Wednesday, January 31, 2018

Tuesday, January 30, 2018

Kriminalissasi kebenaran dan balasan orang dzalim

Kriminalissasi kebenaran dan balasan orang dzalim,  khutbah Jum'at Ustadz Abdul Somad, Lc, MA

Friday, January 26, 2018

7 Doa Pendek yang Bisa Menghilangkan Stres, Sedih, dan Gelisah

Tiada manusia yang dapat lari daripada ditimpa sebarang masalah. Hinggakan sampai satu masa manusia pasti akan berasa begitu lemah, letih, kecewa, dan tidak berdaya untuk menghadapi apa yang berlaku. Sebagai orang Islam, percayalah bahawa tidak ada satu perkara pun yang tidak dapat diselesaikan dengan bantuan Allah. Maka, berdoalah.

Doa adalah senjata orang mukmin. Doa dapat memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi kuat keyakinannya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.

Berikut adalah himpunan doa penenang hati dari Al-Quran dan hadis yang boleh diamalkan, pendek dan mudah dihafal.

DOA 1


اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِالْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ و شَمَاتَةِ الْاَعْدَاءِ
Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’.

Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk & dari keberhasilan musuh (Sahih Bukhari)

DOA 2


يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْث
Yaa hayyu yaa qayyuumm. Bi rahmatika astaghiiths.

Artinya:
Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak memerlukan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. (Hadis Riwayat Tirmidzi)

DOA 3


اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا
Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla

Artinya:
Wahai Tuhanku, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah dan perkara yang susah boleh Engkau jadikan mudah apabila Engkau mengkehendakinya. (Sahih Ibnu Hibban)

DOA 4


اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ
Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.

Artinya:
Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang. (Sahih Bukhari)

DOA 5


لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ
Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minaz zholimin.

Artinya:
Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari pada orang-orang yang menganiaya diri sendiri. (QS. al-Anbiya’ : 87)

DOA 6


رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli

Artinya:
Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku. (QS. Taha : 25-28)

DOA 7


حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Hasbunallah wanikmal wakil

Artinya:
Cukuplah Allah sebagai Pelindung kami (QS. al-Imran : 173)
Demikian 7 doa penghilang stres, sedih, dan gelisah. Semoga bermanfaat.

sumber : sebarberita.com

Ketika Jibril Sumpal Mulut Fir’aun Dengan ‘Halul Bahri’

DI detik-detik akhir kehidupannya, Fir’aun, sang manusia lalim yang meneguhkan dirinya sebagai Tuhan itu sadar bahwa dirinya bukanlah Sang Pencipta seperti yang selama ini ia dengung-dengungkan. Fir’aun merasa lemah, tak berdaya. Sebentar lagi dirinya akan binasa. Tenggelam ke dasar lautan.
Di momen krusial itu, ketika tubuhnya ditarik gulungan ombak, Fir’aun teringat akan sosok yang lebih agung ketimbang dirinya, Tuhan.
Fir’aun pun berkata, sebagaimana Allah ceritakan dalam QS Yunus ayat 9. “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.”
Namun di saat yang bersamaan, Jibril menyumpal mulut Fir’aun dengan ‘Halul Bahri’; lumpur hitam yang ada di dasar laut.
Jibril berkata, “Wahai Muhammad! Andai saja kau melihatku saat mengambil lumpur hitam lautan lalu aku sumpalkan ke mulutnya, karena khawatir rahmat menghampirinya.” (HR At-Tirmidzi 3320, 3321).
Dalam riwayat lainnya Rasulullah menyebutkan bahwa Jibril menyumpalkan tanah ke mulut Fir’aun karena khawatir mengucapkan “La ilaha illallah,” sehingga Allah akan merahmatinya, atau khawatir Allah akan merahmatinya dan diterima tobatnya.
Kenapa Malaikat Jibril berlaku hingga demikian?
Dalam Kisah-kisah Nubuat dari Nabi karya Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar, Malaikat Jibril melakukan hal tersebut dikarenakan ia sangat benci terhadap manusia lalim yang sangat keras dalam kekafiran, kerusakan, memerangi Islam dan menyiksa orang-orang mukmin.
Barangkali ada yang penasaran dan bertanya,”Apa ruginya bagi Malaikat Jibril jika Allah merahmati dan mengampuni Fir’aun?”
Jawabannya dikarenakan terkadang kebencian seorang hamba terhadap orang zalim mendorongnya untuk berdoa kepada Allah agar tobat mereka tidak diterima dan mereka tidak dimasukkan ke dalam rahmat-Nya. Hal yang sama yang juga dilakukan oleh Nabi Musa.
Nabi Musa mendoakan keburukan kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya agar Allah menutup hati mereka sehingga mereka tidak beriman sampai melihat siksaan yang pedih.
“Dan Musa berkata. ‘Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kuncilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai melihat azab yang pedih’.” (QS Yunus: 88). Wallahu a’lam. []
Sumber: Kisah-kisah Nubuat dari Nabi, karya Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar, Ummul Qura.

Thursday, January 25, 2018

Doa Mendapatkan Lingkungan Yang Baik

Doa Lingkungan Yang Baik


وَمَا لَكُمْ لَا تُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَٱلنِّسَآءِ وَٱلْوِلْدَٰنِ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهْلُهَا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَٱجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا 

Artinya: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu." (QS. Al-Nisâ': 75). 

Penjelasan:

Agar selamat dari kezhaliman dan ketertindasan suatu kelompok atau golongan, maka baca doa di atas setiap saat. Baik juga dibaca agar diberi ketentraman dan disatukan dengan orang-orang yang beriman.

Wednesday, January 24, 2018

Daud Kecil Mengalahkan Jalut si Raksasa

Sesudah nabi Harun dan nabi Musa wafat, kaum Bani Israil dipimpin oleh Yusya bin Nun. Kepemimpinan Yusya bin Nun itu mereka dapat menguasai tanah Palestina dan bertempat tinggal di istana. Namun setelah Yusya bin Nun meninggal, mereka terpecah belah dan isi kitab Taurat berani mereka merubah dan ditambah-tambah. Mereka suka bersilang pendapat akhirnya hilanglah kekuatan persatuan mereka dan tanah Palestina diserbu dan dikuasai olah bangsa lain.

