Dzikir Al Matsurat Petang Hassan Al Banna
Kumpulan artikel
Thursday, December 29, 2016
Wednesday, December 28, 2016
Friday, December 23, 2016
Salut, NU Akan Pecat Banser Yang Jaga Gereja!
NUGarisLurus.Com – Pengurus Cabang NU Pasuruan, Jawa Timur dikabarkan mengancam akan memecat banser yang tetap bersikukuh menjaga gereja saat natalan tahun ini. Informasi ini disampaikan Dewan Pakar Aswaja NU Jatim KH. Muhammad Idrus Ramli melalui facebooknya.
“Bangga dengan PCNU Pasuruan, BANSER yang ikut menjaga gereja akan dipecat, “ujar Kiai Idrus Ramli, Kamis, (22/12).
Selain menyampaikan info tersebut, Kiai Idrus juga merinci secara indah dalil keharaman membantu acara natalan.
DALIL KEHARAMAN MEMBANTU ACARA NATALAN
Pada masa Jahiliyah, di Madinah ada berhala bernama Zur. Setiap tahun, orang-orang musyrik mengadakan hari raya keagamaan di area patung tersebut selama satu minggu. Setelah Islam datang, ketika orang-orang musyrik mengadakan hari raya keagamaan, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melewati tempat itu mereka menjaga kehormatan diri mereka dengan tidak melihat patung dan orang-orang yang ada di situ. Sikap para sahabat tersebut direspon dan dipuji oleh Allah dalam al-Qur’an ayat:
وَالَّذِينَ لاَ يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (72)
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan zur (kepalsuan), dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS al-Furqan : 72).
Ayat di atas membicarakan tentang sifat-sifat orang-orang yang beriman kepada Allah yang disebut dengan ‘ibadurrahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih). Di antara sifat mereka adalah tidak menyaksikan, tidak menghadiri dan tidak mendatangi zur atau kepalsuan. Demikian penjelasan Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dan dikutip oleh al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi dalam tafsirnya al-Durr al-Mantsur. Oleh karena itu, para ulama salaf menafsirkan ayat di atas dengan penafsiran beragam secara redaksional, akan tetapi kemiliki kesatuan dalam pengertian.
Dalam satu riwayat, Ibnu Abbas dan al-Dhahhak, menafsirkan ayat tersebut, dengan arti tidak menghadiri acara-acara hari raya orang-orang Musyrik. Lebih tegas lagi, penafsiran Imam Qatadah:
وَأخرج عبد بن حميد وَابْن أبي حَاتِم عَن قَتَادَة رَضِي الله عَنهُ {وَالَّذين لاَ يشْهدُونَ الزُّور} قَالَ: لاَ يساعدون أهل الْبَاطِل على باطلهم وَلاَ يمالؤنهم فِيهِ
Abd bin Humaid dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah radhiyallaahu ‘anhu: “(Dan orang-orang yang tidak menyaksikan zur (kepalsuan)”. Qatadah berkata: “Mereka tidak membantu pengikut kebatilan atas kebatilan mereka dan tidak menolong mereka dalam hal kebatilan tersebut.” (Al-Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, juz 6 hlm 282-283).
وأخرج أبو القاسم اللالكائي عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ: {وَالَّذِينَ لاَ يَشْهَدُونَ الزُّورَ} [الفرقان: 72] قَالَ: لاَ يُمَالِئُونَ أَهْلَ الشِّرْكِ عَلَى شِرْكِهِمْ وَلاَ يُخَالِطُونَهُمْ.
Abu al-Qasim al-Lalaka’i meriwayatkan dari Amr bin Murrah (ulama salaf): “(Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan) maksudnya tidak membantu orang-orang musyrik atas kesyirikan mereka dan tidak bergabung dengan mereka.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkam Ahl al-Dzimmah, juz 3 hlm 1245).
Dari beberapa versi penafsiran ulama salaf di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ketika orang-orang Musyrik mengadakan hari raya keagamaan, maka orang-orang beriman yang selalu mengharapkan kasih sayang Allah, tidak akan menghadiri, menonton dan membantu acara keagamaan tersebut. Secara tidak langsung, ayat di atas menjadi larangan bagi kaum beriman untuk menghadiri, melihat dan membantu acara hari raya kaum musyrik. Pertanyaannya sekarang adalah, larangan menghadiri, menyaksikan, menonton dan membantu acara hari raya keagamaan agama lain di atas, apakah bersifat makruh saja, atau justru haram?
Jawaban dari pertanyaan di atas, akan dapat diketahuhi dengan mudah apabila kita mengetahui alasan pelarangan tersebut. Dalam konteks ini, al-Imam Fakhruddin al-Razi ketika menafsirkan ayat di atas memberikan penjelasan sebagai berikut:
الزُّورُ يَحْتَمِلُ إِقَامَةَ حُضُورَ كُلِّ مَوْضِعٍ يَجْرِي فِيهِ مَا لاَ يَنْبَغِي وَيَدْخُلُ فِيهِ أَعْيَادُ الْمُشْرِكِينَ وَمَجَامِعُ الْفُسَّاقِ، لأَنَّ مَنْ خَالَطَ أَهْلَ الشَّرِّ وَنَظَرَ إِلَى أَفْعَالِهِمْ وَحَضَرَ مَجَامِعَهُمْ فَقَدْ شَارَكَهُمْ فِي تِلْكَ الْمَعْصِيَةِ، لأَنَّ الْحُضُورَ وَالنَّظَرَ دَلِيلُ الرِّضَا بِهِ، بَلْ هُوَ سَبَبٌ لِوُجُودِهِ وَالزِّيَادَةِ فِيهِ، لأَنَّ الَّذِي حَمَلَهُمْ عَلَى فِعْلِهِ اسْتِحْسَانُ النَّظَّارَةِ وَرَغْبَتُهُمْ فِي النَّظَرِ إِلَيْهِ.
“Kata zur dalam ayat tersebut berkemungkinan menghadiri setiap tempat yang terjadi sesuatu yang tidak patut, dan masuk pula di dalamnya hari raya orang-orang musyrik dan tempat perkumpulan orang-orang fasiq. Karena orang yang bergabung dengan orang-orang yang buruk, melihat perbuatan mereka, dan menghadiri perkumpulan mereka berarti benar-benar ikut andil dengan mereka dalam kemaksiatan tersebut. Karena menghadiri dan menyaksikan termasuk bukti kerelaan terhadapnya. Bahkan menghadiri dan memandang merupakan sebab keberadaan dan perkembangannya. Karena suatu hal yang mendorong mereka untuk melakukannya adalah anggapan baik menonton dan keinginan mereka menyaksikannya.” (Al-Imam al-Razi, al-Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib, juz 24 hlm 98-99).
Dalam paparan al-Imam al-Razi di atas dijelaskan, bahwa larangan menghadiri, menonton, melihat dan membantu hari raya orang-orang musyrik, karena hal tersebut menjadi bukti kerelaan terhadap kemaksiatan dan kesyirikan. Sedangkan rela terhadap kemaksiatan adalah maksiat. Sebagaimana rela terhadap kekufuran adalah kufur. Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami, menyampaikan kaedah baku dalam madzhab Syafi’i sebagai berikut:
اَلرِّضَا بِالْكُفْرِ كُفْرٌ وَلَوْ ضِمْنًا
“Rela terhadap kekafiran adalah kafir, meskipun kerelaan tersebut bersifat implisit.” (Ibnu Hajar al-Haitami, al-I’lam bi-Qawathi’ al-Islam, hlm 133).
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan, bahwa larangan menghadiri, menonton dan membantu acara hari raya orang-orang musyrik adalah haram. Bahkan termasuk bukti kerelaan terhadap kekafiran yang hukumnya adalah kafir. Oleh karena itu, para ulama telah berijma’ tentang keharaman menghadiri, menonton dan membantu acara hari raya orang-orang musyrik. Dalam konteks ini Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah al-Hanbali berkata:
حُكْمُ حُضُورِ أَعْيَادِ أَهْلِ الْكِتَابِ … لاَ يَجُوزُ لِلْمُسْلِمِينَ مُمَالأَتُهُمْ عَلَيْهِ وَلاَ مُسَاعَدَتُهُمْ وَلاَ الْحُضُورُ مَعَهُمْ بِاتِّفَاقِ أَهْلِ الْعِلْمِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهُ.
