Dalam berbagai hadits, Rasulullah saw menyebut kiat agar kita terhindar dari kemiskinan.
1. Rasulullah bersabda: “Bila kalian masuk rumah hendaknya mengucapkan salam kepada penghuni rumah. Bila rumah itu kosong, hendaknya mengucapkan dan membaca surat Al Ikhlas, karena itu mencegah kemiskinan.”
2. Mengulang kalimat azan bersama muazin. Ada seorang sahabat mengadukan kemiskinan yang dialaminya, kemudian Rasulullah bersabda: “Tirukanlah kalimat-kalimat azan ketika muazin mengucapkannya.”
3. Membasuh muka denga air mawar. Rasulullah bersabda: “Siapa hendak keluar untuk memenuhi kebutuhannya, kemudian ia membasuh mukanya dengan air mawar, maka hajatnya akan dipenuhi dan ia tidak akan ditimpa kemiskinan.”
4. Mencuci dua tangan sebelum dan sesudah makan. Rasulullah bersabda: “Mencuci tangan sebelum makan mencegah kemiskinan dan mencuci sesudahnya mencegah kesumpekan.”
5. Menyisir jenggot setelah berwudhu. Rasulullah bersabda: “Menyisir jenggot setelah berwudhu mencegah kemiskinan.”
6. Berperilaku hemat. Rasulullah bersabda: “Aku menjamin bahwa orang yang hemat tak akan jatuh miskin.”
7. Memakan makanan yang tercecer. Rasulullah bersabda: “Siapa memungut makanan yang tercecer , lalu memakannya, maka kemiskinan akan menjauh darinya dan anak-anaknya hingga tujuh turunan.”
8. Memakai cincin firuz dan akik. Rasulullah bersabda: “Orang yang memakai cincin firus tidak akan jatuh miskin. “Dalam riwayat lain Rasulullah Saw bersabda, bahwa cincin akik mencegah kemiskinan dan kemunafikan.
9. Membaca seratus kali setiap hari. Rasulullah Saw bersabda: “Sesiapa membaca seratus kali setiap hari, maka ia akan mendapat kekayaan, menolak kemiskinan, menutup pintu neraka dan membuka pintu surga.”
10. Membaca surat Al Bayyinah. Rasulullah Saw bersabda: “Siapa membaca surat Al Bayyinah, tak akan dimasuki keraguan dalam agamanya dan tak akan diuji Allah dengan kemiskinan.”
11. Menyisir rambut. Rasulullah bersabda: “Menyisir rambut mencegah kemiskinan dan menghilangkan penyakit.”
12. Membaca surat Al Waqiah setiap malam. Rasulullah bersabda: “Siapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, tidak akan jatuh miskin selamanya.”
13. Menyapu rumah. Rasulullah bersabda: “Menyapu rumah menghilangkan kemiskinan.”
14. Menyalakan lampu sebelum gelap. Rasulullah bersabda: “Menyalakan lampu sebelum matahari tenggelam mencegah kemiskinan.”
15. Selalu menjaga wudhu. Rasulullah bersabda: “Wudhu sebelum dan sesudah makan mencegah kemiskinan dan menambah rezeki.”
Sumber: Buku Mutiara Tersembunyi Warisan Nabi
Kumpulan artikel
Thursday, November 30, 2017
Tuesday, November 28, 2017
Inilah Doa Pembuka Rezeki Dari Arah yang Tak Pernah Disangka-sangka
Rezeki sejatinya sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Namun untuk menghadirkannya, manusia harus berikhtiar dan berusaha. Tidak hanya itu, semua yang dilakukan harus disertai dengan doa.
Namun banyak orang yang mengenyampingkan peran doa dalam menjemput rezeki. Sehingga ada yang sudah bekerja begitu keras, namun hasilnya tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal doa begitu penting agar rezeki bisa datang dengan lancar. Bermunjat kepada Tuhan membuat peluang datangnya rezeki manjadi lebih lebar. Lantas, apa saja doa pembuka rezeki yang bisa kita amalkan? Berikut ulasannya.
Ternyata doa-doa ini tertulis dalam Alquran dan beberapa lagi berasal dari hadist Nabi Muhammad SAW. Ada sembilan doa yang bisa diterapkan agar rezeki datang dari arah yang tak pernah disangka-sangka.