Bani Israil menjadi bangsa jajahan yang tertindas, mereka merindukan datangnya seorang pemimpin yang tegas dan gagah berani untuk berperang melawan penjajah. Diangkatlah Thalut oleh Nabi Samuel sebagai raja bagi mereka.

Thalut yang sudah diangkat sebagai raja, mengajak orang – orang yang tak punya ikatan rumah tangga dan perdagangan untuk ke medan perang, dengan memilih orang-orang terbaiknya itu ia berharap mereka dapat memusatkan diri pada pertempuran dan tak menghiraukan lagi urusan rumah tangga dan perdagangan mereka. Salah seorang anak muda yang ikut dalam barisan Thalut adalah seorang remaja yang bernama Daud. Ia diperintah ayahnya untuk menyertai kedua kakaknya yang maju ke medan perang. Daud tidak diperkenankan maju ke garis depan, ia hanya disuruh melayani kedua kakaknya. Tempatnya di garis belakang, jika kakaknya lapar atau haus dialah yang melayani dan menyiapkannya makanan dan minuman.

 Tentara Thalut sebenarnya tidak seberapa banyak, jauh lebih besar dan lebih banyak tentara Jalut sang penindas. Jalut sendiri adalah seorang panglima perang yang bertubuh besar seperti raksasa, setiap orang yang berhadapan dengannya selalu binasa. Tentara Thalut gemetar sekali melihat keperkasaan musuh – musuhnya itu, Demi melihat tentara nya ketakutan, Thalut berdo’a kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, “Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang – orang kafir”.

Maka dengan kekuatan do’a itu mereka menyerbu tentara Jalut, mereka bertempur dengan gagah dan berani, tentara Jalut tak mengira bahwa lawan yang berjumlah sedikit itu mempunyai keberanian bagaikan singa yang terluka, akhirnya Jalut dapat diporak – porandakan dan lari cerai berai. Tinggal Jalut sang panglima dan beberapa pengawalnya yang masih tersisa. Thalut dan pengikutnya tak berani berhadapan dengan raksasa itu, lalu diumumkannya oleh Thalut bahwa siapa yang dapat membunuh Jalut, maka ia akan diambil sebagai anak menantu.

 Tak disangka dan diduga Daud yang berusia remaja tampil kedepan dan minta izin kepada Thalut untuk menghadapi Jalut. Mula-mula Thalut ragu, mampukah Daud yang masih muda itu bisa mengalahkan Jalut, namun setelah didesak oleh Daud ia mengizinkan anak muda itu maju ke medan perang. Dari kejauhan Jalut melihat sepak terjang Daud yang menantang Jalut, Jalut memang sombong, ia telah berteriak berkali-kali menantang orang – orang Israil untuk berperang tanding. Ia juga mengejek bangsa Israil sebagai bangsa pengecut dan hinaan lainnya yang menyakitkan hatinya.  

Tak lama beberapa waktu tiba – tiba nabi daud muncul dihadapan Jalut. Jalut tertawa terbahak – bahak melihat anak muda itu menantangnya duel. Daud tidak membawa senjata tajam, senjatanya hanya ketapel saja.

Berkali-kali Jalut melayangkan pedangnya untuk membunuh nabi Daud namum nabi Daud dapat menghindar dengan gesitnya, pada suatu kesempatan Daud berhasil melayangkan peluru batu ketapelnya tepat diantara kedua mata Jalut. Setelah terjadi dan berhasil melayangkan batu keterpelnya kepada Jalut maka Jalut berteriak keras, sehingga roboh dengan dahinya pecah dan mati. Dengan demikianlah menanglah pasukan Thalut melawan Jalut. Nabi Daud diangkat sebagai menantu raja Thalut. []

Friday, January 19, 2018

Hindari Kesedihan Dengan 30 Tips Ini

Semua orang pasti pernah mengalami perasaan sedih. Hanya, ketika kesedihan itu dapat, tak sedikit orang yang terlarut dalam kesedihannya, hingga melupakan bahwa ada hal yang lebih baik dari itu. Untuk atasi hal itu, maka sebelum kesedihan datang melanda, Anda harus memiliki bekal terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan agar Anda dapat terhindar dari kesedihan, dan kebahagiaan senantiasa menyertai Anda.
Anda tak perlu bersedih. Bacalah 30 tips berikut yang dapat membuat Anda selalu merasa bahagia.
1. Fokuskan diri Anda pada kehidupan hari ini. Bila Anda tidak melakukan hal ini, tentu pikiran Anda akan melayang kemana-mana. Selanjutnya, semua urusan menjadi kacau serta kecemasan dan kedukaan Anda menjadi lebih banyak. Inilah makna dari kalimat, “Bila engkau berada pagi hari, janganlah menunggu datangnya sore. Bila engkau berada pada sore hari, janganlah menunggu datangnya pagi.”
2. Lupakanlah masa lalu dan semua yang menyertainya. Konsentrasikan diri Anda pada masa kini, karena memikirkan masa lalu dan sesuatu yang telah usai merupakan kebodohan dan menyebaban kegilaan.
3. Jangan terlalu menyibukkan diri Anda dengan masa depan yang belum jelas, karena masa depan masih ada di alam ghaib,belum lagi muncul di hadapan kita. Berhenti dan tinggalkan memikirkannya hingga dia sendiri yang akan datang kepada kita.
4. Jangan merasa terguncang dengan celaan (kritik). Kuatkan diri Anda menghadapinya. Ketahuilah, bahwa kritik tersebut merupakan suatu bukti akan nilai diri Anda yang cukup membanggakan sehingga membuat orang lain iri.
5. Tingkatkan keimanan Anda kepada Allah dan kerjakanlah amal shaleh, maka hidup Anda akan lebih baik dan penuh kebahagiaan.
6. Siapa saja yang menginginkan ketenangan, ketentraman dan kenyamanan, maka berdzikirlah kepada Allah SWT.
7. Setiap hamba harus mengetahui bahwa setiap sesuatu yang terjadi itu tidak lepas dari mekanisme qadha’ dan qadar.
8. Jangan pernah menunggu ucapan terima kasih dari seseorang.
9. Persiapkan diri Anda menghadapi kemungkinan terburuk.
10. Berdo’alah, semoga segala sesuatu yang Anda peroleh menjaid kebaikan bagi Anda.
11. Yakinlah hati bahwa setiap ketentuan Allah (qadha’) adalah yang terbaik bagi kaum muslim.
12. Ingatlah selalu akan nikmat yang Anda terima selama ini dan segeralah bersyukur.
13. Perayalah bahwa apa yang Anda miliki jauh lebh banyak daripada yang dimiliki orang lain.
14. Tanamkan motto diri bahwa tiada hari tanpa kebahagiaan.
15. Sadarilah bahwa bencana adalah sarana munculnya do’a yang khusyuk.
16. Yakinlah bahwa berbagai musibah yang Anda alami adalah suplemen penambah keteguhan jiwa.
17. Percayalah, sesungguhnya dalam setiap kesulitan terdapat kemudahan.
18. Janganlah sampai hal kecil meghancurkan hidup Anda.
19. Percayalah, sesungguhnya Tuhanmu itu Mahaluas ampunan-Nya.
20. Jangan marah. Jangan marah. Jangan marah!
21. Janganlah risau hanya karena tidak punya harta dunia, sebab kehidupan hanyalah sepotong roti, seteguk air dan naungan pohon rindang yang menyejukkan.
22. Bacalah firman Allah, “Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezeki kalian dan terdapat pula yang dijanjikan kepada kalian (surga dan neraka),” (QS. Adz-Dzaariyat: 22).
23. Percayalah, kebanyakan sesuatu yang menakutkan itu tidak terjadi.
24. Belajarlah dari teladan Anda, karena memang Anda punya teladan dalam menghadapi berbagai macam musibah.
25. Percayalah, sesungguhnya bila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan memberi cobaan kepada mereka.
26. Seringlah membaca doa penghalau bencana.
27. Usahakan selalu melakukan amal bermanfaat dengan penuh kesungguhan dan hindarilah hari-hari Anda kosong dari aktivitas.
28. Tinggalkan berita bohong dan jangan percaya terhadap gosip.
29. Percayalah, tumpukan dendam dan hasrat untuk membalasnya hanya akan membahayakan kesehatan Anda, sebab kebanyakan rasa jengkel hanya akan mengakibatkan kerugian belaka.
30. Percayalah, setiap apa yang menimpa Anda dapat menghapus dosa. []
Sumber: Jangan Bersedih Setelah Kesulitan Ada Kemudahan/Karya: Dr. ‘Ayidh bin ‘Abdullah Al-Qarni/Penerbit: Irsyad Baitus Salam

