Tuesday, September 22, 2020

Jika Tidak Ada Amar Ma’ruf Nahi Munkar

PERINTAHKAN kebaikan, cegahlah keburukan. Bila tidak, Allah akan kuasakan atas kalian seseorang yang penuh kezaliman dan tak hargai orang tua serta kasih sayang anak dan wanita. Saat itu orang-orang shalih berdoa. Allah tak terima doanya. Mereka meminta pertolongan. Allah tak menolongnya. Mereka minta ampun. Allah tak mengampuninya.

Memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan atau yang biasa dikenal dengan amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban kaum muslimin yang tidak boleh terputus sejak Islam berdiri hingga akhir zaman. Harus ada oang yang selalu berdakwah, baik menyampaikan kebaikan maupun mencegah keburukan. Kalau tidak, akibatnya sungguh fatal.

Akibat yang paling fatal adalah hadirnya seorang pemimpin yang zalim. Sebuah negeri yang dipimpin oleh orang yang zalim merupakan seburuk-buruk negeri. Bagi negeri yang pemimpinnya zalim disebabkan mandegnya kegiatan amar makruf nahi munkar, kezalimannya luar biasa. Seberapa dahsyat luar biasanya? Dikatakan, di antara kezalimannya adalah tidak menghargai orang tua dan tidak kasih sayang kepada anak-anak dan kaum wanita. Padahal dalam kondisi normal, fitrahnya orang tua itu seharusnya dihargai sementara anak-anak dan wanita wajib disayangi. Oang tua karena mereka telah berjasa patut untuk diberikan penghargaa, tidak saja oleh anaknya sendiri tapi juga oleh mereka yang lebih muda darinya. Anak-anak dan wanita kaum yang lemah sehingga mereka memerlukan perlindungan serta kasih sayang.

Dengan kezaliman pemimpin ini, kondisinya justru terbalik. Banyak orang tua yang hidupnya terlunta-lunta dibiarkan. Banyak pengemis di pinggir-pinggir jalan adalah orang-orang tua. Para wanita dilecehkan dengan menempatkan mereka sebagai objek seksual belaka. Anak-anak bukannya diberikan pendidikan atau dikembangkan kreativitasnya. Namun tenaga mereka dimanfaatkan untuk bekerja di pabrik-pabrik atau diperdagankan. Ini sungguh kezaliman yang buruk.

Lalu para orang-oang shalih tadinya tidak mau ber-amar makruf nahi munkar merasa kezaliman ini harus diubah. Mereka berdoa kepada Allah agar sang pemimpin dicabut kekuasaannya dan digantikan oleh seorang pemimpin yang adil.

Namun karena mereka tetap tidak mau amar makruf nahi munkar, doanya tidak terkabul. Allah tetap menempatkan pemimpin yang zalim kepada mereka, meskipun berkali-kali terjadi pergantian pemimpin. Selalu yang memimpin negeri itu adalah mereka yang zalim.

Mereka, orang-orang shalih itu juga memohon pertolongan agar negrinya menjadi baldatun thayyibah, negeri yang adil dan makmur. Namun sekali lagi Allah tidak menolongnya. Sampai akhirnya mereka meminta ampun atas segala kesalahan yang mereka lakukan selama ini, Allah tetap tidak mengampuninnya. Hal ini semata-mata karena ada satu kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh masyarakat itu, terutama para ulamanya. Yaitu kewajiban amar makruf nahi munkar. Jadi, kewajiban satu ini mau tidak mau harus dilakukan meskipun tantangannya besar, kalau tidak ingin negerinya kacau. []

Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007

Saturday, September 12, 2020

Dililit Masalah? 6 Cara Ini Bisa Membantu Kita

 Hidup ini tak akan pernah terlepas dari sebuah masalah. Setiap orang memiliki tingkatan masalah yang berbeda-beda.

Tak hanya itu, tingkat kedekatan seseorang dengan Allah pun berbeda-beda. Ketika hubungan seseorang dengan Allah tidaklah terlalu baik, maka yang akan muncul adalah pengharapan seseorang terhadap manusia bahkan benda-benda yang dikeramatkan. Naudzubillah.