“Hukum menghadiri hari raya Ahlul-Kitab (Yahudi dan Nasrani) … Kaum Muslimin tidak boleh membantu mereka, memberikan pertolongan dan hadir bersama mereka berdasarkan kesepakatan ahli ilmu agama yang memang ahli di bidangnya.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkam Ahl al-Dzimmah, juz 3 hlm 1245).
Kemudian beliau mengutip pernyataan seorang ulama madzhab Syafi’i, yaitu al-Imam al-Hafizh Abu al-Qasim Hibatullah bin al-Hasan bin Manshur al-Thabari al-Syafi’i yang berkata:
وَلاَ يَجُوزُ لِلْمُسْلِمِينَ أَنْ يَحْضُرُوا أَعْيَادَهُمْ؛ لأَنَّهُمْ عَلَى مُنْكَرٍ وَزُورٍ، وَإِذَا خَالَطَ أَهْلُ الْمَعْرُوفِ أَهْلَ الْمُنْكَرِ بِغَيْرِ اْلإِنْكَارِ عَلَيْهِمْ كَانُوا كَالرَّاضِينَ بِهِ الْمُؤْثِرِينَ لَهُ، فَنَخْشَى مِنْ نُزُولِ سُخْطِ اللهِ عَلَى جَمَاعَتِهِمْ فَيَعُمُّ الْجَمِيعَ، نَعُوذُ بِاللهِ مِنْ سُخْطِهِ.
“Kaum Muslimin tidak boleh menghadiri hari raya mereka, karena sesungguhnya mereka berada pada kemungkaran dan kepalsuan. Apabila orang-orang baik bergabung dengan orang-orang yang melakukan kemungkaran dengan tanpa mengingkari kemungkaran tersebut, maka berarti mereka seperti orang-orang yang rela terhadap kemunkaran tersebut dan bahkan mengutamakan kemungkaran itu. Kami mengkhawatirkan turunnya murka Allah kepada perkumpulan mereka, maka kemurkaan itu akan merata kepada semuanya. Kami berlindung kepada Allah dari kemurkaan-Nya.”
Al-Imam al-Baihaqi meriwayatkan beberapa pernyataan kaum salaf tentang larang menghadiri hari raya orang-orang musyrik sebagai berikut:
عَنْ عَطَاءِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ قَالَ عُمَرُ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ : لاَ تَعَلَّمُوا رَطَانَةَ الأَعَاجِمِ وَلاَ تَدْخُلُوا عَلَى الْمُشْرِكِينَ فِى كَنَائِسِهِمْ يَوْمَ عِيدِهِمْ فَإِنَّ السُّخْطَةَ تَنْزِلُ عَلَيْهِمْ.
“Atha’ bin Dinar berkata: “Umar radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Janganlah kalian mempelajari bahasa kaum Ajam, dan jangan memasuki gereja-gereja orang-orang musyrik pada hari raya mereka, karena kemurkaan akan turun pada mereka.”
عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : اجْتَنِبُوا أَعْدَاءَ اللهِ فِى عِيدِهِمْ.
“Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Jauhilah musuh-musuh Allah dalam hari raya mereka.”
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ : مَنْ بَنَى بِبِلاَدِ الأَعَاجِمِ وَصَنَعَ نَيْرُوزَهُمْ وَمِهْرَجَانَهُمْ وَتَشَبَّهَ بِهِمْ حَتَّى يَمُوتَ وَهُوَ كَذَلِكَ حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Abdullah bin Amr berkata: “Barangsiapa yang membangun rumah di negeri-negeri Ajami, mengadakan acara tahun baru mereka dan festifal mereka, dan menyerupai mereka hingga mati dalam keadaan demikian, maka akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat.” (Al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra juz 9 hlm 392).
Kesimpulan dari paparan di atas, menghadiri, melihat, menonton dan membantu acara hari raya orang-orang musyrik, Yahudi, Nasrani dan lain-lain hukumnya adalah haram dan termasuk bukti kerelaan terhadap kemaksiatan. Rela terhadap kemaksiatan adalah maksiat. Rela terhadap kekafiran adalah kafir.
Tulisan ini tidak dibuat sebagai bentuk kebencian kepada saudara-saudaraku yang ingin menjaga kegiatan natalan. Tetapi tulisan ini dibuat sebagai kasih sayang dan menginginkan semuanya tetap dalam koridor ajaran Islam Ahlussunnah Wal-Jamaah yang disebarkan oleh para pendahulu di tanah air. Wallahu a’lam.
Muhammad Idrus Ramli
Wallahu Alam
Friday, December 9, 2016
Ternyata Ini yang Membuat Imam Bukhari Sembuh dari Kebutaan
Sedari kecil Imam Al-Bukhari mengalami rasa sakit yang teramat di kedua matanya, hingga akhirnya mengalami kebutaan. Keadaan tersebut terus beliau alami hingga suatu ketika Allah mengembalikan penglihatannya berkat usaha yang ditekuni oleh ibunya. Allah benar-benar memberikan kesembuhan kepada Imam Al-Bukhari. Lantas, amal apa yang dilakukan oleh ibunda Imam Al-Bukhari?
Diriwayatkan bahwa ibunda Imam Bukhari selalu menekuni doa sepanjang malam dan siang. Dengan deraian air mata kejujuran, berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, tidak putus asa atau mengadu, ia terus berbaik sangka kepada Rabb yang Maha Mulia.
Suatu malam, ibunda Al-Bukhari tertidur, dan ia bermimpi melihat Nabi Ibrahim SAW. Dalam mimpinya Nabi Ibrahim berkata, “Wahai perempuan, sungguh Allah telah mengembalikan penglihatan putramu, karena banyaknya tangisanmu, atau banyaknya doa yang kamu lantunkan.”
Imam Al-Bukhari pun kemudian bisa melihat. Ketika Allah Ta’ala telah mengembalikan penglihatan Al-Bukhari, ibunda Al-Bukhari kemudian berupaya keras untuk mengajari putranya. Di antarnya ke berbagai majelis ilmu yang ada saat itu.
Al-Bukhari juga mengelilingi negeri-negeri Islam untuk mencari hadits-hadits Nabi dengan hafalan yang kuat. Berkat usaha kerasnya yang diikat dengan kesabaran kuat, Allah ta’ala memberikan kepampuan kepada Al-Bukhari untuk memastikan keshahihan hadits Nabi yang mulia. Sehingga Al-Bukhari menjadi salah seorang pembesar syaikh Islam dalam ilmu hadits. Kitabnya, Shahih Al-Bukhari juga menjadi kitab yang paling shahih setelah Kitab Allah Ta’ala.
Imam Muslim pernah bersua dengan Imam Al-Bukhari, lalu ia mengecup keningnya, dan berkata, “Biarkanlah aku mencium kedua kakimu, wahai ustadznya para ustadz, penghulu para muhaddits, dan dokter dalam menganalisa cacat-catat dalam hadits.”
Semoga kisah di atas bisa menginspirasi kita semua tentang dahsyatnya energi doa seorang ibu. Tidak ada yang mustahil, apapun bisa terjadi kalau Allah sudah menghendaki. Wallahu a’lam bis shawab!
Disadur dari Buku Teladan Ibunda Para Tokoh Karya Jum’ah Sa’ad Fathul Bab, Penerbit Aqwam, Solo
Tuesday, November 22, 2016
HP ANDROID ANDA HILANG? COBA TEMUKAN DENGAN CARA INI!
Anda pernah kehilangan HP android? Jika iya, maka sekarang Kamu tidak perlu khawatir karena hp android bisa ditemukan dengan mudah. Berbeda dengan HP biasa, HP android sudah dibekali dengan sistem yang sangat canggih sehingga bisa dilacak keberadaannya. Untuk melacak keberadaan HP android yang hilang bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan menginstal aplikasi internal khusus untuk melacak HP. Namun tahukah Kamu, bahwa android ternyata sudah dibekali dengan Google Device Manager yang bisa digunakan untuk melacak android yang hilang.
Dengan adanya Google Device Manager ini Kamu tidak perlu menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mencari android Kamu yang hilang. Cara menggunakan Google Device Manager ini sangat mudah dan praktis. Terlebih Google Device Manager juga bisa diakses melalui android milik orang lain dan juga laptop ataupun komputer. Jadi, Kamu tidak perlu panik lagi jika HP android Kamu hilang.