1. Surat al-Maidah Ayat 114
Doa pembuka rezeki pertama yang bisa diterapkan tertulis dalam QS. Al-Maidah 5: 114. Ini merupakan penggalan dari doa Nabi Isa putera Siti Maryam yang meminta hidangan dari langit. Allah SWT menurunkan hidangan yang terdiri dari roti, ikan, delima, dan buah-buahan, serta beragam lainnya.
“Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘idan liawwalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raaziqiina”.
Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama“. [QS. Al Maidah 5:114]
2. Surat ath-Thalaaq Ayat 3
Doa pembuka rezeki selanjutnya tertulis dalam Alquran Surat Ath-Thalaaq:3.
Doa pembuka rezeki selanjutnya tertulis dalam Alquran Surat Ath-Thalaaq:3.
“Wayarzuqhu min haitsu laa yahtasibu waman yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhu innallaha baalighu amrihi qad ja’alalahu likulli syai-in qadran”.
Arti: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.65:3)
3. Surat al-Qasas Ayat 24
“Fasaqa lahuma thumma tawalla ila alththilli faqala rabbi innee lima anzalta ilayya min khayrin faqeerun”.
“Fasaqa lahuma thumma tawalla ila alththilli faqala rabbi innee lima anzalta ilayya min khayrin faqeerun”.
Arti: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. Al-Qasas 28: 24)
4. Surat Shaad Ayat 35
“Qala rabbi ighfir lee wahab lee mulkan la yanbaghee liahadin min baAAdee innaka anta alwahhabu”.
“Qala rabbi ighfir lee wahab lee mulkan la yanbaghee liahadin min baAAdee innaka anta alwahhabu”.
Arti: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad 38: 35).
5. Hadist Nabi Muhammad SAW
Ada pula doa pembuka rezeki yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Seperti apa doanya? Berikut ulasannya.
Ada pula doa pembuka rezeki yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Seperti apa doanya? Berikut ulasannya.
- “Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”. Arti: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
- “Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.”. Arti: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
- “Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.”. Arti: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku”. (HR. Muslim no. 35, 2697)
- “Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii”. Arti: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).” (HR. Ahmad 1: 371. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa haditsnya hasan).
- “Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii”. Arti: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.
Semoga informasi tentang doa pembuka rezeki ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih sudah membaca, semoga bermafaat.
Semoga informasi tentang doa pembuka rezeki ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih sudah membaca, semoga bermafaat.
Sumber : Islamidia
Wednesday, November 22, 2017
Agar Ditolong Allah
MANUSIA disebut makhluk ‘”Hauqolah” artinya makhluk yang lemah, tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan kecuali Allah Menolongnya.
Bukti kita lemah, tak berdaya menahan mata dari rasa ngantuk, perut dari lapar, mulut dan tenggorokan dari rasa haus, kulit berkeringat dari rasa kegerahan, rambut rontok dari ketombe, dll. Disisi lain kita juga sering dihadapkan banyak persoalan ujian dan cobaan.
Kondisi seperti ini sering kali membuat kita resah, gelisah, cemas, sakit, lemah tak berdaya. Dan karenanya kita sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Sehingga kita bisa membuat kita keluar dari belenggu-belenggu kehidupan yang mendera.
Menghiba kepada orang terkadang bukan solusi yang didapat malah sebaliknya semakin menambah beban persoalan, berharap bantuan orang lain yang datang terkadang cercaan
Mengapa demikian? Karena memang manusia itu lemah, tidak bisa memberikan kebahagiaan tanpa izin Allah, maka satu-satunya yang harus menjadi sandaran kita hanya Allah, dialah yang Maha Menolong, yang maha Kasih dan Sayang.
Bagaimana supaya kita layak ditolong oleh Allah? Berikut ini diantara tips agar Allah menolong kita.
1. Memperkuat iman dan taqwa kepada Allah. Jalankan perintahnya Nya, hindarkan larangan Nya.
2. Selalu ikhlas menolong orang lain yang membutuhkan. Semakin banyak kita menolong dan
beramal secara ikhlas, semakin banyak pula orang yang akan mendoakan kita.