Saturday, January 6, 2018

Rasulullah Berdoa untuk Umatnya di Pagi Hari, Mengapa?

Waktu pagi adalah waktu yang sangat utama dan penuh berkah, bukan berarti selain pagi hari adalah waktu yang tidak diberkahi. Namun, pagi hari adalah waktunya manusia memulai aktivitas dan masih penuh semangat setelah istirahat semalaman. Para orang tua  sering mengatakan, jika bangun kesiangan, rezeki akan dipatok ayam.
Kenyataannya di antara waktu yang paling baik untuk bekerja dan mencari rezeki adalah dipagi hari. Rasulullah SAW bahkan secara khusus mendoakan waktu pagi kepada umatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah).

Dikutip dari buku yang berjudul ’20 Amalan Rezeki dalam Berbisnis’ karya Yunus Mansur dikatakan bahwa Rasulullah SAW tidak mengirimkan pasukan untuk berperang kecuali pada pagi hari. Peperangan yang akhirnya dipenuhi dengan keberkahan serta kemenangan, karena pasukan yang masih begitu bersemangat membela Islam.

Shakhr Al-Ghamidy adalah sahabat Rasulullah SAW yang meriwayatkan hadits di atas. Sebagai seorang pedagang, beliau menerapkan langsung hadits tersebut dengan selalu mengirimkan barang dagangannya pada pagi hari. Alhasil, beliau memperoleh keberkahan dari Allah SWT berupa keberhasilan usaha dan harta yang yang melimpah.

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibanding seorang mukmin yang lemah. Dan pada keduanya terdapat kebaikan. Senantiasa berusahalah untuk melakukan segala yang berguna bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau menjadi lemah.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah SWT senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rezeki yang halal.” (HR. Adailami)

Meskipun demikian, janganlah kesibukan pada pagi hari melalaikan kita dari mengingat Allah SWT. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munaafiquun: 9)

Mengingat besarnya keberkahan pada waktu pagi, sebagai seorang muslim hendaknya tidak membiasakan tidur setelah shalat shubuh. Bahkan hingga melalaikan shalat Shubuh dan memilih meneruskan tidurnya.

Rasulullah SAW biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Baru ketika matahari terbit, Rasulullah SAW berdiri meninggalkan tempat shalat beliau. Sangat dianjurkan untuk berdzikir setelah shubuh dan tetap duduk di tempat shalat jika tidak memiliki halangan.

Semoga kita dapat meniru jejak para salihin dalam memanfaatkan waktu pagi. Islam mengajarkan pemeluknya untuk produktif, berkarya, dan tidak bermalas-malasan khususnya di waktu pagi.