Saudaraku, daripada menyandarkan permasalahan kita kepada orang yang belum tentu bisa membantu kita menyelesaikan masalah kita (apalagi kepada benda-benda), lebih baik renungkan enam kekuatan yang bisa kita lakukan ketika mempunyai masalah berikut ini:

1. Gunakan Kekuatan Iman

Ingat hal yang satu ini, pertolongan Allah, hanya akan datang bagi mereka yang memang meyakini dan percaya bahwa hanya Allah yang mampu memberi pertolongan. Maka, sebagai manusia yang serba terbatas kemampuannya, jangan pernah lepas iman di dada. Adapun 4 kondisi iman yang perlu kita tumbuhkan pada saat mempunyai masalah adalah iman bahwa Allah yang senantiasa mengampuni dosa kita. Iman bahwa Allah Maha Melihat dan Tidak Meninggalkan hamba-Nya. Iman bahwa Allah selalu bersedia membantu. Iman bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Gunakan Kekuatan Keyakinan dan Kepercayaan Diri

Saudaraku, dua hal yang berbeda antara orang-orang yang berhasil (termasuk berhasil keluar dari kemelut hidupnya) dengan yang tidak berhasil, kebanyakan terletak di dua hal ini; berbeda keyakinan dan kepercayaan dirinya. Orang-orang yang berhasil, memiliki tingkat keyakinan dan kepercayaan diri yang mengagumkan. Pada gilirannya, kekuatan kepercayaan diri dan keyakinan (dalam hal ini kepercayaan dan keyakinan untuk bisa menyelesaikan dan menghadapi masalah), akan memberikan kekuatan tersendiri. Bahkan kadangkala membangkitkan sebuah kekuatan yang semula tidak muncul. Seperti keberanian menghadapi masalah.

Tumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi, supaya kepositifan mengalir hangat ke seluruh tubuh dan mempengaruhi pola pikir dan gerak. Hasilnya, lebih segar dan lebih bertenaga.

3. Gunakan Kekuatan Fikiran Positif

Saudaraku, kadang kita merusak diri kita sendiri dengan mengembangkan pemikiran negatif. Seseorang yang sakit, akan bertambah sakit, bila ia berpikir cepat mati dan lama sembuh. Orang yang punya hutang, akan tambah stres, bila ia menghukum dirinya sendiri dengan berpikir yang jelek-jelek seperti akan cacat nama dan takut dimarahi. Kembangkan selalu kepositifan dalam berpikir. Jangan pernah berpikir yang jelek-jelek. Jangan pernah. Sebab, kalau ia dibiarkan tumbuh dan berkembang, ia akan menjajah badan dan pikiran kita.

4. Gunakan Kekuatan Sedekah

Sedekah memiliki kekuatan membersihkan diri. Yaitu membersihkan diri dari kotoran-kotoran hati. Kalau kita sudah bersih, rahmat Allah akan mudah datang menghampiri, sebab Allah suci, tidak suka Dia dengan yang kotor. Bersedekah adalah salah satu jalan menyucikan diri. Supaya jangan ada yang menghambat jalan kita mencari solusi bagi permasalahan yang kita hadapi.

Allah menggambarkan kesempurnaan amalan apabila bersedekah sesuatu yang kita sayangi.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Ali-Imran :92)

Dan dalam ayat lain, Allah berfirman :

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

5. Gunakan Kekuatan Perubahan

Allah senang membantu hamba-Nya yang mau berubah; dari sikap buruk ke sikap yang baik, dan dari sikap hidup orang yang hina jadi bersikap layaknya orang yang mulia.

Untuk mendapatkan pertolongan Allah, niatkan untuk segera berubah, dan bersegeralah mengubah diri! Awali dengan muhasabah (intropeksi) terhadap perilaku salah kita, kemudian mulailah mengubah hal-haal yang paling mudah yang bisa kita ubah. Jangan tunggu perbaikan akan datang sempurna. Sebab tanpa memulai kita akan tetap jalan di tempat, tanpa mengubah apapun. Kiat 3M dari Aa Gym, sangat layak kita jalankan sehubungan dengan manajemen perubahan diri; mulai dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang.