3.Senantiasa ikhtiar. Pertolongan Allah SWT tidak hanya cukup dengan berdoa, tetapi tanpa ikhtiar.
4. Do’a yang khusu kepada Allah SWT ikut membantu mencapai pertolongan itu,
5. Senantiasa tawakal. Menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah SWT. []
Sumber: DaarutTauhid.org
Inilah Beberapa Sunnah Nabi yang Disarankan Untuk Dikerjakan Ketika Hujan
Sunnah Pertama
Sungguh dulu Rasulullah jika melihat hujan, beliau berdoa:
Sungguh dulu Rasulullah jika melihat hujan, beliau berdoa:
اللَّهمَّ صيِّبًا نافعًا
“Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat.”
Yakni hujan yang tercurah berlimpah. (Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Al-Adab Al-Mufrad).
Sunnah Kedua
Menyingkap sebagian badannya agar terkena air hujan. Dari Anas radhiyallahu’anhu berkata:
Menyingkap sebagian badannya agar terkena air hujan. Dari Anas radhiyallahu’anhu berkata:
Kami tertimpa hujan bersama Rasulullah lalu beliau menyingkap baju sampai sebagian badan beliau terkena air hujan, lalu kami bertanya: “Untuk apa anda melakukan begini?” Beliau menjawab: “Karena hujan ini baru saja dari sisi Rabbnya.” (HR. Muslim)
Sunnah Ketiga
Berdoa kepada Allah di tengah turunnya hujan, karena ketika itu adalah waktu dikabulkannya doa, karena bertepatan turunnya rahmat dari rahmat Allah Azza wa jalla. Sebagaimana Nabi bersabda:
Sunnah Ketiga
Berdoa kepada Allah di tengah turunnya hujan, karena ketika itu adalah waktu dikabulkannya doa, karena bertepatan turunnya rahmat dari rahmat Allah Azza wa jalla. Sebagaimana Nabi bersabda:
“Dua doa yang tidak akan ditolak: Doa ketika adzan dan doa di bawah hujan.” (Dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami no 3078.)
Sunnah Keempat
Ucapkanlah sesudah hujan reda:
Ucapkanlah sesudah hujan reda:
مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ
Kami diberi hujan dengan sebab karunia Allah dan rahmat-Nya.
(( مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ ))
Ditekankan untuk beramal dengan hadits ini dan meyakini maknanya pada zaman sekarang ini.
Karena melihat sebagian manusia sudah mulai menggantungkan turunnya hujan kepada kondisi udara, dan mereka berpatokan dengan pendapat ahli cuaca.
Dalam sebuah hadits beliau shalat subuh dengan para sahabatnya di Hudaibiyah dalam bekas hujan tadi malam. Tatkala beliau selesai shalat, beliau menghadap manusia lalu bersabda:
“Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian?”
Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yg lebih tahu.”
Beliau bersabda: “Allah ta’ala berfirman: Pada pagi hari ada diantara hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kafir.”
Adapun yang mengatakan Kita diberi hujan karena karunia Allah dan Rahmat-Nya, maka ia telah beriman kepadaKu dan kafir kepada bintang. Dan adapun yang mengatakan:
“Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu, maka ia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.” (Muttafaq alaih 71-1038)
Sunnah Kelima
Ketika hujan sangat deras dan kawatir membahayakan, sebagian mereka berdoa kepada Allah agar Allah menghentikan hujannya, dan ini bukan termasuk sunnah. Bahkan hendaknya ia berdoa dengan doa Rasulullah:
Ketika hujan sangat deras dan kawatir membahayakan, sebagian mereka berdoa kepada Allah agar Allah menghentikan hujannya, dan ini bukan termasuk sunnah. Bahkan hendaknya ia berdoa dengan doa Rasulullah:
“Ya Allah turunkanlah hujan di sekeliling kami, dan tidak dari atas kami. Ya Allah turunkanlah hujan di gunung, bukit, lembah dan di tempat tumbuhnya pepohonan.” (Muttafaq alaih 897-1014)
Sumber: islamituindah.com.my
Inilah Doa Ampuh Ketika Dirundung Duka
Doa ini sangat bermanfaat dan baik diamalkan oleh orang yang sedang dirundung duka.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Fatimah (puterinya),
“Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan” (artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya).” (HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro 381: 570, Al Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227).