Sumber: Republikaco.id

Apakah yang dimaksud dengan Persekusi

Persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

Memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan



REPUBLIKA.CO.ID, Tiba-tiba saja publik Indonesia dihebohkan oleh kosa kata “persekusi”. Objeknya adalah adanya orang-orang yang terkena tindakan akibat perbuatannya di media sosial. Awalnya adalah membuat status atau tulisan di facebook, twitter, atau instagram. Umumnya adalah mereka memberikan penilaian yang negatif terhadap seseorang atau sesuatu. Lalu orang-orang itu dicari alamatnya dan kemudian didatangi. Mereka akan diminta untuk meminta maaf secara tertulis di atas meterai, diucapkan secara verbal dan divideokan serta membuat status meminta maaf di media sosialnya. Di antara mereka ada yang dikata-katai, diancam, bahkan ada yang mendapat tindakan fisik.
Contohnya adalah yang menimpa Fiera Lovita. Awalnya ia membuat status di facebook yang berbunyi “masi ada yg berkoar2 klo ulama mesumnya kena fitnah, loh ... dianya kaburr, mo ditabayyun polisi beserta barbuk ajah ga berani”. Dari status ini arahnya adalah ke Habib Rizieq Syihab. Lovita adalah seorang dokter yang tinggal di Solok, Sumatera Barat. Akunnya sempat terkena suspend sehingga tak bisa diakses. Kini sudah bisa dibuka lagi. Status-statusnya yang terkait dengan itu sudah tidak ada lagi. Namun pernyataan permohonan maafnya masih bertengger. Dari postingannya, juga terlihat ia memberikan nada positif pada Ahok. Akibat kasus ini, Kapolres Solok dicopot.
Lovita bukan satu-satunya, karena masih ada yang mengalami nasib serupa. Ada yang menyebutkan bahwa jumlahnya sekitar 52 orang. Lokasinya konon di seluruh Indonesia. Lalu hebohlah publik Indonesia dengan kosa kata persekusi. Tak hanya dari kalangan awam tapi juga dari aparat dan pejabat. Betulkah tindakan orang-orang itu adalah persekusi?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi diartikan sebagai
“pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas”.
Dari makna leksikal ini apa yang menimpa Lovita seolah memenuhi unsur untuk disebut persekusi. Walaupun masih harus ditelisik apakah betul sewenang-wenang? Apakah disakiti? Apakah dipersusah? Apakah ditumpas? Karena itu sebaiknya hati-hati. Apalagi kejadian ini juga berdimensi hukum maka rujukannya tak boleh hanya bersandar pada kamus. Tapi juga harus menimbang pengertian lain, misalnya dari sisi hukum. Apalagi sebagian pihak yang diduga melakukan tindakan terhadap pihak seperti Lovita ada yang sempat digelandang polisi. Dalam sistem hukum Indonesia, kita tak mengenal tindak pidana persekusi.
Kata persekusi ada dalam Statuta Roma. Statuta ini merupakan bagian dari produk Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pembentukan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Statuta lahir di Roma pada 1998. Sedangkan ICC berkedudukan di Den Haag, Belanda. Pada Pasal 1 disebutkan bahwa pembentukan ICC ini untuk menangani “kejahatan paling serius” (the most serious crimes of international concern). Ada empat jenis kejahatan yang masuk dalam kategori tersebut (Pasal 5), yaitu, kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan agresi. Adapun ihwal persekusi masuk ke dalam Pasal 7, yang membahas tentang kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pasal 7 (1) mengulas tentang apa itu kejahatan terhadap kemanusiaan;
“Untuk keperluan Statuta ini, ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ berarti salah satu dari perbuatan berikut ini apabila dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematik yang ditujukan kepada suatu kelompok penduduk sipil, dengan mengetahui adanya serangan itu”.
Ada 11 jenis kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk di dalamnya adalah persekusi, yang masuk pada poin h. Bunyinya adalah:
“Persekusi terhadap suatu kelompok yang dapat diidentifikasi atau kolektivitas atas dasar politik, ras, nasional, etnis, budaya, agama, gender sebagai didefinisikan dalam ayat 3, atau atas dasar lain yang secara universal diakui sebagai tidak diizinkan berdasarkan hukum internasional, yang berhubungan dengan setiap perbuatan yang dimaksud dalam ayat ini atau setiap kejahatan yang berada dalam jurisdiksi Mahkamah”.
Adapun pengertian persekusi itu sendiri ada di dalam Pasal 7 (2) pada poin g. Di situ disebutkan bahwa
“Persekusi berarti perampasan secara sengaja dan kejam terhadap hak-hak dasar yang bertentangan dengan hukum internasional dengan alasan identitas kelompok atau kolektivitas tersebut”.
Dari pengertian ini jelas sekali bahwa unsur penting dalam persekusi adalah perampasan, sengaja, kejam, hak dasar, identitas.
Sekarang pertanyaannya adalah, apakah hak dasar itu? Banyak sekali varian pendapat tentang hal ini. Namun merujuk pada kovenan internasional tentang hak sipil dan politik (ICCPR), di antara hak dasar itu adalah
  • hak hidup;
  • hak menentukan nasib sendiri;
  • kebebasan dan keamanan pribadi dari penangkapan dan penahanan sewenang-wenang;
  • perlakuan yang manusiawi dan menghormati martabat yang melekat jika terjadi perampasan kebebasannya;
  • kebebasan bergerak dan memilih tempat tinggal;
  • persamaan di muka hukum;
  • kebebasan menetap di suatu wilayah negara;
  • hak praduga tak bersalah;
  • perlindungan wilayah privat;
  • kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat, berkeyakinan, dan beragama;
  • kebebasan berkumpul secara damai;
  • kebebasan berserikat;
  • hak menikah;
  • perlindungan anak di bawah umur;
  • hak ikut dalam pemerintahan, hak dipilih dan memilih, dan hak mendapatkan akses pelayanan umum;
  • serta hak dan perlindungan terhadap minoritas.
Tentu masih bisa ditambah di bidang ekonomi dan budaya.
Pertanyaan berikutnya adalah dalam semua kejadian yang kini dihebohkan itu apakah ada perampasan hak dasar yang sengaja dan kejam? Semua itu tak terjadi. Karena itu istilah yang lebih tepat untuk semua kejadian itu adalah tindak pidana yang lain seperti mengancam atau menganiaya, yang ada di KUHP. Sehingga secara leksikal lebih tepat menggunakan istilah intimidasi. Dalam KBBI pengertian intimidasi adalah
“tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman”.
Karena itu penggunaan diksi persekusi oleh aparat hukum atau pejabat negara bahkan pegiat hak asasi manusia terhadap kasus yang terjadi belakangan ini merupakan upaya berlebihan, pandir, bahkan bisa dikategorikan kekerasan verbal itu sendiri.
Seorang kawan yang merupakan pejabat negara yang memahami benar pengertian persekusi dan konsekuensinya dalam dunia internasional mengatakan “mau membela mereka yang kena intimidasi malah bikin kesan bahwa sesuatu yang maha buruk sedang terjadi di Indonesia”. Karena itu ia menyitir sebuah peribahasa lama yang sudah jarang diucapkan: ibarat menghindari kentut malah terpijak kotoran. Duh!
Saat ini memang era narasi terburuk dalam sejarah Indonesia, ada degradasi intelektual yang akut. Tak lagi malu menjadi pandir.


sumber : https://www.dictio.id/t/apakah-yang-dimaksud-dengan-persekusi/8420/2

Friday, January 5, 2018

Inilah Amalan Yang Lebih Utama Dari Puasa, Shalat Dan Sedekah


Dalam suatu riwayat, salah satu sahabat Rasul yang terbaik yaitu Abu Darda r.a bertanya kepada sahabat-sahabatnya yang lain dengan kalimat, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang suatu amalan yang lebih utama dibandingkan dengan sedekah dan menjalankan ibadah puasa?”
Para sahabat pada jaman Rasul dan sesudahnya memang sangat antusias jika ada sebuah nasehat yang menyangkut pahala akhirat. Beda dengan jaman sekarang yang sekedar untuk tahu saja tidak tergerak hatinya. Wahai kaum muslim ! Adakah diantara kalian yang ingin mengetahui untuk selanjutnya bisa mengamalkan nasehat dari Abu Darda tersebut?

