Tuesday, July 23, 2019

Doa Agar Dijauhkan dari Kejahatan Orang Lain,

Kejahatan tak bisa diprediksi kapan akan terjadi dan dari siapa ia akan berasal, karena itu kita harus memohon kepada Allah agar dihindarkan dari kejahatan orang lain.
Dalam kitab Abwab al-Faraj,  Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki menyebutkan doa berikut ini
اللَّهُمَّ يَا مَنْ نُورُهُ فِي سِرِّهِ وَسِرُّهُ فِي خَلْقِهِ أَخْفِنِي عَنْ أَعْيُنِ النَّاظِرِينَ وَقُلُوبِ الحَاسِدِينَ والبَاغِينَ كَمَا أَخْفَيْتَ الرُّوحَ فِي الجَسَدِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ
Latin:
Allahumma yaa man nuuruhu fii sirrihii wa siruhu fii khalqihii, akhfinii ‘an a’yunin naazhiriina wa quluubil haasidiina wal baaghiina kamaa akhfaitar ruuha fil jasadi innaka ‘alaa kullii syai-in qadiir
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan yang cahaya-Nya berada dalam rahasia-Nya dan rahasia0Nya berada dalam mahluk-Nya. Lindungilah aku dari penglihatan orang-orang yang hasud dan orang-orang yang zalim. seperti Engkau melindungi ruh manusia dalam tubuhnya sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”

Monday, July 22, 2019

Baca Doa Ini Sampai Nangis, Terbukti Ribuan Malaikat Turun

Terdapat satu riwayat yang indah dari sahabat mulia Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, riwayat ini dikutip dari Imam Ahmad bin Hanbal dengan sanad shahih.
Disebutkankah sebuah doa yang terbukti mustajab. Bukan hanya dikabulkan, ketika doa ini dibaca sampai usai, berulang kali, menghadap ke kiblat seraya menangis dengan tulus, Allah Ta’ala menurunkan ribuan malaikat sebagai penolong.
Kejadiannya saat berkecamuknya jihad Badar Al-Kubra. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangan hingga ketiaknya terlihat. Terdapat selendang di pundak beliau. Nabi melihat kaum Muslimin yang jumlahnya hanya 300an mujahid, kemudian mengarahkan tatapan kepada ribuan kaum kafir Quraisy.
Kedua golongan ini bertemu dengan misi yang berlainan.

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِيْ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِيْ اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الإِِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِي الأَرْضِ

“Ya Allah, penuhilah apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika sekelompok umat Islam ini binasa, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di bumi, selamanya.”
Umar bin Khaththab melanjutkan, Nabi berulang kali memanjatkan doa ini sembari menangis. Saking kencangnya tangis, selendang beliau pun terjatuh.
Melihat fenomena mengharukan tersebut, sahabat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq mendekap Nabi yang mulia dari arah belakang. Abu Bakar berupaya menenangkan dan meyakinkan Nabi atas nama saudara seiman.
“Wahai Nabi,” tutur Abu Bakar, “cukuplah permohonanmu kepada Rabbmu. Sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang telah dijanjikan-Nya.”
Tak berselang lama, Allah Ta’ala menurunkan satu ayat. Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menegaskan kebenaran janji-Nya. Allah Ta’ala langsung menurunkan ribuan malaikat untuk menolong kaum Muslimin.
Para sahabat yang turut serta ikut menyaksikan ribuan malaikat yang hadir, dengan berbagai versi penceritaan. Ada yang menyatakan, ia melihat kepada kafir Quraisy tiba-tiba terpisah dari badannya karena dipenggal.
Sosok yang memenggal tak terlihat, hanya sekilas, selayak bayangan putih. Itulah malaikat.
Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.’” (Qs. Al-Anfal [8]: 9)
Atas pertolongan Allah Ta’ala dengan turunnya seribu malaikat, kaum Muslimin memenangkan jihad Badar. 70 kafir Quraisy terbunuh. 70 lainnya menjadi tawanan.
Pertolongan hanya dari Allah Ta’ala. Dan kemenangan itu, dekat jaraknya. [Mbah Pirman/Kisahikmah]

Jika Menghadapi Masalah yang Sulit Terpecahkan, Bacalah Doa Ini

Takdir merupakan hak prerogatif bagi Allah. Kebaikan dan keburukan semuanya merupakan takdir Allah.
Jangan sampai kita suuladab pada Allah dengan mengaitkan kebaikan atas usaha kita, sementara keburukan dikaitkan dengan takdir Allah.
Itulah yang terjadi pada umumnya manusia. Saat berhasil, manusia seringkali mengaku-aku atas keberhasilannya. Namun, saat ia gagal, Allah lah yang disalahkan.
Oleh karena itu, selain ikhtiar maksimal, janganlah kita lupa untuk selalu mohon kepada Allah SWT.
Apa pun hasilnya serahkanlah pada Allah Swt. Biarkan Ia yang memilihkan jalan terbaik untuk kita.
Masalah yang sulit terpecahkan pun akan terasa mudah apabila kita pasrahkan semuanya pada-Nya.
Tentu pasrah dilakukan setelah kita berupaya maksimal.
Dalam salah satu catatannya, Syekh Abu Bakar Syatha mengutip doa dari Imam al-Fasyni untuk orang yang sedang menghadapi masalah yang sulit terpecahkan.
Doa tersebut adalah sebagai berikut. Menurut Syekh Abu Bakar Syatha, genggamlah jari tangan kanan, sambil membaca doa tersebut.
Saat sudah selesai membaca doa, bukalah kembali jari tangan Anda.

لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. اللهم لك الحمد، ومنك الفرج، وإليك المشتكى، وبك المستعان. ولا   حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.

“La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim. Allohumma lakal hamdu, wa minkal faroju, wa ilaikal musytaka, wa bikal musta‘an, wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.”
Artinya:
“Upaya dan kekuatan itu tidak akan ada kecuali pertolongan Allah Swt. Yang Maha Tinggi dan Agung. Ya Allah, segala puji hanya milik-Mu, kemudahan hanya dari-Mu, hanya pada-Mu tempat mengadu dan pertolongan dating. Tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali pertolongan Allah Swt. Yang Maha Tinggi dan Agung.”

Ketika Merasa Tidak Ada Jalan Keluar, Bacalah Doa Para Ashabul Kahfi Ini

Kisah Ashabul kahfi (penghuni gua) direkam dalam Al-Quran. Ketika tidak ada jalan keluar bagi mereka, Allah menyelamatkan mereka dan menjadikan kisah tersebut pelajaran bagi umat setelahnya.
Ketika merasa tidak ada jalan keluar dan bersembunyi di gua, mereka memanjatkan doa berikut ini
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Latin:
Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmataw wahayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa
Artinya:
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (QS. al-Kahfi; 10)