Ada juga doa yang lafazhnya hampir mirip dengan lafazh di atas dari hadits Abu Bakroh radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Doa orang yang dirundung duka: Allahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta (artinya: Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau).” (HR. Abu Daud no. 5090, Ahmad 5: 42. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan karena mengingat adanya penguat).
Doa di atas adalah doa yang luar biasa yang di dalamnya berisi tahqiqul ‘ubudiyah yaitu perealisasian penghambaan pada Allah. Di dalamnya juga terdapat bentuk tawasul pada Allah lewat nama dan sifat-Nya.
Diawali Tawassul
Hamba sangat menggantungkan diri, berharap pertolongan selamanya pada Allah yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada makhluk-Nya.
Hamba sangat menggantungkan diri, berharap pertolongan selamanya pada Allah yang berdiri sendiri dan tidak bergantung pada makhluk-Nya.
Dalam doa itu berisi permintaan tolong dari suatu musibah dengan tawassul pada sifat rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu. Yang diharap adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.
Diperbaiki Segala Urusan
Lalu setelah tawasul seperti itu, di dalamnya berisi permintaan untuk diperbaiki segala urusan. Segala urusan tersebut mencakup urusan di rumah, problema rumah tangga, urusan dengan tetangga dan sahabat, urudan dalam pekerjaan dan studi.
Lalu setelah tawasul seperti itu, di dalamnya berisi permintaan untuk diperbaiki segala urusan. Segala urusan tersebut mencakup urusan di rumah, problema rumah tangga, urusan dengan tetangga dan sahabat, urudan dalam pekerjaan dan studi.
Termasuk di dalamnya pula diperbaiki keadaan diri, diperbaiki hati dan kesehatan serta segala yang berkaitan dengan diri kita. Yang kita minta pada Allah adalah perbaikan dan keselamatan.
Kemudahan Dari Allah
Semua kemudahan itu adalah karunia Allah, bukan usaha dan kerja keras hamba, bukan pula karena kedudukan hamba yang mulia.
Semua kemudahan itu adalah karunia Allah, bukan usaha dan kerja keras hamba, bukan pula karena kedudukan hamba yang mulia.
Karenanya di akhir do’a ditutup dengan bentuk pasrah dan butuh pada Allah yang sempurna dengan ucapan “wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin”, janganlah sandarkan urusan tersebut pada diriku walau sekejap mata.
Maksudnya adalah janganlah urusan tersebut disandarkan pada diri yang lemah ini walau sekejap mata. Berilah terus keselamatan selamanya, begitu pula berilah pertolongan dengan kekuatan dari Allah.
Karena siapa yang bertawakkal pada Allah, maka Dia akan memudahkan urusannya. Siapa yang meminta tolong pada Allah, Dia akan beri pertolongan. Setiap hamba pasti selalu butuh pada Allah, tidak bisa lepas dari-Nya walau sekejap mata.
Al Munawi berkata untuk penjelasan hadits doa ketika dirundung duka, “Siapa yang mentauhidkan Allah dan pasrah pada-Nya, maka ia akan dihilangkan berbagai kesulitan di dunia dan akan meraih rahmat serta akan ditinggikan derajat di akhirat.” (Faidul Qadir, 3: 526).
Ringkasnya, doa yang kami sebutkan dalam dua versi di atas adalah bagian dari dzikir pagi petang dan bisa mengangkat berbagai kesedihan dan kesulitan orang yang dirundung duka. Silakan diamalkan.
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Sumber: rumaysho.com
Monday, November 20, 2017
Do'a Memohon Jodoh dan Keturunan
Mintalah kepada Allah Ta'ala untuk segala urusan, bahkan hingga sandal yang terputus. Berharaplah kepada-Nya, tetapi jangan melampaui batas dalam berdo'a. Sesungguhnya sebaik-baik do'a adalah yang Allah Ta’ala sukai, yakni do'a yang Ia abadikan dalam Al-Qur'anul Kariim. Sebaik-baik do'a pula apa-apa yang kita mendapati contohnya dari Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam; yang beliau sukai maupun yang diajarkan kepada kita.