Bukan merupakan rahasia jika bersedekah merupakan sebuah ibadah yang sangat tinggi pahalanya di sisi Allah. Dengan bersedekah, maka Allah melipatgandakan rezeki kita hingga 700 kali lipat. Bersedekah juga menjadi jalan keselamatan bagi seorang manusia dari panasnya api neraka. Kita juga tahu bahwa dengan bersedekah, maka Allah akan menyelamatkan kita dari mara bahaya dan mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang diderita.


Sementara ibadah puasa atau shaum entah itu puasa wajib ataupun sunat merupakan ibadah yang bernilai setengah kesabaran. Banyak keterangan yang menyebutkan bahwa dengan berpuasa akan menjadi salah satu jalan syafaat bagi penggiatnya di hari kiamat nanti. Berpuasa juga menjadi sarana untuk terhindar dari dosa, maksiat dan siksa api neraka. Lalu berpuasa juga menjadikan tubuh menjadi sehat luar dan dalam.

Dan tahukah engkau wahai saudaraku, Bahwa ternyata ada satu amalan yang lebih utama dibandingkan dengan kedua amalan ibadah yang tinggi pahalanya tersebut.

Seperti apakah ibadah atau perbuatan yang lebih baik dari bersedekah dan berpuasa yang dimaksud?

Abu Darda kemudian melanjutkan nasehatnya,

“Yaitu mendamaikan diantara yang tengah berselisih karena kebencian merupakan penghalang darti mendapatkan pahala.”

Perkataan ataupun nasehat yang disampaikan oleh sahabat Abu Darda bukanlah sebuah perkataan yang kontan keluar dari lisan Abu Darda, namun merupakan kutipan dari Hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dimana Rasulullah SAW bersabda,

“Maukah aku beritahukan kepada kalian suatu amalan yang lebih utama dari derajat mereka yang berpuasa, shalat dan bersedekah?”

Para sahabat pun menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.”

Kemudian Rasul melanjutkan perkataannya, 

(ialah) mendamaikan seseorang yang berselisih. Karena sesungguhnya kerusakan dari perselisihan adalah terhalanginya seseorang dari mendapatkan pahala.”

Mengomentari hadits diatas, Dr Muhammad Ali Hasyimi menjelaskan bahwa kebencian dapat menghapus segala amal kebaikan, dijauhkannya pahala dan lenyapnya kebaikan-kebaikan.

Subhanallah.... semoga kita semua bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari entah itu di lingkungan keluarga, masyarakat maupun di lingkungan pekerjaan dengan segala kemampuan terbaik yang dimiliki.

Wallahu A'lam 


Sumber : KabarMakkah.com

Tuesday, January 2, 2018

Ketika sholat ke masjid saja harus mengalami teror, intimidasi, persekusi, dan kriminalisasi

Sebagai seorang muslim kita diwajibakn menjalan sholat  5 waktu. Yang merupakan rukun islam yang ke-2 dan bisa menjadikan tanda bahwa keislaman seseorang itu telah benar dan bahkan ada hadist yang menyatkan bahwa pembeda antara muslim dan kafir salah satunya dilihat dari sholatnya.
Dan sebaik-baik sholat itu dikerjakan secara berjamaah dimasjid terdekat disekitar tempat tinggalnya.

Namun apa jadinya ketika kita berusaha untuk menjalakann perintah sholat lima waktu berjamaah dimasjid disekitar rumah kita tersebut malah selalu di teror, di intimidasi, di usir, dpersekusi, dikriminalisasi oleh "pengurus masjid"nya, "tokoh masyarkat" dan "kyai2" mereka
Karena di anggap bukan dari "kelompok" mereka dan tidak berhak untuk sholat dan beribadah di masjid tersebut, padahal kita2  ya tinggal didekat masjid tersbut dan dari awal juga turut serta dalam pembangunan dan mempelopori untuk memakmurkan masjid dengan malaksanakan sholat berjamaah 5 waktu dimasjid. 

Mereka menghimpun "masyarakat" diajak mengusir keluarga/jamaah kita dari masjid, dengan di ajak membuat surat pernyataan yang mereka tanda tangani. Mereka yang tidak mau d intimidasi.

Ketika di masjid, mau adzan (jadi muadzin) tidak boleh, apalagi jadi imam mengadakan kegiatan lain2nya...
mau  membaca Quran lewat hape saja dilarang, hapenya diminta, merekam kegiatan kita dimasjid juga tidak boleh, sedangkan ketika membaca dengan memakai mushof yang ada dimasjid lampuya  juga dimatikan.
Mau sholat di shoff paling depan dekat imam selalu dhalangi2 ketika dapat tempatpun berusaha untuk di teror di injak2 sorbannya. Ketika kita marah mereka kumpulkan masyarakat, laporkan kepolisi,. Di ancam mau diseret keluar masjid disruh pulang. Mau mengobrol dengan sesama jamaah masjid di larang, Ada teman yang mampir ngobrol dengan kita saja di usir dengan kata-kata kasar.
Pokoknya semua yang kita perbuat dimasjid selalu berusaha "mereka" ganggu dan bikin marah kita.

Depan masjid mereka gunakan sebagai markas organisasi mereka seakan2 kita2 ini adalah musuh besar yang selalu mereka curigai dan mengancam keberadaan mereka.

Padahal kita-kita tinggal dsini sudah dari kecil lahir dan besar disini, bahkan juga mash kerabat dengan mereka. Tapi  kenapa "mereka" begitu tega untuk selalu mengadu domba antar saudara menghalangi "kita-kita" sekitar untuk sekedar beribadah kemasjid.

