah) 33 kali, dan bertakbir/membesarkan Allah (Allahu Akbar) 33 kali, maka jumlahnya menjadi 99 kali. Kemudian mengucapkan 1 kali (Laailaha illallah wahdahu laasyarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa a’laa kulli syai’in qadir), niscaya diampuni kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim dan lain-lain)
4.Melaksanakan sholat sunnat rawatib
HR. Muslim No. 728, akan dibangunkan rumah di syurga. Sholat sunnat rawatib amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya.
5.Membaca zikir pagi dan petang
“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS Al Araf: 205)
Faedah zikir pagi dan petang akan membuat kita lebih semangat di pagi hingga petang hari dan dimudahkan Allah dalam segala urusan.
6.Selalu sholat berjamaah di Masjid (terutama bagi laki-laki)
Karena syurga ganjarannya bagi pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid.
Rasulullah SAW bersabda : “Shalatnya seorang pria berjamaah pahalanya 25 derajat dibanding sendirian di rumah atau di pasar, yang demikian itu karena jika ia berwudhu dengan sempurna kemudian ia keluar rumah dengan satu tujuan shalat berjamaah di masjid, maka setiap langkahnya mengangkat satu derajat dan diampuni satu dosanya, dan selama ia di majelis shalat tanpa hadats didoakan para malaikat, “Ya Allah, ampunilah ia dan rahmatilah ia”, dan dianggap mengerjakan shalat sepanjang ia menunggu waktu shalat” (HR. Bukhari dan Muslim)
"Shalat seseorang bersama seorang lebih utama dari shalat sendiri, dan shalat bersama dua orang lebih utama dari shalat bersama seorang, semakin banyak mereka berjamaah semakin dicintai Allah." (H.R. Ahmad, Abu Dawud)
7.Menjaga sholat Dhuha
Karena salah satu pintu rezeki terletak pada sholat dhuha. Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
Dan banyak lagi keutamaan-keutamaan lain jika kita mau melaksanakan sholat dhuha sesuai dengan tuntunan Rasullullah SAW.
8.Jaga sedekah setiap hari
Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat Allah akan selalu mendoakan kepada orang yang gemar bersedekah setiap hari. Insyaallah Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda.
9.Selalu menjaga wudhu
Karena Allah menyukai orang-orang menjaga wudhu. Keutamaan orang yang selalu menjaga wudhu disebutkan dalam hadits berikut tentang Bilal yang disebutkan bahwa suara sandal beliau sudah terdengar di surga.
Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata,
يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِى إِلَى الْجَنَّةِ مَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَطُّ إِلاَّ سَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى
“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”
Bilal menjawab,
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَمَا أَصَابَنِى حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا وَرَأَيْتُ أَنَّ لِلَّهِ عَلَىَّ رَكْعَتَيْنِ
“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)
Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ (hal. 49) menyatakan bahwa disunnahkan berwudhu setiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.” (Kitab Matan Al Idhoh, hal. 20)
10.Amalkan istighfar setiap hari
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita dijauhkan oleh Allah. Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12)
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
ummionline.com

Saturday, August 12, 2017

Ini Cara Agar Keluar Dari Masalah

Apa yang Anda lakukan saat merasa kesulitan? Allah sang pecipta alam dan manusia, Dia maha tahu apa yang dibutuhkan oleh manusia.
Seperti kata Buya Hamka, Islam tidak melarang sesuatu perbuatan kalau perbuatan itu tidak merusak jiwa. Agama Islam tidak menyuruh, kalau suruhan tidak membawa selamat dan bahagia jiwa.
Allah Ta’ala berfirman,
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” (QS. Al-Baqarah: 45).
Maka jika saat merasa kesulitan, Allah menyuruh kita untuk shalat. Hal itu dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ada kesulitan, beliau segera melaksanakan shalat.
Faedah dari ayat di atas:
1- Bagi yang ingin meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, maka minta tolonglah pada Allah dengan bersabar dan shalat. Maqatil bin Hayan rahimahullah berkata tentang tafsiran ayat ini, “Mintalah tolong dalam mencari akhirat dengan sabar dalam melakukan kewajiban dan shalat.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1: 379)
2- Ada ulama yang menafsirkan sabar dalam ayat di atas dengan puasa, sebagaimana dikatakan Mujahid. Karenanya bulan Ramadhan disebut dengan bulan sabar. Sebagaimana disebutkan oleh Al-Qurthubi dan ulama lainnya. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 1: 379.
4- Ada yang menyebutkan pula bahwa yang dimaksud sabar dalam ayat adalah menahan diri dari maksiat. Ada perkataan dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu dan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah bahwa sabar itu ada dua macam. Pertama, sabar dalam menghadapi musibah. Sabar yang lebih baik dari itu adalah sabar dalam meninggalkan yang Allah haramkan. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1: 380.
5- Hudzaifah bin Al-Yaman berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapati kesulitan dalam suatu urusan, beliau segera mengerjakan shalat. (HR. Ibnu Jarir dalam kitab tafsirnya, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir)
6- Orang yang khusyu’ dan tenang dalam shalatnya, shalat akan mudah baginya dan juga ia akan mudah untuk sabar. Demikianlah keterangan dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 1: 208.
7- Sabar akan memudahkan segala macam urusan. Begitu pula shalat yang merupakan timbangan iman dan dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar akan memudahkan berbagai urusan. Demikian kata Syaikh As-Sa’di dalam kitab tafsirnya, hlm. 38. []
Referensi:
Ahkam Al-Qur’an Al-Karim. Cetakan pertama, tahun 1428 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madar Al-Wathan Al-Islami.
Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.
Sumber: Rumaysho

Wednesday, August 9, 2017

Baca Doa Ini Sebelum Pergi Ke Masjid, Niscaya 70.000 Malaikat Akan Memintakan Ampun Untukmu

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ibu Majah, ada suatu doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, yang mana jika doa ini dibaca sekali saja maka para malaikat akan memnintakan ampun baginya. Berikut adalah terjemahan teks lengkap sanad beserta matan hadits yang dimaksud.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sa'id bin Yazid bin Ibrahim At Tustari berkata, telah menceritakan kepada kami Al Fadhlu Ibnul Muwaffaq Abu Al Jahm berkata, telah menceritakan kepada kami Fudlail bin Marzuq dari Athiyyah dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa berjalan menuju masjid lalu mengucapkan;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ;

ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA BI HAQQIS SA`ILIIN 'ALAIKA WA AS`ALUKA BI HAQQI MAMSYAAYA HADZA FA INNI LAM AKHRUJ ASYARAN WA LAA BATHARAN WA LAA RIYA`AN WA LAA SUM'ATAN WA KHARAJTU ITTIQA`A SUKHTHIKA WABTIGHA`A MARDLATIKA FA AS`ALUKA AN TU'IDZANI MINANNAR WA AN TAGHFIRALI DZUNUBI INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUBA ILLA ANTA

(Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalanku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridla-Mu. Maka, aku meminta agar Engkau melindungiku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, sebab tidak ada yang mengampuni dosa selain-Mu),

Maka Allah akan menerimanya dengan wajah-Nya, Dan 70.000 malaikat juga akan memintakan ampunan untuknya."

(HR Ibnu Majah)

Sumber: Sunan Ibnu Majah Kitab Al Masjid Wa Al Jama'ah