6. Gunakan kekuatan Do’a dan Kepasrahan

Akhirnya saudaraku, kita hanya manusia yang bahkan untuk kekuatan berikhtiar saja kita tidak punya, kecuali Allah mengizinkan kita melakukan ikhtiar. Dan apalah kita, manusia dengan segala keterbatasan kita, kalau kita tiada mau berdoa dan tiada mau memasrahkan kepada Allah Sang Maha.

Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan kita kekuatan di kala kita lemah dan tidak berdaya, dan semoga pula Allah menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang pantas diberi-Nya pertolongan dan rahmat, aamiin. Kepada Allah lah segala urusan berpulang.

ANCAMAN UNTUK PEMIMPIN ZALIM, TAK HANYA NERAKA

Sungguh berat beban seorang pemimpin. Sebab, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia yang fana ini, melainkan juga akhirat kelak.

Oleh karena itu, sifat amanah harus melekat pada dirinya. Allah SWT menebar ancaman kepada para pemimpin yang berbuat zalim kepada rakyat atau orang yang dipimpinnya.

Azab yang pedih

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR Ahmad). Demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Allah mengancam orang yang semena-mena.

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada sesama manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapatkan siksa yang pedih” (QS asy-Syura: 42).

Seorang pemimpin yang zalim akan merasakan akibatnya pada Hari Pembalasan. “Sungguh, manusia yang paling dicintai Allah pada Hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah ialah pemimpin yang adil. Orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim” (HR Tirmidzi).

Didoakan kesukaran

Rasulullah SAW mendoakan kesusahan bagi para penguasa yang menindas umat beliau. “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia,” demikian munajat beliau, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Doa itu menyiratkan dua tipikal pejabat. Ada yang kerap menyusahkan rakyatnya. Ada pula yang cenderung memudahkan hidup mereka.

Semestinya, seorang pemimpin menjalankan tugas dengan baik dan seadil-adilnya. Bila ia terus berupaya, insya Allah, pertolongan dari-Nya akan datang.

Jika ia justru menyepelekan amanah, kesulitan akan menimpanya. “Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga” (HR Bukhari-Muslim).

Dijauhi rakyat

Rasulullah SAW berpesan agar kaum Muslimin mematuhi pemimpin (ulil amri) dari kalangan mereka, selama pemimpin itu tidak menyuruh bermaksiat kepada Allah.

Jika rakyat diperintahkan untuk maksiat, maka hilanglah kewajiban untuk taat.

“Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf,” sabda beliau, seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Maka, pemimpin yang zalim akan cenderung dijauhi orang-orang yang masih berpegang teguh pada kebenaran.

Inilah pentingnya nasihat atau kritik. Kalangan ulama atau orang-orang berilmu dapat mengingatkan penguasa agar tetap amanah dan tak salah arah. Ujaran pun disampaikan dengan tegas, tetapi baik dan sopan. Tidak kemudian dibumbui niat ingin mempermalukan penguasa.

Sumber: republika.co.id

Tuesday, September 1, 2020

Inspiratif! 5 Kisah Marbot Masjid yang Sukses di Bidangnya Masing-Masing

Jadi marbot masjid kadang kala masih di pandang sebelah mata di masyarakat. Sebab, di samping gajinya yang tidak seberapa, menjadi marbot masjid juga kadang punya beban moral di masyarakat. Namun sejatinya pekerjaan ini begitu mulia, karena dialah penjaga rumah Allah

Dan jangan disangka tidak semua marbot masjid hidupnya serba kesusahan. Namun banyak juga marbot masjid yang punya ide dan pemikiran berlian serta semangat kerja yang tinggi. Ia bahkan mampu menunjukan bahwa dirinya juga bisa meraih kesuksesan seperti orang pada umumnya.

Nah berikut, kisah-kisah para marbot masjid yang sudah dirangkum Muslim Obsession. Para marbot masjid ini nyatanya bisa sukses di bidang-bidangnya masing-masing. Mereka mampu meubah hidupnya menjadi seorang pengusaha muslim yang suskses.