Seperti apa do'a yang beliau sukai? 'Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai al-jawami’ ad-dua'. Dan beliau tinggalkan yang lainnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Apakah yang dimaksud dengan al-jawami' ad-dua'? Yakni do'a ringkas, pendek, yang mengandung makna sangat luas. Pendek ucapan, luas cakupan. Tidak merinci-rinci, mendetail-detailkan permintaan dan tidak pula melakukan visualisasi segamblang mungkin. Yang demikian ini termasuk sikap melampaui batas dan dilarang dalam Islam. Mengenai apa saja yang termasuk melampaui batas dalam berdo'a menurut Islam, saya telah membahas di beberapa tulisan. Silakan periksa kembali.
Berkenaan dengan memohon jodoh yang baik, mari kita simak penuturan Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu:
“Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa: “Ya Allah, ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Inilah satu-satunya do'a yang dituntunkan bagi seseorang yang sedang melakukan thawaf, yakni dari rukun Yamani hingga Hajar Aswad. Kita dituntunkan untuk berdo'a dengan mengucap "رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ" hingga mencapai Hajar Aswad atau segaris dengannya. Dan mengulangi do'a tersebut saat mencapai rukun Yamani kembali hingga Hajar Aswad. Hanya do'a pendek ini yang dituntunkan. Tetapi apa hubungannya dengan jodoh? Bukankah kita sekarang sedang berbincang tentang do'a memohon jodoh dan keturunan yang baik?
Para ulama menjelaskan bahwa yang tercakup dalam kebaikan di dunia adalah istri/suami yang baik, luasnya rezeki, kendaraan yang memudahkan perjalanan serta berbagai hal yang membawa kebaikan di dunia. Semua itu dapat pula mengantarkan kepada kebaikan di akhirat. Dan inilah yang kita minta. Maka jika seseorang mengharapkan jodoh dari Allah subhanahu wa ta'ala, salah satu yang dapat diamalkan adalah do'a tersebut dengan harapan agar Allah Ta'ala hadirkan jodoh yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat.
Ismail bin 'Amr Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi atau dikenal dengan sebutan Ibnu Katsir, menulis dalam tafsirnya mengenai do'a tersebut. Ia berkata, “Do'a ini telah mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan menjauhkan dari semua keburukan di dunia, sebab kebaikan di dunia itu mencakup segala hal yang diinginkan di dunia, berupa kesehatan, rumah yang luas, istri yang baik (suami yang baik), rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, pujian yang baik dan lain-lainnya yang telah disebutkan dalam ungkapan para ulama tafsir. Tidak ada kontradiksi antara pendapat-pendapat mereka tersebut, karena semuanya termasuk dalam cakupan makna kebaikan di dunia.”
Seperti apa do'a yang beliau sukai? 'Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai al-jawami’ ad-dua'. Dan beliau tinggalkan yang lainnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Apakah yang dimaksud dengan al-jawami' ad-dua'? Yakni do'a ringkas, pendek, yang mengandung makna sangat luas. Pendek ucapan, luas cakupan. Tidak merinci-rinci, mendetail-detailkan permintaan dan tidak pula melakukan visualisasi segamblang mungkin. Yang demikian ini termasuk sikap melampaui batas dan dilarang dalam Islam. Mengenai apa saja yang termasuk melampaui batas dalam berdo'a menurut Islam, saya telah membahas di beberapa tulisan. Silakan periksa kembali.
Berkenaan dengan memohon jodoh yang baik, mari kita simak penuturan Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu:
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa: “Ya Allah, ya Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Inilah satu-satunya do'a yang dituntunkan bagi seseorang yang sedang melakukan thawaf, yakni dari rukun Yamani hingga Hajar Aswad. Kita dituntunkan untuk berdo'a dengan mengucap "رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ" hingga mencapai Hajar Aswad atau segaris dengannya. Dan mengulangi do'a tersebut saat mencapai rukun Yamani kembali hingga Hajar Aswad. Hanya do'a pendek ini yang dituntunkan. Tetapi apa hubungannya dengan jodoh? Bukankah kita sekarang sedang berbincang tentang do'a memohon jodoh dan keturunan yang baik?