Melacak HP Android yang Hilang dengan HP Android Lainnya
Cara melacak HP android yang hilang dengan menggunakan HP android lainnya bisa dilakukan dengan mudah. Adapun langkah-langkahnya yaitu:
- Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginstal Google Device Manager. Biasanya HP android secara otomatis sudah terinstall di dalamnya. Jika sudah ada Google Device Manager, maka Kamu tinggal membukanya saja lalu pilih accept.
- Selanjutnya Kamu akan diminta untuk memasukkan akun Google yang aktif pada HP android Kamu yang hilang. Jangan lupa untuk memasukkan password yang benar sesuai dengan password email pada saat pertama kali membuatnya.
- Kemudian tunggu beberapa saat maka pada layar akan muncul letak dimana HP android Kamu berada. Jika hilang dirumah dan masih berada didalam rumah maka akan muncul lokasi keberadaan android Kamu masih ada dirumah Kamu. Sedangkan jika hilang karena dicuri maka Kamu akan menemukan lokasi HP android Kamu saat ini.
- Setelah itu Kamu akan melihat pilihan beberapa menu pada bagian bawah. Kamu bisa memilih salah satu option yang ingin Kamu lakukan pada HP Kamu. Ada tiga option yaitu ring, lock, dan erase. Jika HP Kamu masih berada didalam rumah, maka Kamu bisa pilih option ring dan tunggu beberapa saat maka HP Kamu akan berbunyi sehingga Kamu bisa menemukannya. Jika HP hilang karena dicuri, maka Kamu bisa mengunci ataupun menghapus semua data yang ada didalam HP.
Melacak HP Android yang Hilang dengan Komputer
Selain dengan menggunakan HP android, Kamu juga bisa melacak HP android yang hilang dengan menggunakan komputer ataupun laptop. Untuk melacak HP android yang hilang melalui komputer bisa dilakukan asalkan Kamu terhubung dengan koneksi internet. Berikut ini langkah-langkah untuk melacak HP android dengan menggunakan komputer:
- Langkah pertama untuk melacak HP android dengan menggunakan laptop adalah kunjungilah google.com/android/devicemanager dengan menggunakan browser yang biasa Kamu gunakan untuk browsing.
- Setelah itu, Kamu akan diminta untuk memasukkan alamat email yang masih aktif dalam HP android Kamu. Jika Kamu sudah memasukkan alamat email, maka akan muncul foto profil yang Kamu gunakan pada email dan Kamu akan diminta memasukkan passwordnya. Kemudian klik atau pilih sign in.
- Selanjutnya akan muncul allert mengenai google device manager, yang perlu Kamu lakukan hanya memilih accept lalu tunggu beberapa saat. Untuk menemukan HP android Kamu yang hilang, maka GPS pada HP Kamu harus aktif. Jika GPS Kamu masih aktif, maka Kamu bisa langsung menemukan lokasi keberadaan HP Kamu. Namun jika GPS pada HP mati, maka Kamu tidak bisa menemukannya. Walaupun demikian, Kamu tetap bisa menghapus data dengan pilih tombol erase.
- Kemudian untuk mencegah penyalah gunaan HP android yang hilang, maka Kamu bisa memilih lock untuk mengunci semua akun dan media yang ada pada HP Kamu. Namun jika lokasi ditemukan dan Kamu ingin mendapatkannya kembali, maka bisa pilih ring untuk membunyikan HP android Kamu.
Dengan cara ini tentunya anda tidak perlu khawatir lagi jika HP android Kamu hilang karena dicuri ataupun Kamu terlupa pada saat meletakkannya. Walaupun HP android bisa dilacak keberadaannya namun tetap saja anda harus berhati-hati dalam meletakkan HP android. Jika HP android bisa terlacak tapi Kamu tidak bisa mendapatkan kembali, maka semua data yang tersimpan sudah tidak bisa dikembalikan kembali.
Monday, November 21, 2016
Ratusan Pejabat 'Abdya' Tes Baca Alquran dan Praktik Shalat
Sebanyak 366 pejabat eselon II dan III di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, mengikuti tes membaca Alquran dan praktik shlat sebagai panutan bagi masyarakat. Langkah ini sebagai upaya melahirkan pejabat yang layak untuk memimpin masyarakatnya.
Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Abdya M Hanafiah mengatakan, tes itu diberilakukan pada pejabat eselon II, eselon III dan para kepala sekolah. Tes baca Alquran sekaligus praktik shalat ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 517 Tahun 2016 tentang Pembentukan panitia tes praktik shalat dan baca Alquran bagi pejabat eselon serta SK Bupati Nomor 518 tahun 2016 tentang penunjukan dewan hakim.
Hanifiah mengatakan, adapun peserta yang di tes praktik shalat dan baca Alquran tersebut adalah pejabat eselon II seperti asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, sekretaris dewan dan kepala inspektorat. Sedangkan untuk pejabat eselon III yakni para camat, para kepala bagian, kepala sekretariat, kepala bidang di seluruh instansi Pemerintahan Abdya hingga kepala sekolah dasar, kepala TK dan Kepala SMP dengan jumlah peserta sekitar 366 orang.
Dikatakan Hanafiah, proses tes baca Alquran dan tes praktik shalat tersebut telah dibuka secara resmi oleh Bupati Abdya Jupri Hasanuddin di aula masjid pendopo dihadiri Forkopimda, ulama, MPU dan ratusan PNS. "Acara ini kita targetkan selama empat hari sudah selesai. Kemudian, tes baca Alquran dan praktik shalat perdana dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Setdakab ) Tamrin dan para Asisten Setdakab, baru kemudian diikuti oleh seluruh pejabat eselon II dan III," katanya.
Sementara Bupati Jupri di sela-sela acara pembukaan tersebut mengatakan, tes baca Alquran yang dilakukan tersebut bukan timbul karena sesuatu yang harus diperhatikan, akan tetapi supaya menjadi panutan bagi masyarakat. "Tes ini kita lakukan bukan sebagai ajang memamerkan tentang persoalan keagamaan, tetapi konsen untuk membangun spiritual, mental dan moral, sehingga menjadi panutan di masyarakat," katanya.
Jupri mengatakan, timbulnya ide tes baca Alquran dan test praktik shalat terhadap semua pejabat tersebut bukan murni dari dirinya melainkan atas usulan ulama, supaya dapat melahirkan pejabat yang layak untuk memimpin masyarakat. "Alangkah bagusnya kita yang diberi amanah ini dapat memenuhi expektasi masyarakat terutama dalam memilih kepala dinas yang layak. Bukan saja cerdas pengetahuan atau disiplin ilmu, tetapi juga harus cakap membaca Alquran, cakap mendirikan shalat dan cakap dalam ilmu agama," tutur Bupati.
Selain membangun seluruh sektor pembangunan pisik, Pemkab Abdya sejak empat tahun terakhir, terus membangun sendi-sendi keagamaan seperti rumah ibadah, pusat pendidikan Islam, pesantren, santunan anak yatim, termasuk memberangkatkan ulama umrah ke Arab Saudi secara gratis. "Siapa lagi yang menjaga agama Islam kalau bukan kita. Tetapi, selama ini, apa yang saya lakukan untuk agama selalu dikait-kaitkan dengan politik," katanya.
Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Abdya M Hanafiah mengatakan, tes itu diberilakukan pada pejabat eselon II, eselon III dan para kepala sekolah. Tes baca Alquran sekaligus praktik shalat ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 517 Tahun 2016 tentang Pembentukan panitia tes praktik shalat dan baca Alquran bagi pejabat eselon serta SK Bupati Nomor 518 tahun 2016 tentang penunjukan dewan hakim.
Hanifiah mengatakan, adapun peserta yang di tes praktik shalat dan baca Alquran tersebut adalah pejabat eselon II seperti asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, sekretaris dewan dan kepala inspektorat. Sedangkan untuk pejabat eselon III yakni para camat, para kepala bagian, kepala sekretariat, kepala bidang di seluruh instansi Pemerintahan Abdya hingga kepala sekolah dasar, kepala TK dan Kepala SMP dengan jumlah peserta sekitar 366 orang.
Dikatakan Hanafiah, proses tes baca Alquran dan tes praktik shalat tersebut telah dibuka secara resmi oleh Bupati Abdya Jupri Hasanuddin di aula masjid pendopo dihadiri Forkopimda, ulama, MPU dan ratusan PNS. "Acara ini kita targetkan selama empat hari sudah selesai. Kemudian, tes baca Alquran dan praktik shalat perdana dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Setdakab ) Tamrin dan para Asisten Setdakab, baru kemudian diikuti oleh seluruh pejabat eselon II dan III," katanya.