Bukannya fungsi utama masjid itu menyatukan masyarakat sekitar masjid agar semakin dekat kepada Allah dan saling bersaudara karena Allah. Tapi ini justru mereka yang biasa ke masjid mereka usir sementara orang2 luar yang sebelumnya tidak pernah sholat disitu mereka undang .

Entah sampai kapan kejadiannya ini akan terus terjadi...
Saya sudah berusaha mnta tolong kepada para tokoh masyarakat, aparat maupun perangkat tapi justru yang terjadi malah seakan mereka membiarkan dan malah memojokkan saya...

Karena rata-rata mereka juga masih satu "kelompok" dengan "mereka". Justru mereka juga malah ikut2an berusaha menyingkirkan dan menekan saya...

Hanya bapak camat dan bapak wakapolsek yang kemarin yang berusaha membantu tapi kayaknya juga masih kalah dengan orang2 dari "kelompok mereka".. dan mungkin karena sibuk jadi bellum mampu menyelesaikan secara tuntas..

Kata seseorang keadaan disini ini sebenarnya sudah diketahui dan di pantau oleh pak bupati, pak kapolres maupun pak dandim, tapi kenapa seakan dibiarkan saja tidak diberikan jalan keluar.. dan di damaikan begitu..

Kenapa masalah skecil ini seakan malah dipelihara, dibesr2kan dan dibiarkan membara...
Dan seakan malah dijadikan komoditas politik begitu...

Terus kalo kita tidak boleh sholat/beribadah/mengadakan kegiatan dimasjid tersebut kita harus sholat berjamaah dan beribadah dmna?

Jika harus bikin masjid sendiri sementara masjid satu saja jamaahnya hanya segitu itupun juga kebanyakan orang luar, apakah justru tidak akan membuat masyarakat semakini terbelah wong tempat tinggalnya berdekatan...

Sebenarnya saya berharap ada penyelesaian yang tuntas dari pihak terkait sehingga bisa sama2 beribadah dengan tenang dan saling menghargai tidak saling mennghancurkan dan bentrokan begini..

Semoga bagi pihak2 yang membaca tulisan ini dan punya wewenang saya berharap  untuk bisa memberi solusi dan jalan kluar sehingga kami dan  masyarakat disini bisa beribadah dengan tenang tanpa ada rasa saling curiga saling dendam dan bermusuhan..

Dan apabila ada yang merasa tersinggung dengan tulisan ini saya mohon maaf...

Terima kasih






Sedang Punya Masalah, Gunakan 6 Kekuatan Ini

HIDUP ini tak akan pernah terlepas dari sebuah masalah. Setiap orang memiliki tingkatan masalah yang berbeda-beda. Tak hanya itu, tingkat kedekatan seseorang dengan Allah pun berbeda-beda. Ketika hubungan seseorang dengan Allah tidaklah terlalu baik, maka yang akan muncul adalah pengharapan seseorang terhadap manusia bahkan benda-benda yang dikeramatkan. Naudzubillah.
Saudara, daripada menyandarkan permasalahan kita kepada orang yang belum tentu bisa membantu kita menyelesaikan masalah kita (apalagi kepada benda-benda), lebih baik renungkan enam kekuatan yang bisa kita lakukan ketika mempunyai masalah berikut ini:
1. Gunakan kekuatan iman. Ingat hal yang satu ini, keajaiban dan kuasa Allah, hanya berlaku buat mereka yang percaya akan adanya keajaiban dan kuasa Allah itu sendiri. Maka, jadi manusia yang serba terbatas kemampuannya, jangan pernah lepas iman di dada. Adapun 4 kondisi iman yang perlu kita tumbuhkan pada saat mempunyai masalah adalah iman bahwa Allah yang senantiasa mengampuni dosa kita. Iman bahwa Allah Maha melihat dan tidak meninggalkan hambaNya. Iman bahwa Allah selalu bersedia membantu. Iman bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
2. Gunakan kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri. Saudara, dua hal yang berbeda antara orang-orang yang berhasil (termasuk berhasil keluar dari kemelut hidupnya) dengan yang tidak berhasil, kebanyakan terletak di dua hal ini; berbeda keyakinan dan kepercayaan dirinya. Orang-orang yang berhasil, memiliki tingkat keyakina dan kepercayaan diri yang mengagumkan. Pada gilirannya, kekuatan kepercayaan diri dan keyakinan (dalam hal ini kepercayaan dan keyakinan untuk bisa menyelesaikan dan menghadapi masalah), akan memberikan kekuatan tersendiri. Bahkan kadangkala membangkitkan sebuah kekuatan yang semula tidak muncul. Seperti keberanian menghadapi masalah.
Tumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi, supaya aura positif mengalir hangat ke seluruh tubuh dan mempengaruhi pola pikir dan gerak. Hasilnya, lebih segera dan lebih bertenaga.
3. Gunakan kekuatan pemikiran positif. Saudara, kadang kita merusak diri kita sendiri dengan mengembangkan pemikiran negatif. Seseorang yang sakit, akan bertambah sakit, bila ia berpikir cepat mati dan lama sembuh. Orang yang punya hutang, akan tambah stres, bila ia menghukum dirinya sendiri dengan berpikir yang jelek-jelek seperti akan cacat nama dan takut dimarahi. Kembangkan selalu kepositifan dalam berpikir. Jangan pernah berpikir yang jelek-jelek. Jangan pernah. Sebab, kalau ia dibiarkan tumbuh dan berkembang, ia akan menjajah badan dan pikiran kita.
4. Gunakan kekuatan perubahan. Allah senang membantu hambaNya yang mau berubah; dari sikap buruk ke sikap yang baik, dan dari sikap hidup orang yang hina jadi bersikap layaknya orang yang mulia.
Untuk mendapatkan pertolongan Allah, niatkan untuk segera berubah, dan bersegeralah mengubah diri! Awali dengan muhasabah (intropeksi) terhadap perilaku salah kita, kemudian mulailah mengubah hal-haal yang paling mudah yang bisa kita ubah. Jangan tunggu perbaikan akan datang sempurna. Sebab tanpa memulai kita akan tetaap jalan di tempat, tanpa mengubah apapun. Kiat 3M dari Aa Gym, sangat layak kita jalankan sehubungan dengan manajemen perubaha diri; mulai dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang..
5. Gunakan kekuatan sedekah. Sedekah memiliki kekuatan membersihkan diri. Yaitu membersihkan diri dari kotoran-kotoran hati. Kalau kita sudah bersih, rahmat Allah akan mudah datang menghampiri, sebab Allah suci, tidak suka Dia dengan yang kotor. Bersedekah adalah salah satu jalan menyucikan diri. Supaya jangan ada yang menghambat jalan kita mencari solusi bagi permasalahan yang kita hadapi.
6. Gunakan kekuatan doa dan kepasrahan. Akhirnya saudara, kita hanya manusia yang bahkan untuk kekuatan berikhtiar saja kita tidak punya, kecuali Allah mengizinkan kita melakukan ikhtiar. Dan apalah kita, manusia dengan segala keterbatasan kita, kalau kita tiada mau berdoa dan tiada mau memasrahkan kepada Allah Sang Maha.
Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan kita kekuatan di kala kita lemah dan tidak berdaya, dan semoga pula Allah menjadikan kita sebagai bagian dri orang-orang yang pantas diberi-Nya pertolongan dan rahmat, aamiin. Kepada Allah lah segala urusan berpulang. []