Para ulama menjelaskan bahwa yang tercakup dalam kebaikan di dunia adalah istri/suami yang baik, luasnya rezeki, kendaraan yang memudahkan perjalanan serta berbagai hal yang membawa kebaikan di dunia. Semua itu dapat pula mengantarkan kepada kebaikan di akhirat. Dan inilah yang kita minta. Maka jika seseorang mengharapkan jodoh dari Allah subhanahu wa ta'ala, salah satu yang dapat diamalkan adalah do'a tersebut dengan harapan agar Allah Ta'ala hadirkan jodoh yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat.
Ismail bin 'Amr Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi atau dikenal dengan sebutan Ibnu Katsir, menulis dalam tafsirnya mengenai do'a tersebut. Ia berkata, “Do'a ini telah mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan menjauhkan dari semua keburukan di dunia, sebab kebaikan di dunia itu mencakup segala hal yang diinginkan di dunia, berupa kesehatan, rumah yang luas, istri yang baik (suami yang baik), rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, pujian yang baik dan lain-lainnya yang telah disebutkan dalam ungkapan para ulama tafsir. Tidak ada kontradiksi antara pendapat-pendapat mereka tersebut, karena semuanya termasuk dalam cakupan makna kebaikan di dunia.”
Jadi, jika hati sedang gelisah karena menanti jodoh yang tak kunjung tiba, berdo'alah kepada Allah Ta'ala dengan do'a ini. Mohonlah jodoh yang baik kepada-Nya dengan membaca do'a tersebut. Begitu pun ketika risau adakah kelak akan memperoleh pendamping yang lurus hati dan dapat menjadi kawan seiring untuk bekal menuju akhirat, mohonlah kepada Allah 'azza wa Jalla dengan mengucapkan do'a ringkas ini. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala berikan jodoh yang membawa kebaikan dunia akhirat.
Ada do'a yang dimohonkan oleh Nabi Zakariyya 'alaihissalaam di kalanya usianya sudah menapaki senja. Beliau berdo'a:
"Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyaa', 21: 89).
Apakah yang dimaksud dengan َأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (Engkau sebaik-baik Waris) pada do'a tersebut? Maknanya ialah "أي: خير الباقين، وخير من خلفني بخير، وأنت أرحم بعبادك مني، Engkau adalah sebaik baik yang tersisa/yang tinggal. Sebaik baik yang menggantikanku dengan baik. Engkau lebih belas kasih terhadap hamba-Mu daripada aku." Ini mengandung harapan semoga Allah Ta'ala karuniakan keturunan yang bukan sekedar menjadi penggembira hati, lebih dari itu keturunan yang dapat melanjutkan garis perjuangan, mengasihi kita dan mendo'akan sepeninggal kita. Sungguh, inilah sebaik-baik do'a. Inilah al-jawami ad-dua'.
Bagaimana kita akan memohon keturunan sedangkan suami belum punya, istri hanya di ujung harapan saja? Belum hadirnya jodoh di sisi kita tidak menyebabkan do'a kita sia-sia. Justru pada do'a tersebut terkandung permohonan terhadap segala hal yang menjadi jalan lahirnya keturunan sesuai harapan. Maka do'a meminta keturunan yang baik adalah sekaligus do'a memohon dikaruniai suami atau istri yang baik apabila ia (yang berdo'a) belum memiliki pendamping hidup. Hal yang sama juga berlaku untuk beragam do'a meminta keturunan sebagaimana dapat kita baca dalam Al-Qur'anul Kariim.
Ada sebuah riwayat yang dapat kita renungkan. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan putra Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan ungkapan:
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta barakahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis tersebut, maka seseorang yang sedang gelisah menanti jodoh atau sudah menikah tapi belum kunjung dikaruniai keturunan, dapat berdo'a dengan ungkapan:
"Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta barakahilah karunia yang Engkau berikan."
Semoga pembahasan ringkas ini bermanfaat dan barakah.
Mohammad Fauzil Adhim
Ada do'a yang dimohonkan oleh Nabi Zakariyya 'alaihissalaam di kalanya usianya sudah menapaki senja. Beliau berdo'a:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
"Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyaa', 21: 89).