Sementara Bupati Jupri di sela-sela acara pembukaan tersebut mengatakan, tes baca Alquran yang dilakukan tersebut bukan timbul karena sesuatu yang harus diperhatikan, akan tetapi supaya menjadi panutan bagi masyarakat. "Tes ini kita lakukan bukan sebagai ajang memamerkan tentang persoalan keagamaan, tetapi konsen untuk membangun spiritual, mental dan moral, sehingga menjadi panutan di masyarakat," katanya.
Jupri mengatakan, timbulnya ide tes baca Alquran dan test praktik shalat terhadap semua pejabat tersebut bukan murni dari dirinya melainkan atas usulan ulama, supaya dapat melahirkan pejabat yang layak untuk memimpin masyarakat. "Alangkah bagusnya kita yang diberi amanah ini dapat memenuhi expektasi masyarakat terutama dalam memilih kepala dinas yang layak. Bukan saja cerdas pengetahuan atau disiplin ilmu, tetapi juga harus cakap membaca Alquran, cakap mendirikan shalat dan cakap dalam ilmu agama," tutur Bupati.
Selain membangun seluruh sektor pembangunan pisik, Pemkab Abdya sejak empat tahun terakhir, terus membangun sendi-sendi keagamaan seperti rumah ibadah, pusat pendidikan Islam, pesantren, santunan anak yatim, termasuk memberangkatkan ulama umrah ke Arab Saudi secara gratis. "Siapa lagi yang menjaga agama Islam kalau bukan kita. Tetapi, selama ini, apa yang saya lakukan untuk agama selalu dikait-kaitkan dengan politik," katanya.
Sumber : Antara
Sunday, November 20, 2016
Mau Jadi Pengusaha Muslim Sukses, Baca Dua Hal Ini
Majelis Ta'lim Wirausaha (MTW) menggelar seminar mengangat tema Menjadi Muslim Visioner. Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah Kosmetik, jadi salah satu pembicara yang bertujuan membagikan semangat sukses kepada umat Islam di Indonesia.
Nurhayati menilai disiplin masih menjadi salah satu alasan utama banyaknya pengusaha Muslim yang berguguran di dunia bisnis. Karenanya, ia mengajak pengusaha Muslim mampu ke luar dari pola pikir instan, yang akan mempengaruhi kedisiplinan itu sendiri.
"Kurang disiplin karena kita sering terperangkap budaya instan, Wardah sendiri sudah 21 tahun tapi itu bertahap," kata Nurhayati kepada republika.co.id, Ahad (20/11).
Menurutnya, budaya instan yang ada akan mengakibatkan pola pikir seseorang akan menjadi tidak disiplin, yang sudah pasti berakibat buruk terhadap bisnis yang dijalankan. Sementara ketidakdisiplinan itu yang akan menjadi titik hlangnya perjuangan seorang pengusaha.
Nurhayati melihat tidak sedikit pengusaha Muslim yang menyerah dari kerasnya persaingan pasar, dikarenakan tidak mau menerapkan ilmu pemasaran (marketing). Padahal, ia merasa ilmu pemasaran itu sudah ada tapi tidak diterapkan dan mengakibatkan pengusaha kalah bersaing.
Meski begitu, ia mengingatkan ada satu lagi aspek yang seharusnya bisa dijadikan umat Islam sebagai pegangan meraih kesuksesan, yaitu pertolongan Allah SWT. Menurut Nurhayati, seorang Muslim tinggal melakukan usaha semaksimal mungkin, dan meyakini Allah SWT tidak akan tinggal diam.
"Yakin, kita bisa lebih bagus karena pertolongan Allah SWT itu tadi," ujar Nurhayati.
Saat ini, Wardah sendiri sudah mampu menjadi salah satu pemasok bahan kosmetik terbesar, bukan cuma di Indonesia tapi dunia. Jatuh dan bangun dunia bisnis seakan justru menjadi dorongan Wardah untuk mampu mengepakan sayap dan berbicara banyak di dunia bisnis internasional.
Nurhayati menilai disiplin masih menjadi salah satu alasan utama banyaknya pengusaha Muslim yang berguguran di dunia bisnis. Karenanya, ia mengajak pengusaha Muslim mampu ke luar dari pola pikir instan, yang akan mempengaruhi kedisiplinan itu sendiri.
"Kurang disiplin karena kita sering terperangkap budaya instan, Wardah sendiri sudah 21 tahun tapi itu bertahap," kata Nurhayati kepada republika.co.id, Ahad (20/11).
Menurutnya, budaya instan yang ada akan mengakibatkan pola pikir seseorang akan menjadi tidak disiplin, yang sudah pasti berakibat buruk terhadap bisnis yang dijalankan. Sementara ketidakdisiplinan itu yang akan menjadi titik hlangnya perjuangan seorang pengusaha.
Nurhayati melihat tidak sedikit pengusaha Muslim yang menyerah dari kerasnya persaingan pasar, dikarenakan tidak mau menerapkan ilmu pemasaran (marketing). Padahal, ia merasa ilmu pemasaran itu sudah ada tapi tidak diterapkan dan mengakibatkan pengusaha kalah bersaing.
Meski begitu, ia mengingatkan ada satu lagi aspek yang seharusnya bisa dijadikan umat Islam sebagai pegangan meraih kesuksesan, yaitu pertolongan Allah SWT. Menurut Nurhayati, seorang Muslim tinggal melakukan usaha semaksimal mungkin, dan meyakini Allah SWT tidak akan tinggal diam.
"Yakin, kita bisa lebih bagus karena pertolongan Allah SWT itu tadi," ujar Nurhayati.
Saat ini, Wardah sendiri sudah mampu menjadi salah satu pemasok bahan kosmetik terbesar, bukan cuma di Indonesia tapi dunia. Jatuh dan bangun dunia bisnis seakan justru menjadi dorongan Wardah untuk mampu mengepakan sayap dan berbicara banyak di dunia bisnis internasional.
Pendiri Wardah Minta Pengusaha Muslim Menjadi Taipan
JAKARTA -- Nurhayati Subakat menjadi pembicara di seminar 'Menjadi Muslim Visioner Majelis Ta'lim Wirausaha'. Ia pun membagikan pengalamannya selama 21 tahun mendirikan Wardah.
Pendiri Wardah Kosmetik, Nurhayati Subakat, mengatakan tantangan pengusaha Muslim dan non-Muslim di dunia bisnis sebenarnya sama. Maka itu, ia menekankan kesuksesan yang sama dan diraih pengusaha non-Muslim tentu bisa diraih pengusaha Muslim.
"Sama saja, kita jangan meminggirkan diri kita sendiri," kata Nurhayati kepada Republika.co.id, Ahad (20/11). Ia menerangkan, seorang pengusaha memang sudah seharusnya tidak pernah berkecil hati, jika ingin bersaing di dunia bisnis. Menurut Nurhayati, yang terpenting pengusaha itu memiliki kedisiplinan diri untuk memberikan produk yang berkualitas.
Selain itu, ia menyarankan kepada para pengusaha Muslim di dunia bisnis untuk tidak menyalahkan orang lain, termasuk kepada permainan taipan. Nurhayati menilai, pengusaha Muslim cukup buktikan apa yang dimiliki lebih baik, dan justru jadilah taipan.
"Kita tidak bisa salahkan orang, apalagi taipan, kita yang harus jadi taipan," ujar Nurhayati.
Belakangan, ia mengaku memang banyak diminta membagikan pengalaman yang dialami selama berjuang di dunia bisnis. Nurhayati merasa, semangat yang ditularkan lewat cerita yang disampaikan, merupakan modal yang lebih besar dibanding uang. (ROL)
Pendiri Wardah Kosmetik, Nurhayati Subakat, mengatakan tantangan pengusaha Muslim dan non-Muslim di dunia bisnis sebenarnya sama. Maka itu, ia menekankan kesuksesan yang sama dan diraih pengusaha non-Muslim tentu bisa diraih pengusaha Muslim.
"Sama saja, kita jangan meminggirkan diri kita sendiri," kata Nurhayati kepada Republika.co.id, Ahad (20/11). Ia menerangkan, seorang pengusaha memang sudah seharusnya tidak pernah berkecil hati, jika ingin bersaing di dunia bisnis. Menurut Nurhayati, yang terpenting pengusaha itu memiliki kedisiplinan diri untuk memberikan produk yang berkualitas.