Berikut ringkasannya:

1. Adi Akbar

Adi Akbar

Tidak ada yang menyangka seorang marbot masjid di Kota Makassar bernama Adi Akbar kini berhasil menjadi pengusaha yang memiliki tiga rumah makan. Ia merasa kesuksesannya itu berkat doa yang sering ia panjatkan di masjid ketika menjadi seorang marbot.

“Selama tujuh tahun tinggal di masjid, banyak doa yang saya panjatkan terkabul disana. Termasuk kelancaran berbisnis dan jodoh,” katanya di Hotel Lariz, Jalan Sultan Alauddin, beberapa waktu lalu.

Dari kenalannya di masjid itu ia kemudian diperkenalkan dengan seorang pengusaha sukses. Dari sana Andi belajar. Kepercayaan, integritas dan kejujuran pun ia peroleh dari pimpinannya.

Ini pula yang membuat karirnya semakin melejit dengan diberikannya amanah strategis untuk bekerja di rumah makan milik bosnya sampai ia mampu mendirikan usaha sendiri. Sekali lagi, semua karena pengabdiannya di masjid.

“Setiap saya berdoa, saya selalu yakin dengan doa yang saya panjatkan. Karena awalnya modal saya ialah inspirasi dari bos sebelumnya yakni Bapak Ahmad Tonang,” ujarnya dalam Kelas Inspirasi yang dihadiri puluhan peserta.

Saat ini, Adi Akbar telah memiliki tiga rumah makan yakni rumah makan Bonetamparang, Bonenalino, Bonebinang. Rencananya, pada Agustus 2019 akan dilaunching warung ke empat di Jalan Pontiku, Makassar.

2. Elang Gumilang

Di balik kesuksesan Elang Gemilang sebagai seorang miliader, ternyata dia pernah bertahun-bertahun pernah menjadi seorang marbot masjid. Masjid kata dia menjadi sumber inspirasinya untuk meraih kesuksesan.

Menurutnya, ada tiga cara untuk menjadi orang kaya yaitu terlahir dari keluarga kaya, menikah dengan pasangan yang kaya, dan berusaha sungguh-sungguh. Jalan ketigalah yang dipilih oleh Elang Gumilang, peraih gelar Wirausahawan Muda Mandiri 2007 ini.

Mungkin belum banyak yang tahu jika ide-ide kreatif Elang lebih banyak lahir dari masjid. Sejak semester lima, Elang tinggal di sebuah masjid yang berada di dekat terminal Bogor. Siang hari ia sibuk dengan aktivitas kuliah, namun ketika malam tiba, ia menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga masjid.

Di rumah Allah itu, setiap malam Elang selalu bermunajat kepada Sang Maha Kaya, agar dirinya memiliki jiwa yang mandiri dan berguna bagi orang lain. Doanya Elang terkabul. Ia kini mampu mendirikan perusahaan property Elang Group dengan omset miliaran rupiah.

3. Thoriq

Kisah kesuksesan Thoriq sebagai pengusaha buah-buahan berawal dari seorang karyawan di toko buah. Karena usaha buah di tempat kerjanya anjlok. Ia kemudian di PHK, dan diperintahkan oleh mantan bosnya untuk mengurus masjid sebagai marbot. Perintahnya itu ia jalani sebagai marbot tanpa di bayar.

Dengan tulus ikhlas Thoriq kemudian bekerja sibuk menjadi marbot masjid. Pekerjaan itu ia lakoni selama tiga tahun. Tanpa rasa mengeluh, ia begitu menikmati bekerja sebagai marbot. “Semua saya jalani dan ikhlas dan sabar aja,” kata Thoriq dalam laman akun facebook mangrove inspiration.

Setelah merasa cukup, ia kemudian mencoba untuk membuka usaha berjualan buah. Tak membutuhkan waktu lama, Thoriq bersyukur usahanya kian berkembang pesat, sampai di kirim ke berbagai kota besar. Ia merasa semua itu karena pertolongan Allah.

“Kesuksesan saya sampai saat ini tidak lepas dari pertolongan Allah,” katanya.