Apakah yang dimaksud dengan َأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (Engkau sebaik-baik Waris) pada do'a tersebut? Maknanya ialah "أي: خير الباقين، وخير من خلفني بخير، وأنت أرحم بعبادك مني، Engkau adalah sebaik baik yang tersisa/yang tinggal. Sebaik baik yang menggantikanku dengan baik. Engkau lebih belas kasih terhadap hamba-Mu daripada aku." Ini mengandung harapan semoga Allah Ta'ala karuniakan keturunan yang bukan sekedar menjadi penggembira hati, lebih dari itu keturunan yang dapat melanjutkan garis perjuangan, mengasihi kita dan mendo'akan sepeninggal kita. Sungguh, inilah sebaik-baik do'a. Inilah al-jawami ad-dua'.
Bagaimana kita akan memohon keturunan sedangkan suami belum punya, istri hanya di ujung harapan saja? Belum hadirnya jodoh di sisi kita tidak menyebabkan do'a kita sia-sia. Justru pada do'a tersebut terkandung permohonan terhadap segala hal yang menjadi jalan lahirnya keturunan sesuai harapan. Maka do'a meminta keturunan yang baik adalah sekaligus do'a memohon dikaruniai suami atau istri yang baik apabila ia (yang berdo'a) belum memiliki pendamping hidup. Hal yang sama juga berlaku untuk beragam do'a meminta keturunan sebagaimana dapat kita baca dalam Al-Qur'anul Kariim.
Ada sebuah riwayat yang dapat kita renungkan. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan putra Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan ungkapan:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta barakahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis tersebut, maka seseorang yang sedang gelisah menanti jodoh atau sudah menikah tapi belum kunjung dikaruniai keturunan, dapat berdo'a dengan ungkapan:
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي
"Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta barakahilah karunia yang Engkau berikan."
Semoga pembahasan ringkas ini bermanfaat dan barakah.
Mohammad Fauzil Adhim
Sunday, November 19, 2017
Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa dan Berdzikir
Dalam berdoa kita juga perlu memperhatikan waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa Sob. Agar harapan dikabulkannya doa kita peluangnya juga besar.
Nah… berikut ini waktu-waktu mustajab untuk berdoa dan berdzikir:
1.Sepertiga malam terakhir
Dari Abu Hurayrah RA, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Setiap malam Tuhan kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia, yaitu di sepertiga malam yang tersisa, Ia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku berikan, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari)
2.Setelah shalat wajib
Dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam ditanya: “Wahai Rasulullah, doa manakah yang paling didengar?” Beliau menjawab: “(Doa) ketika tengah malam, dan setelah shalat-shalat wajib.” (HR.At-Tirmidzi)
3.Di antara azan dan iqamat
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Doa yang dipanjatkan di anatara azan dan iqamat tidak akan tertolak.” (HR. Abu Dawud)
4.Saat azan dan ketika menembus barisan musuh dalam perang
Dari Sahl bin Sa’d, ia berkata, rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Dua waktu di mana doa tidak ditolak, atau jarang sekali doa ditolak, yaituketika azan dan saat menembus barisan selagi berperang.” (HR. Abu Dawud)
5.Ketika turun hujan
Dari Sahl bin Sa’d, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Dan (doa yang tidak ditolak) ketika turun hujan.” (HR.Abu Dawud)
6.Malam hari
Dari Jabir, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,’Sesungguhnya di malam hari itu ada saat di mana tidak seorang muslim pun (berdoa) tepat pada saat itu, meminta kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia atau akhirat, kecuali Allah akan memberinya apa yang dimintanya itu, dan saat itu ada di setiap malam.’” (HR. Muslim)
7.Berdoa di hari jumat
Dari Abu Hurayrah RA, ia berkata: “Rasulullah menyebutkan tentang (keutamaan) hari jumat kemudian beliau bersabda, Pada hari (jumat) itu terdapat waktu di mana tidak seorang hamba muslim pun shalat tepat pada saat itu seraya meminta kepada Allah, kecuali Allah akan memberinya apa yang dimintanya tersebut.’ Kemudian beliau berisyarat dengan tangannya menunjukkan bahwa waktu itu sangat sebentar.” (HR. Bukhari)
8.Saat bersujud di dalam shalat
Dari Abu Hurayrah RA, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Saat di mana seorang hamba berada paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya.” (HR. Muslim)
9.Ketika mendengar kokok ayam
Dari Abu Hurayrah RA, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Jika kalian mendengar suara kokok ayam, maka mintalah kepada Allah keutamaan-keutamaan yang Dia miliki, karena sesungguhnya ia (ayam tersebut) sedang melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkik keledai, maka berlindunglah kalian kepada Allah dari setan, karena sesungguhnya ia sedang melihat setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
10.Berdoa setelahmengucapkan,”La ilaha illa Anta inni kuntu minazh-zhalimin(a).”