Selain itu, ia menyarankan kepada para pengusaha Muslim di dunia bisnis untuk tidak menyalahkan orang lain, termasuk kepada permainan taipan. Nurhayati menilai, pengusaha Muslim cukup buktikan apa yang dimiliki lebih baik, dan justru jadilah taipan.
"Kita tidak bisa salahkan orang, apalagi taipan, kita yang harus jadi taipan," ujar Nurhayati.
Belakangan, ia mengaku memang banyak diminta membagikan pengalaman yang dialami selama berjuang di dunia bisnis. Nurhayati merasa, semangat yang ditularkan lewat cerita yang disampaikan, merupakan modal yang lebih besar dibanding uang. (ROL)
Ketum MTW: Aksi 411 & 212 Momentum Umat Islam Bangkit
Jakarta–Seminar bertajuk “Menjadi Muslim Visioner” yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) sebagai tindak lanjut dari “Gerakan 411” lalu berlangsung meriah, Ahad (20/11). MTW berharap ini menjadi kebangkitan umat Islam di Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi.
Ketua Umum MTW Ustadz Velentino Dinsi, MM MBA mengatakan ini momentum yang baik untuk membangkitkan umat Islam. Aksi Damai 411 dan yang akan diselenggarakan pada 2 Desember merupakan momentum berharga umat Islam untuk segera bangkit.
Valen panggilan akrab lelaki berkacamata ini mengatakan bahwa momentum besar ini jangan hanya berhenti pada bidang politik. Tapi bisa berlanjut ke kebangkitan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lain sebagainya.
Hadirnya MTW di tengah-tengah umat menjadi wadah membangun ekonomi umat Islam berbasis masjid. “Karena Alquran satukan kita, dan inilah momentum dan titik baliknya. Demi Allah, saya sangat yakin, Insya Allah Indonesia akan menjadi saudara kembar Turki yang akan memimpin kebangkitan Islam di dunia,” paparnya.
Valen menegaskan lahirnya MTW mengambil peran ekonomi, dan menjadi ‘tukang jahit’ memperbaiki sisi sisi yang lubang untuk dirapikan. Potensi umat Islam saat ini sangat besar namun belum termanage dengan baik.
MTW ingin menjadi menjadi pendorong, khususnya gerakan dari masjid dalam hal ekonomi umat. Saat ini ada 850 ribu masjid yang tercatat di Indonesia. Jika ini digerakan ekonominya maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.
MTW akan Dirikan Bank Umat dan Bank Tanah
Valen juga mengatakan, tahun depan pihaknya melalui MTW akan mendirikan sebuah bank umat, di mana pemegang sahamnya adalah para jamaah masjid dan masjid. “Uang umat Islam akan pindah ke bank umat dengan berbasis masjid.
Tahun depan juga, tambah Valen, dirinya akan meluncurkan Indonesia Land Bank atau bank tanah Indonesia, salah satu tujuannya adalah menyelematkan tanah negeri ini dari penguasaan asing. “Jadi jangan jual tanah ke asing, aseng dan asong,” katanya optimis. [FR]
Saturday, November 19, 2016
Subhanallah, Inilah Amalan Dan Doa Mustajab Agar Harta Dunia Mengejarmu Tanpa Kau Mengejarnya
Diriwayatkan bahwa seorang Sahabat mengeluh kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata:
"Ya Rasulullah, kenapa dunia seolah-olah tidak menginginkanku, semua usahaku bangkrut, peternakan dan pertanianku pun selalu gagal panen? Sambil tersenyum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan tentang tasbihnya para Malaikat serta tasbihnya penghuni alam semesta yaitu kalimat:
SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI SUBHANALLAHIL 'AZHIM WASTAGHFIRULLAH
Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah 100 kali sebelum terbit Fajar. Maka dunia akan memohon kepada Allah agar engkau miliki (mengejarmu tanpa kau mengejarnya)"
Selang beberapa bulan kemudian, sahabat tadi kembali lagi dan bercerita:
"Wahai Rasulullah, sekarang aku bingung dengan hartaku kemana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku karena banyaknya."
(Diriwayatkan oleh Al Khatib Al Baghdadi dari Imam Malik Rahimahullah. Dikutip dari Kitab أبواب الفرج oleh Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki)
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم واستغفر الله
SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI SUBHANALLAHIL 'AZHIM WASTAGHFIRULLAH
Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah 100 kali sebelum terbit Fajar. Maka dunia akan memohon kepada Allah agar engkau miliki (mengejarmu tanpa kau mengejarnya)"
Selang beberapa bulan kemudian, sahabat tadi kembali lagi dan bercerita:
"Wahai Rasulullah, sekarang aku bingung dengan hartaku kemana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku karena banyaknya."
(Diriwayatkan oleh Al Khatib Al Baghdadi dari Imam Malik Rahimahullah. Dikutip dari Kitab أبواب الفرج oleh Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki)
Subhaanallah, Ternyata Allah Memberikan Rezeki Kepada MakhlukNya Dalam 4 Cara
Tahukah bahwa Allah memberi rezeki kepada makhlukNya dengan cara yang berbeda-beda ataupun bertahap-tahap? Rezeki yang sebagian besar manusia ketahui hanyalah rezeki yang telah Allah tentukan ketika manusia itu lahir ke dunia dan rezeki yang diusahakan.
Padahal dalam Al Quran, Allah menjelaskan tentang pemberian rezeki dengan sistem atau tahapan yang berbeda.
Dalam surat Hud ayat 6, Allah memberikan keterangan tentang jaminan rezeki bagi setiap makhlukNya.
“Tidak suatu binatang pun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.” (QS Hud 6)
Berbagai rezeki yang telah Allah jamin tersebut meliputi kesehatan, makanan dan minuman. Jika dikategorikan, maka rezeki yang dijamin tersebut termasuk dalam rezeki primer atau rezeki yang terendah.
Tahap Kedua : Rezeki Yang Sesuai Dengan Usaha MakhlukNya
Allah berfirman dalam Al Quran
Dalam memberikan rezekiNya, Allah juga memberikan peran serta manusia atau makhluk itu sendiri. Contohnya jika seseorang bekerja di sebuah perusahaan full selama satu bulan, maka ia pun akan mendapatkan gaji full satu bulan. Selain rezeki berupa uang, cara Allah ini juga berlaku di bidang keilmuan sehingga semakin rajin ia menuntut ilmu, semakin banyak pula ilmu yang didapat. Dan rezeki yang demikian tidak memandang apakah ia muslim ataukah kafir.
Tahap Ketiga : Rezeki Bagi Orang Yang Bersyukur
Dalam menjelaskan hal ini, Allah telah menyatakan dalam surat Ibrahim ayat 7.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS Ibrahim 7)
Itulah rezeki yang menjadi bukti kasih sayang Allah kepada hambaNya yang bersykur. Dengan bersyukur, maka Allah akan menambah kelimpahan rezeki bagi dirinya.
Dengan selalu menjadi orang yang bersyukur, maka usaha yang dirintisnya akan sukses karena Allah sendiri yang menambahkan.
Tahap Keempat : Rezeki Yang Tidak Disangka-Sangka
Rezeki seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang bertakwa dan beramal shaleh.
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath Thalaq 2-3)
Inilah rezeki yang istimewa dari Allah karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Hanya orang yang bertakwalah yang bisa mendapatkannya. Dan biasanya itu akan terjadi ketika dalam kondisi yang sangat dibutuhkan.
Itulah beberapa cara Allah dalam memberi rezeki kepada makhlukNya. Jadi apakah kita hanya ingin dalam tahap satu atau dua saja? Ataukah ingin mendapatkan hingga tahap yang keempat? Silakan tentukan sendiri.
Friday, November 18, 2016
Suap Diharamkan, Ini Alasannya

KITA tahu bahwa dalam hukum Islam, suap menyuap itu diharamkan. Hal itu temasuk dalam kategori dosa besar. Dan tentu kita tahu bila termasuk kategori itu, maka tak aka nada ampun bagi orang yang melakukannya. Sebab, Allah telah menyediakan tempat yang sangat mengerikan di akhirat kelak untuknya.