“Jika kita sabar dan ikhlas mengurus rumah Allah, dan bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memudahkan kita dalam mencari rezeki,” jelasnya.

4. Ikhsan Suhendro

Ikhsan Sihendro menjadi lulusan terbaik IPB pada wisuda tahap IV tahun akademik 2017/2018, selain berkuliah, aktif berorganisasi serta menjalani profesi sebagai marbot di Masjid Al Hurriyah Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat.

“Menjadi marbot masjid selain menjadi wadah pengembangan bakat, dan pengembanan amanah, juga mendapat mess (asrama) gratis,” kata Ikhsan, di Bogor, Jumat.

Pemuda asal Lampung ini merupakan mahasiswa IPB dari Fakultas Peternakan. Ia lulus seleksi SNMPTN melalui jalur undangan program Bidikmisi dari pemerintah.

Usai diterima masuk IPB, Ikhsan mendaftar sebagai marbot Masjid Al Hurriyah. Profesi sebagai marbot ia lakoni dari tahun 2014 sampai 2017.

Memilih menjadi marbot masjid tanpa pikir panjang. Hal ini juga untuk meringankan beban orangtuanya yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu untuk memenuhi hasratnya yang gemar berorganisasi.

“Selain bisa mengerjakan ibadah sunnah, manfaat lainnya bisa shalat berjamaah, dan menjaga ikatan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat hingga sekarang,” katanya.

Selama menempuh pendidikan di IPB, Ikhsan selalu memegang nasehat salah satu ustadznya yang mengatakan sebagai aktivis dakwah harusnya berprestasi, agar dakwah yang disampaikan didengar.

“Jika belajar adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah,” kata Ikhsan mengulang pesan ustadznya.

5. Prof. Udin

Inilah contoh betapa dahsyatnya hijrah. Dari seorang marbot masjid yang kini menjadi guru besar. Profesor Udin. Resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 8 Agustus lalu pada umur 41 tahun.

Pria yang bernama lengkap Mohamad Khoirudin ini pada 1998 melakukan hijrah ke Yogya untuk melanjutkan studinya di Jurusan Elektro UNY. Ekonomi yang kurang mendukung tidak menyurutkan semangat belajarnya. Ia bertekad bisa kuliah secara mandiri.

Kisah Prof.Khairuddin menjadi viral setelah sebuah akun Facebook milik Falasifah Ani Yuniarti membagikan cerita tersebut dengan judul tulisan ‘Udin dari Marbot Masjid Jadi Profesor’.

Dalam unggahan tersebut, dikisahkan bagaimana Udin nekat dengan hanya berbekal doa meninggalkan kampung halamannya di Purwokerto untuk menuntut ilmu. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliah ia harus membagi waktu menjadi takmir masjid sambil berjualan tempe.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau di Yogyakarta, Udin harus pintar membagi waktunya untuk kuliah, belajar, menjadi marbot masjid, dan juga berjualan tempe. Sebelum tinggal dan menjadi marbot masjid, Udin ternyata juga pernah berjualan koran di pertigaan lampu merah.

“Kehidupannya yang tidak berkecukupan membuatnya prihatin. Kuliah, tinggal, dan mengurus masjid Al Amin. Jadi marbot dan jualan tempe,” dikutip dari Facebook Falasifah pada 4 Agustus 2020 lalu.

Setelah lulus S1 dengan predikat cumlaude di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2002, Udin meneruskan pendidikan S2-nya di ITS. Di tahun yang sama di kelulusannya, ia juga diangkat menjadi dosen di jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY.

Pada 2004, ia melanjutkan studi S2 di ITS mengambil bidang ilmu Teknik Elektro Sistem Kendali dan lulus pada 2006. Tahun berikutnya, ia melanjutkan studi S2 kembali di Malaysia mengambil bidang ilmu Teknik Elektro Kendali Robotika dan Mekatronika.

Dilanjutkan di kampus yang sama, ia menempuh program doktoral pada bidang ilmu yang sama dan lulus di tahun 2011. Lalu, Prof Khairudin mengemban jabatan sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama dari 2016 hingga sekarang. (Albar)

muslimobsession.com