Dari Sa’d bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Doanya dzun-nun (Nabi Yunus) ketika ia berada di dalam perut ikan adalah: ‘La ilaha illah Anta inni kuntu minazh-zhalimin(a),’ sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa apa pun dengannya, kecuali Allah akan mengabulkannya.” (HR. Muslim)
11.ketika tertimpa musibah, kemudian beristirja’
Dari Ummu Salamah RA, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Tidak seorang muslim pun tertimpa musibah kemudian mengucapkan,’Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifli khairan minha (Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah yang menimpaku ini dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya),’ kecuali Allah akan memberinya ganti yang lebih baik.” (HR. Muslim)
12.Doa seseorang setelah orang lain meninggal (setelah rohnya diangkat)
Dari Ummu Salamah, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam masuk ke tempat Abu Salamah, dan saat itu mata (Abu Salamah) sudah terbuka lebar, kemudian Rasulullah memejamkannya seraya bersabda, ‘Sesungguhnya ketika roh dicabut, pandangan akan mengikutinya,’ lalu keluarga Abu Salamah berteriak-teriak, kemudian Rasulullah Saw bersabda: ‘Janganlah berdoa buruk terhadap diri kalian, akan tetapi (berdoalah) yang baik, karena sesungguhnya para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.’” (HR. Bukhari)
13.Ketika menjenguk orang sakit
Dari Ummu Salamah, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘ Jika kalian menjenguk orang sakit atau melayat jenazah, maka ucapkanlah hal-hal yangbaik, karena sesungguhnya para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.’” (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud)
14.Saat didzalimi
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke Yaman, ‘…dan berhati-hatilah engkau terhadap doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah.” (HR. At-Tirmidzi)
15.Doa orantua bagi anaknya, baik maupun buruk; dan doa seorang musafir
Dari Abu Hurayrah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiga doa yang akan dikabulkan, tidak ada keraguan di dalamnya: Doa orang yang terzalimi; doa seorang musafir, dan doa orangtua terhadap anaknya dalam kebaikan.’” (HR. Muslim)
Dan dari Abu Hurayrah RA, ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda, ‘Tiga doa yang akan dikabulkan, tidak ada keraguan di dalamnya: Doa orang yang terzalimi; doa seorang musafir, dan doa orangtua terhadap anaknya dalam keburukan.’” (HR. At-Tirmidzi)
16.Doa anak sholeh untuk kedua orangtuanya
Dari Abu Hurayrah RA, ia berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Jika anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan kebaikan untuknya.” (HR. Bukhari)
17.Berdoa setelah matahari tergelincir sebelum melaksanakan shalat zuhur
Dari ‘Abdullah bin as-Sa’ib, ia berkata: “Bahwasanya Rasulullah Saw shalat empat rakaat setelah matahari tergelincir sebelum shalat zuhur, neliau bersabda, ‘Itu adalah waktu di mana pintu langit dibuka, dan aku ingin pada saat itu amal salehku naik.’” (HR. Muslim)
18.Berdoa ketika bangun tidur di malam hari
Dari ‘Ubadah bin ash-Shamit dari Nabi Saw, beliau bersabda: “Barang siapa bangun di malam hari kemudian mengucapkan, ‘La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qadir. Alhamdulillahi wa subhanallahi wa la ilaha illallahu wallahu akbaru wa la hawla wa la quwwata illa billahi,’ kemudia berkata: ‘Allahummaghfirli,’ atau berdoa dengan hal lain niscaya doanya dikabulkan. Lalu apabila berwudhu dan shalat, niscaya shalatnya diterima.” (HR. Muslim)
Nah… sekarang sudah tahu kan Sob? Waktu yang mujarab untuk berdoa. Yuk banyak berdoa Sob…
Referensi:
-Nursidi, Ali. Panduan Doa & Zikir Terlengkap Sehari-hari. Jakarta: Emir
Subscribe to:
Posts (Atom)