Tapi, mungkin kita sendiri belum tahu, mengapa Allah melarang kita untuk melakukan suap. Maka, banyak di antara kita yang masih melakukannya. Salah satu alasannya, mungkin ia tidak mengerti. Padahal, di balik larangan Allah ada hikmah yang tersembunyi. Lantas, apa alasan diharamkannya suap?
1. Berdasarkan hadis yang shahih disebutkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya melaknat penyuap dan penerima suap (ini adalah ancaman yang sangat keras). Oleh karena itulah, suap digolongkan ke dalam dosa besar.
2. Suap akan mengakibatkan rusaknya norma kehidupan manusia. Seorang yang memberi suap dengan nilai yang lebih tinggi maka dialah yang akan mendapatkan kemudahan. Sehingga setiap orang akan bersaing untuk memberi suap dengan nilai yang lebih tinggi dari pihak lawannya.
3. Dengan suap, akan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan terhadap hukum Allah. Suap yang diterima oleh seorang hakim, akan mendorongnya untuk memberi putusan yang tidak sesuai dengan hukum Allah (keadilan). Berarti ia telah melakukan perubahan terhadap hukum Allah.
4. Suap merupakan tindak kedzaliman. Hakim yang menerima suap akan memberi putusan (menguntungkan) bagi si penyuap melalui cara yang tidak benar. Berarti ia telah berbuat dzalim (tidak adil) terhadap lawan si penyuap.
5. Suap merupakan tindakan memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar.
6. Suap adalah perbuatan menyia-nyiakan amanah (khianat). (Lihat asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ 15/306)
Itulah beberapa alasan kenapa suap menjadi hal yang diharamkan. Ternyata, sungguh merugikan bukan? Jadi, masihkah Anda tertarik untuk menyuap? Jika ya, maka termasuk salah seorang yang tak manusiawi, yang hanya mementingkan diri sendiri. []
6. Suap adalah perbuatan menyia-nyiakan amanah (khianat). (Lihat asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ 15/306)
Itulah beberapa alasan kenapa suap menjadi hal yang diharamkan. Ternyata, sungguh merugikan bukan? Jadi, masihkah Anda tertarik untuk menyuap? Jika ya, maka termasuk salah seorang yang tak manusiawi, yang hanya mementingkan diri sendiri. []
Sumber: darussalaf.or.id
Wednesday, November 2, 2016
Kosakata Pemikir Besar
APAKAH anda seorang pemikir besar? Seorang motivator mengatakan jika anda ingin menjadi orang sukses maka berprilakulah seperti orang sukses. Selain perilaku, anda juga harus mengikuti bahasa-bahasa yang sering digunakan oleh orang sukses. Orang sukses selalu berasal dari seorang pemikir besar. Karena jika tidak berpikir dan memikirkan untuk menjadi orang yang ‘besar’ maka akan sulit baginya untuk menjadi seorang yang sukses. Nah, di bawah ini adalah 4 cara untuk membantu anda mengembangkan kosakata untuk menjadi pemikir besar:
1. Gunakan kata dan frasa yang besar, positif dan riang untuk menggambarkan perasaan anda. Jika seseorang bertanya, “Bagaimana perasaan anda hari ini?” dan anda menjawab dengan, “saya letih (sakit kepala, harap ini hari sabtu, tidak begitu enak),” maka sesungguhnya anda tengah membuat diri anda merasa lebih buruk. Namun jika anda menjawab, “Alhamdulillah, baik sekali, terima kasih. Dan anda?” katakana anda merasa senang sekali pada setiap kesempatan dan anda pun akan benar-benar merasa senang. Jadilah terkenal sebagai orang yang selalu merasa senang. Sikap ini membuat anda mempunyai banyak teman.
2. Gunakan kata dan frasa yang cerah, ceria, dan menyenangkan untuk menggambarkan orang lain. Jadikan ini peraturan untuk menggunakan kata yang besar dan positif untuk semua teman anda. Jika anda sedang berdiskusi dengan seseorang tentang pihak ketiga yang tidak hadir, pastikan anda memujinya dengan kata dan frasa yang besar seperti, “ia benar-benar orang baik,” atau, “kata orang ia bekerja sangat baik.” Cepat atau lambat, pihak ketiga tersebut akan mendengar apa yang anda ucapkan, lalu perhatikan bagaimana hubugan anda dengan pihak ketiga tersebut.
3. Gunakan kata yang positif untuk membesarkan hati orang lain. Beri selamat secara pribadi pada setiap kesempatan. Semua orang yang anda kenal mengidamkan pujian. Berikan pujian tersebut secara khusus. Bagi yang biasanya mengucapkan selamat hari raya melalui pesan siaran atau broadcast BBM, maka setelah ini berikanlah ucapan ini secara khusus..
4. Gunakan kata-kata positif untuk mengikhtisarkan rencana kepada orang lain. Ketika orang mendengar sesuatu seperti ini, “ini ada peluang baik. Kita menghadapi peluang yang sangat baik sekali..” pikiran mereka akan mulai menyala. Akan tetapi ketika mereka mendengar sesuatu seperti, “suka atau tidak kita harus melaksanakan pekerjaan itu,” maka citra pikiran mereka akan membosankan dan mereka bereaksi sesuai dengannya. Janjikan kemenangan dan saksikan mata yang menyala. Janjikan kemenangan dan dapatkan dukungan. Bangunlah istana, jangan menggali kubur. []
Sumber: Berpikir dan Berjiwa Besar/ Karya David J Schwartz/ Penerbit Binarupa Aksara
10 Cara Tingkatkan Pikiran Positif
TERKADANG, seseorang yang menghadapi masalah akan menimbulkan pikiran yang tidak baik. Bila hal ini terjadi bukan hanya akan mempengaruhi kondisi psikologisnya, tetapi juga kesehatannya. Jika dibiarkan akan berdampak tidak baik untuk ke depannya. Maka dari itu, berikut ada beberapa cara agar seseorang dapat meningkatkan pikiran positifnya setiap hari, di antaranya:
1. Bersyukur
Jangan berfokus pada apa yang tidak Anda miliki. Cobalah untuk mengingat hal-hal baik yang menjadi milik Anda, ingatlah semua hal baik yang pernah terjadi pada Anda. Bersyukur atas hidup dan menghargai apa yang Anda miliki adalah peraturan pertama untuk selalu berpikir positif.
Sebagaimana dalam firman Allah SWT:
“Karena itu, Maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu Termasuk orang-orang yang bersyukur,” (QS. Az-Zumar [39]:66).
“Karena itu, Maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu Termasuk orang-orang yang bersyukur,” (QS. Az-Zumar [39]:66).
2. Berusaha berada di lingkungan yang suportif
Terkadang, pikiran negatif juga bisa menular. Untuk itu, jangan tempatkan diri Anda di tengah orang-orang yang mengeluh. Lebih baik, pilih teman-teman yang selalu memberikan dukungan, bersemangat, dan berpikir positif setiap hari. Cepat atau lambat, Anda akan merasakan energi mereka mempengaruhi semangat Anda.
3. Ubah ‘tidak bisa’ menjadi ‘bisa’
Anda bisa menyugestikan pikiran Anda dengan kalimat-kalimat yang baik. Hal ini mungkin membutuhkan latihan, namun jelas bisa berhasil jika Anda tekun menerapkannya. Cobalah untuk mengubah struktur kalimat Anda, yang negatif menjadi positif. Misalkan: “Kenapa pekerjaanku berantakan?” menjadi “Hasil kerjaku kali ini memang tidak memuaskan. Tapi selanjutnya aku pasti bisa lebih baik.” Jika terus diterapkan, hal ini bisa mengubah persepsi Anda.
4. Berbuat baik
Berbuat baik pada orang lain bisa membawa dampak besar bagi Anda. Ingat ketika membantu orang lain memberikan rasa bahagia dan puas? Perasaan itu bisa membuat Anda merasa lebih positif.
5. Lihat sisi baiknya
Setiap situasi selalu memiliki dua sisi jika Anda bisa menemukannya. Untuk itu, cobalah cari sisi positif pada setiap situasi. Lebih fokus pada sisi positif sesuatu akan memberikan kekuatan besar pada diri Anda untuk mengubah keadaan.
Setiap situasi selalu memiliki dua sisi jika Anda bisa menemukannya. Untuk itu, cobalah cari sisi positif pada setiap situasi. Lebih fokus pada sisi positif sesuatu akan memberikan kekuatan besar pada diri Anda untuk mengubah keadaan.