Sumber : Mencari Tuhan yang Hilang/Ust. Yusuf Mansur/Zikrul Media Intelektual 

Monday, January 1, 2018

Mintalah yang Menurut Kita Tidak Mungkin

Sobat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Kaya dengan dzat-Nya, yang memiliki kekayaan yang mutlak dan sempurna dari seluruh sisi dan pandangan. Al-Ghaniy artinya Allah Maha Kaya, merupakan salah satu nama Allah Azza wa Jalla yang sangat indah. Keindahannya terletak pada nama dan makna-Nya. Allah tidak membutuhkan apapun secara mutlak. Dia tidak membutuhkan makhluk-Nya sementara makhluk-Nya butuh kepada-Nya dalam segala sesuatu.
Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Mintalah penjagaan Allah, niscaya kamu akan dijaga. Mintalah perlindungan Allah, niscaya kamu akan berada dalam perlindungan-Nya. Jika kamu meminta pertolongan mintalah kepada Allah. Ketahuilah apabila umat manusia berkumpul untuk meminta suatu manfaat darimu, mereka tidak akan mendapatkannya kecuali Allah telah menulisnya bagimu. Apabila umat manusia berkumpul untuk mencelakai kamu dengan sesuatu, mereka tidak akan bisa mencelakai dengan sesuatu itu kecuali Allah telah menulisnya terhadapmu, (terus) menulislah pena-pena itu dan menjadi besarlah buku-buku tersebut.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi)
Sungguh sangat menakjubkan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita akan mendapat perlindungan dari-Nya, ke mana pun kita melangkah, Allah akan selalu melindungi dan menjaga kita. Jika kita meminta, maka kita akan mendapatkan yang kita inginkan degan izin Allah, termasuk yang mustahil menurut kita.
Ingatlah potongan ayat dari surat Yaasiin: 82, “Kun Fayakuun” yang artinya, “’Jadilah!’ maka terjadilah ia.” Tidak ada hal yang sulit bagi Allah, tidak ada hal yang mustahil untuk tidak terjadi jika Allah menghendaki terjadinya sesuatu dan atau tiadanya sesuatu. Dalam kehendak-Nya menjadikan sesuatu atau mengabulkan sesuatu, ada yang melalui proses masa atau  kurun waktu, ada yang seketika, dan ada yang melalui proses tahapan hingga wujud akhirnya.
Jika kita dilanda musibah sehingga menurut kita mustahil untuk diselesaikan, berdoalah kepada Allah. Sesungguhnya tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Berhusnuzan (berprasangka baik) kepada Allah, bahwa hanya dengan rida-Nya, segala awan gelap kehidupan mampu disingkirkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak ketentuan takdir (qadha) kecuali doa. Dan, tidaklah ada yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan. Dan, seseorang diharamkan rezekinya, karena perbuatan dosanya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
Sesungguhnya Allah Maha Kaya, Sobat Nida. Mintalah kepada Allah dengan terus berikhtiar dan optimis dengan penuh prasangka baik pada-Nya. Mintalah dengan mengharapkan ridho dan keberkahan, niscaya apa yang Sobat Nida minta terkabulkan. Aamiin. (Cucu Rizka Alifah)
Sumber: annidaonline.com

Maaf Ya Allah....



Doa ketika didzalimi

Maaf ya Allah ampuni hamba....
Hamba belum bisa kemasjid lagi...
hamba sudah berusaha keras untuk bisa Istiqomah ....
Tapi teror dan intimidasi dari orang2 itu begitu kerasnya...
Sementara untuk hijrah dari sinipun masih belum bisa

Hanya padamu aku pasrahkan segalanya....
Aku pasrahkan kedzaliman mereka....
Engkau adalah penguasa dan  pencipta dari segala raja
Ya Malik..... Ya Khaaliq..
Engkau Yang Maha Kuasa, Ya Qodir..
Engkau Yang Maha Adil, Ya 'Adl..
Engkau Yang Maha Pembalas Perbuatan Dzalim, Ya Muntaqim..
Engkau Yang Maha Merendahakan, Ya Khaafidh..
Engkaulah Yang Menghinakan, Ya Muzil..
Dan hanya Engkaulah penolong hamba2 
yang sedang menderita.. dan teraniaya...


Entah apa sebenarnya yang mereka cari orang sholat saja mereka teror dengan segala rupa...
Mentang2 berkuasa dan punya banyak massa....
Seakan tak takut dosa dan tak tahu etika...
Semu aku pasrahkan kepada-Mu ya Robb..
Engkaulah yang Maha mengatur segala..
Jika semua ini karena dosa2ku mohon ampunilah dosa2ku dan berilah jalan kluar terbaik
Jika ini smua bentuk ujian dariMu mohon sabarkanlah dan
Ampunilah dosa2 hambaMu iniberilah balasan pahala yang berlipat dunia akhirat

Aamiin Ya Robbal Alamin...


Hikmah Sabar Menghadapi Ujian dan Musibah

Di dalam surah al-Mulk, ALlah menyatakan bahawa Dia menciptakan hidup dan mati untuk menguji manusia siapakah di kalangan manusia paling baik amalnya. Dalam hidup manusia menghadapi pelbagai bentuk ujian sama ada dalam bentuk musibah/kesusahan dan juga ujian dalam bentuk kesenangan/kemewahan.