6. Istirahat
Setiap orang perlu istirahat dan menenangkan diri sesekali. Istirahat bisa saja berarti memelankan langkah ketika berjalan, merenung sejenak tentang apa yang sudah Anda lakukan, serta menyegarkan pikiran dari rasa khawatir dan cemas.
Setiap orang perlu istirahat dan menenangkan diri sesekali. Istirahat bisa saja berarti memelankan langkah ketika berjalan, merenung sejenak tentang apa yang sudah Anda lakukan, serta menyegarkan pikiran dari rasa khawatir dan cemas.
7. Tentukan tujuan
Menjadi kapten bagi diri dan keinginan Anda sendiri adalah suatu keharusan. Jangan mau terombang-ambing oleh pendapat orang lain mengenai diri Anda. Putuskan apa yang ingin Anda lakukan. Tetapkan standar milik Anda sendiri. Mengikuti jalan yang Anda putuskan sendiri akan memberikan rasa percaya diri yang tinggi. []
Menjadi kapten bagi diri dan keinginan Anda sendiri adalah suatu keharusan. Jangan mau terombang-ambing oleh pendapat orang lain mengenai diri Anda. Putuskan apa yang ingin Anda lakukan. Tetapkan standar milik Anda sendiri. Mengikuti jalan yang Anda putuskan sendiri akan memberikan rasa percaya diri yang tinggi. []
Sumber: Merdeka.com
Sunday, October 30, 2016
Ini Dia Syarat yang Harus Dilakukan agar Sedekah Bisa Bikin Kaya
Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin. Tidak hanya mendapatkan pahala, Allah SWT juga menjanjikan balasan berlipat ganda kepada mereka yang memberikan tenaga, harta atau benda.
Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang bersedekah untuk meraih tujuan ini. Manusia berlomba-lomba memberikan apa yang dimiliki agar Allah mengembalikan dengan jumlah yang lebih besar lagi. Sebenarnya, tidak salah jika bersedekah juga berharap balasan serupa yang berlipat ganda.
Pasalnya Allah SWT di dalam Alquran sudah menjanjikannya. Namun jangan salah sangka, melakukan sedekah agar kaya juga ada aturannya. Empat syarat berikut harus dilakukan agar mendapatkan kelimpahan harta dari sedekah yang dijalankan. Apa saja? Berikut informasinya.
1. Harus Ikhlas
Syarat sedekah yang pertama agar bisa membuat kaya adalah harus ikhlas. Seseorang yang bersedekah kepada orang lain tidak boleh dilandasi oleh keinginan untuk mengharapkan balasan dari orang lain. Namun, apabila mengharapkan ridha dari Allah, kemuliaan di sisi Allah, dan dimudahkan rezekinya maka itu diperbolehkan. Keinginan yang tidak diperbolehkan adalah ketika bersedekah namun mengharap sesuatu dari sesama manusia misalnya pujian dan lain sebagainya.
2. Sedekahkan Barang yang Sangat Dicintai
Banyak orang yang ingin mendapatkan kekayaan dari Allah namun pelit dalam memberikan sedekah. Oleh karena itu, jika ingin kaya dari sedekah yang dilakukan maka banyak-banyaklah dalam bersedekah. Bahkan jika perlu sedekahkanlah barang-barang yang paling dicintai. Misalnya rumah, mobil, dan uang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah asalkan masih ada sisa untuk makan diri sendiri dan keluarga. Allah adalah Dzat yang Maha Kaya, jadi semua yang ada di dunia ini adalah miliki Allah yang bisa kapan saja diambil oleh-Nya. Jadi ketika kita sudah melakukan usaha dan sedekah agar mendapatkan kekayaan maka apabila Allah menghendakinya pasti bisa terkabul.
3. Perbanyak Ibadah Lainnya
Setelah bersedekah dengan ikhlas dan jumlah yang banyak, sebagai kaum muslim kita tetap harus mengerjakan ibadah lainnya. Seperti shalat lima waktu, ditambah shalat Tahajud, dan Dhuha, membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah SWT. Lakukan hal ini secara terus menerus dan jangan lupa untuk selalu berusaha di jalan Allah dalam mendapatkan limpahan rezeki.
4. Kagetkan Orang yang Disedekahi
Syarat terakhir untuk menjadi kaya dari bersedekah adalah kagetkan orang yang sedekahi. Maksudnya adalah, jika biasanya orang hanya memberikan sedekah sebanyak 1000 atau 2000 maka yang harus dilakukan adalah sedekah dengan jumlah yang lebih dari itu. Misalnya saja berikan sedekah sebanyak 50rb, 100rb, bahkan hingga 1jt agar orang yang diberikan sedekah merasa kaget.
Dengan pemberian sebanyak itu dan ikhlas serta tidak mengharap balasan dari sesama manusia, maka malaikat akan mencatat amalan kebaikan tersebut dan orang yang diberikan sedekah akan berdoa untuk kita secara berulang-ulang. Bisa jadi suatu hari nanti kita akan diberikan rezeki yang juga membuat kaget dan membawa kita ke masa kejayaan dengan limpahan kekayaan.
Namun percayalah, bersedekahlah karena Allah SWT saja. Jangan mengharapkan harta yang fana, dan sebentar bisa hilang entah kemana. Empat aturan ini mau tidak mau membuat kita tidak memikirkan balasan ketika kita berbagi. Artinya, jika kita ikhlas memberi, maka Allah akan menggantinya dengan balasan yang lebih lagi. Tanpa harus diminta, Allah tahu bagaimana cara berterimakasih kepada Hamba-Nya. Terimakasih sudah membaca.
Sumber: infoyunik
Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang bersedekah untuk meraih tujuan ini. Manusia berlomba-lomba memberikan apa yang dimiliki agar Allah mengembalikan dengan jumlah yang lebih besar lagi. Sebenarnya, tidak salah jika bersedekah juga berharap balasan serupa yang berlipat ganda.
Pasalnya Allah SWT di dalam Alquran sudah menjanjikannya. Namun jangan salah sangka, melakukan sedekah agar kaya juga ada aturannya. Empat syarat berikut harus dilakukan agar mendapatkan kelimpahan harta dari sedekah yang dijalankan. Apa saja? Berikut informasinya.
1. Harus Ikhlas
Syarat sedekah yang pertama agar bisa membuat kaya adalah harus ikhlas. Seseorang yang bersedekah kepada orang lain tidak boleh dilandasi oleh keinginan untuk mengharapkan balasan dari orang lain. Namun, apabila mengharapkan ridha dari Allah, kemuliaan di sisi Allah, dan dimudahkan rezekinya maka itu diperbolehkan. Keinginan yang tidak diperbolehkan adalah ketika bersedekah namun mengharap sesuatu dari sesama manusia misalnya pujian dan lain sebagainya.
2. Sedekahkan Barang yang Sangat Dicintai
Banyak orang yang ingin mendapatkan kekayaan dari Allah namun pelit dalam memberikan sedekah. Oleh karena itu, jika ingin kaya dari sedekah yang dilakukan maka banyak-banyaklah dalam bersedekah. Bahkan jika perlu sedekahkanlah barang-barang yang paling dicintai. Misalnya rumah, mobil, dan uang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah asalkan masih ada sisa untuk makan diri sendiri dan keluarga. Allah adalah Dzat yang Maha Kaya, jadi semua yang ada di dunia ini adalah miliki Allah yang bisa kapan saja diambil oleh-Nya. Jadi ketika kita sudah melakukan usaha dan sedekah agar mendapatkan kekayaan maka apabila Allah menghendakinya pasti bisa terkabul.
3. Perbanyak Ibadah Lainnya
Setelah bersedekah dengan ikhlas dan jumlah yang banyak, sebagai kaum muslim kita tetap harus mengerjakan ibadah lainnya. Seperti shalat lima waktu, ditambah shalat Tahajud, dan Dhuha, membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah SWT. Lakukan hal ini secara terus menerus dan jangan lupa untuk selalu berusaha di jalan Allah dalam mendapatkan limpahan rezeki.
4. Kagetkan Orang yang Disedekahi
Syarat terakhir untuk menjadi kaya dari bersedekah adalah kagetkan orang yang sedekahi. Maksudnya adalah, jika biasanya orang hanya memberikan sedekah sebanyak 1000 atau 2000 maka yang harus dilakukan adalah sedekah dengan jumlah yang lebih dari itu. Misalnya saja berikan sedekah sebanyak 50rb, 100rb, bahkan hingga 1jt agar orang yang diberikan sedekah merasa kaget.
Dengan pemberian sebanyak itu dan ikhlas serta tidak mengharap balasan dari sesama manusia, maka malaikat akan mencatat amalan kebaikan tersebut dan orang yang diberikan sedekah akan berdoa untuk kita secara berulang-ulang. Bisa jadi suatu hari nanti kita akan diberikan rezeki yang juga membuat kaget dan membawa kita ke masa kejayaan dengan limpahan kekayaan.
Namun percayalah, bersedekahlah karena Allah SWT saja. Jangan mengharapkan harta yang fana, dan sebentar bisa hilang entah kemana. Empat aturan ini mau tidak mau membuat kita tidak memikirkan balasan ketika kita berbagi. Artinya, jika kita ikhlas memberi, maka Allah akan menggantinya dengan balasan yang lebih lagi. Tanpa harus diminta, Allah tahu bagaimana cara berterimakasih kepada Hamba-Nya. Terimakasih sudah membaca.
Sumber: infoyunik
Thursday, October 27, 2016
Saat Anda Hadapi Masalah, Ingat 5 Ayat Ini
SETIAP orang pasti akan menghadapi masalah dalam hidupnya. Ketika masalah satu sudah selesai maka akan datang masalah berikutnya. Namun, janganlah merasa bosan dengan itu semua. Hal-hal seperti itu pasti akan dialami oleh semua orang. Justru hal-hal seperti itu yang nantinya akan menguatkan kita di kemudian hari. Sekarang Anda tidak perlu khawatir ketika menghadapi masalah dalam hidup ini. Berikut ada 5 ayat dari Al-Qur’an yang Insha Allah akan memotivasi kita ketika menghadapi masalah, yaitu:
1. Anda bisa berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
Apa pun kondisi Anda saat ini, jika Anda mau berubah, maka Anda harus mengubah diri sendiri. Maka Allah akan mengubah Anda. Inilah yang sering dilupakan, banyak yang berharap orang lain atau yang di luar berubah, tetapi melupakan diri sendiri yang diubah.
Ayat ini memotivasi kita untuk mengubah diri kita, maka yang lain akan berubah atas bantuan Allah. Jangan hanya menuntut yang di luar diri berubah.
Ayat ini memotivasi kita untuk mengubah diri kita, maka yang lain akan berubah atas bantuan Allah. Jangan hanya menuntut yang di luar diri berubah.
Anda jauh lebih mudah mengubah diri sendiri, daripada mengubah orang lain. Ayat ini adalah motivasi untuk berubah.
2. Kebaikan di balik yang tidak kita sukai
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
Sering kali, saat seseorang mendapati sesuatu yang tidak dia sukai, maka dia marah, kecewa, sedih, ngomel, dan akhirnya putus asa. Padahal, bisa jadi apa yang tidak dia sukai itu malah baik baginya.
Jangan kecewa saat Anda tidak diterima di sebuah perusahaan untuk menjadi karyawannya. Bisa jadi itu yang terbaik bagi Anda. Bisa jadi Anda akan mendapatkan pekerjaan lebih baik. Bisa jadi, justru akan mendapatkan hal buruk jika diterima di perusahaan itu.
Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Untuk itu, syukuri apa pun yang terjadi saat ini termasuk penolakan dan kekecewaan lainnya.
3. Anda pasti sanggup
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286).
Jika Anda mengatakan, “saya tidak akan sanggup”, sebenarnya Anda sudah mendahului Allah. Anda sok tahu, bahwa Anda tidak akan mampu. Kata siapa? Itu hanya pemikiran negatif Anda. Bisa karena malas, manja, atau cengeng.
Padahal jelas, dalam ayat di atas bahwa kita tidak akan dibebani beban apa pun kecuali sesuai dengan kesanggupan kita. Jika Anda berpikir tidak sanggup, itu hanya anggapan Anda saja.
Anda pasti sanggup jika Anda menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif Anda yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup.
4. Kemudahan bersama kesulitan
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Kebanyakan orang, saat menghadapi kesulitan, dia berhenti alias menyerah. Ada juga yang mengeluh, berharap orang lain mau membantunya mengatasi kesulitan dia. Padahal, bersama kesulitan itu adalah kemudahan.
Jika Anda menghindari kesulitan, Anda tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika Anda berharap orang lain yang mengatasi kesulitan, maka kemudahan akan menjadi milik orang lain. Anda tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan.
5. Takwa dan tawakal
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Dua akhlak ini luar biasa. Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Sedang menghadapi masalah atau tantangan besar? Butuh jalan keluar? Maka bertakwalah, Allah akan memberikan jalan keluar juga rezeki yang tidak ia sangka.
Jika kekuatan tawakal, Anda akan dicukupkan, termasuk dicukupkan segalanya untuk menghadapi rintangan, halangan, tantangan, dan juga masalah. []
Sumber: www.motivasi-islami.com
Doa Orang yang Kesusahan dan Teraniaya akan Dikabulkan Allah
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.”
(An – Naml : 62).
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang bertakwa dan orang yang sedang dalam kesusahan.
Melihat dari sepenggal ayat Allah swt. diatas mengingatkan pada salah satu kisah orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah swt. ia adalah Malik bin Dinar ra. Malik bin Dinar menuturkan bahwa ia pernah mengalami kejadian yang membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Ia bercerita, bahwa pada suatu hari ketika ia hendak menunaikan ibadah haji, ia melihat seekor burung sedang menggigit sepotong roti pada paruhnya dan penasaran akan apa yang sedang dilakukan burung itu. Kemudian ia mengikuti burung tersebut. Setelah mengikuti burung itu, dijumpainya seorang kakek sedang diikat, dan burung itu menyuapi kakek dengan roti yang dibawanya sedikit demi sedikit. Lalu burung itu terbang lagi untuk mengambil air di paruhnya, lalu menuangkan kepada mulut kakek itu.
Melihat kejadian tadi, Malik bin Dinar ra. segera menghampiri sang kakek, seraya bertanya, “Hai orang tua, apa yang terjadi denganmu?” Kakek pun menjawabnya, “Seluruh harta saya dirampas oleh perampok. Kemudian saya diikat di sini sampai lima hari saya menahan lapar. Tapi saya sabar dengan cobaan ini dan berdoa, ‘Ya Allah swt. yang selalu mengabulkan doa orang yang sedang kesusahan, saya sedang kesusahan Ya Allah swt., kasihilah saya.’ Maka Allah swt. pun mengutus burung ini.”
Setelah mendengar cerita dari sang kakek, Malik bin Dinar membukakan ikatan kakek itu dan akhirnya mereka berangkat bersama pergi haji.
Subhanallah, ini menjadi salah satu tanda bahwa Allah swt. Maha Melihat, Allah swt. Maha Mendengar, dan Allah swt. tidak pernah tidur.
Sumber : 40 Kisah Pengantar Anak Tidur, Najwa Husein Abdul Aziz, Gema Insani, Depok, 2006
Wednesday, October 19, 2016
Sambut Rezeki Dengan Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist
Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambaNya yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’).
Dan doa adalah suatu bentuk ibadah agung yang Alloh Ta’ala perintahkan :
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(Q.S:Ghaafir: 60)
Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist
Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat maka tidak ada penghalang diterima doa tersebut. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)
1. Diturunkannya rezeki dengan memperbanyak istighfar.
Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,
Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)
Di antara lafadz istighfar yang ada terdapat dalam hadist adalah:
Astaghfirullâh. (HR. Muslim)
Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)
“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.
Lafaz yang terakhir ini merupakan sayyidul istighfar yaitu sebaik-baiknya istigfar. Karena barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)
2. Doa memohon limpahan rezeki
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.”(QS. Al-Maidah/5: 114)
3. Do’a Meminta Kesehatan dan Kelapangan Rizki
“Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.
Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini.
4. Doa minta kecukupan rezeki
“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)
5. Doa agar terlepas dari jeratan hutang
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :
“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud).
Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)
6. Doa agar menghilangkan kefakiran dan melunaskan hutang
“Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan ‘Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggaman-Mu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran.” (HR. At-Tirmizi dan dinilai Hasan Sahih).
7. Doa Mudah Rezeki dan Terhindar Dari Kekufuran
“Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abi Syaibah)
Subscribe to:
Posts (Atom)