Seringkali apabila manusia diuji dengan musibah mereka keluh kesah dan merana. Tapi ketahuilah bahawa di sebalik musbah itu ada hikmah yang sangat besar.
Nabi bersabda :-إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مع عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إذا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رضى فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُErtinya : Sesungguhnya besarnya balasan baik adalah dengan besarnya ujian dan bala (tahap ganjaran adalah setimpal dengan tahap kesukaran mihna’), dan Allah s.w.t apabila kasihkan satu kaum lalu akan didatangkan baginya ujian, sesiapa yang mampu redha maka ia beroleh redha Allah dan barangsiapa yang engkar , maka akan beroleh azab Allah.” ( Riwayat At-Tirmizi, 4/601 ; Tuhfatul Ahwazi, 7/65 ; Albani : Hasan Sohih)Mukmin Tulen Sentiasa Tabah Cciri seorang mukmin tulen sebagaimana kata Nabi s.a.w :-عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُErtinya : Amat dikagumi sifat orang mukmin, iaitu semua urusan yang menimpanya adalah baik, dan tidaklah seorang mukmin itu kecuali apabila di timpa kebaikan, ia bersyukur lalu menjadi kebaikan baginya; dan bila ditimpa musibha keburukan ia bersabar dan menjadi kebaikan baginya apabila ia ditimpa” ( Riwayat Muslim)

Sabar adalah perkataan yang selalu kita ungkapkan. Apabila ada musibah menimpa orang sekeliling kita, dengan mudah kita melafazkan, sabarlah.However, the real test comes when we ourselves are facing such time of trial. Baru ketika itu kita benar-benar menghayati first hand erti sabar yang sebenarnya.Musibah dalam dalam pelbagai bentuk sama ada kehilangan harta, perceraian, menjadi mangsa fitnah, kematian dan sebagainya. Apa erti sebenar sabar? Bagaimana kita boleh memberi definisi yang tuntas terhadap sabar ini. Apakah tanda menunjukkan bahawa seorang itu benar-benar sabar menghadapi ujian itu? Persoalan-persoalan ini sebenarnya tidak mudah diungkapkan; sudah pastinya tidak semudah bila kita menasihatkan orang lain agar bersabar.

Abu Zakaria Ansari berkata, “Sabar merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan dirinya terhadap sesuatu yang terjadi, baik yang disenanginya maupun yang dibencinya.” Abu Ali Daqaq mengatakan, “Hakikat sabar ialah keluar dari suatu bencana sebagaimana sebelum terjadi bencana itu.” Dan Imam al-Ghazali mengatakan, “Sabar ialah suatu kondisi jiwa yang terjadi karena dorongan ajaran agama dalam mengendalikan hawa nafsu.”

Dengan demikian, sabar dapat bererti kosisten dalam melaksanakan semua perintah Allah dalam segala keadaan. Berani menghadapi kesulitan dan tabah dalam menghadapi cobaan selama dalam perjuangan untuk mencapai tujuan.

Karena itu, sabar erat hubungannya dengan pengendalian diri, sikap, dan emosi. Apabila seseorang telah mampu mengawal mengendalikan nafsunya, maka sikap/sifat sabar akan tercipta.
Selanjutnya, sabar juga bererti teguh hati tanpa mengeluh, saat ditimpa bencana. Jadi yang dimaksud dengan sabar menurut pengertian Islam ialah rela menerima sesuatu yang tidak disenangi dengan rasa ikhlas serta berserah diri kepada Allah. Dan dapat pula dikatakan bahwa secara umum sabar itu ialah kemampuan atau daya tahan manusia menguasai sifat destruktif yang terdapat dalam tubuh setiap orang. Jadi, sabar itu mengandungi unsur perjuangan tidak menyerah dan menerima begitu saja.

Sabar itu membentuk jiwa manusia menjadi kuat dan teguh tatkala menghadapi bencana (musibah). Jiwanya tidak bergoncang, tidak gelisah, tidak panik, tidak hilang keseimbangan, tidak berubah pendirian. Tak ubahnya laksana batu karang di tengah lautan yang tidak bergeser sedikit pun tatkala dipukul ombak dan gelombang yang bergulung-gulung.

Sifat sabar itu hanya dikurniakan Tuhan kepada manusia, tidak kepada makhluk yang lain. Sebab, di samping manusia mempunyai hawa nafsu, ia juga dianugerahi akal untuk mengendalikan hawa nafsu itu supaya jangan sampai merosak atau merugikan. Sedang makhluk haiwani hanya diperlengkapi dengan hawa nafsu, tidak mempunyai akal. Oleh sebab itu ia tidak mampu bersikap sabar. Malaikat juga tidak memerlukan sifat sabar, karena ia tidak memiliki hawa nafsu.

Sirah para anbiya’, ulama kaya dengan kisah-kisah kesabaran insan-insan pilihan Allah (seperti kisah yang diketahui ramai tentang ketabahan nabi Ayyub a.s. tabah menghadapi pelbagai ujian). Bagaimanapun, bagi orang-orang awam (kebanyakan) bilakh kita mengetahui bahawa kita telah mampu dengan izin Allah bersabar menghadapi ujian yang besar. Seorang alim ditanyakan apakah tanda-tanda bahawa seseorang itu telah mencapai tahap kesabaran yang tinggi jawab beliau: apabila hamba Allah tersebut telah sampai ke satu tahap di saat hebatnya musibah di mana kebanyakan orang akan cenderung untuk berkata mampukah lagi aku bersabar? Namun biarpun di saat yang getir sedemikian dia masih mampu reda dan sabar, maka itulah satu tanda dia mencapai tahap kesabaran yang tinggi.

Sama-samalah kita berdoa agar Allah mengurniakan kita dengan sifat yang amat sinonim dengan Mukmin sejati ini, yang begitu mudah dilafazkan lisan namun tidak enteng diterjemahkan dalam kehidupan di saat musibah melanda.

Wallahu ‘a’lam

Sumber :  http://zhafiz.wordpress.com/2008/04/04/hikmah-sabar-menghadapi-ujian-dan-musibah/
.