Sunday, October 22, 2017

Keajaiban Dibalik Do’a Nabi Musa ‘Alaihissalaam

Do’a merupakan salah satu amalan yang bisa menguatkan upaya kita dalam menggapai suatu maksud atau keinginan. Terutama, kita sebagai seorang muslim, sangat dianjurkan untuk sering-sering berdo’a. Hal tersebut tentu sebagai wujud penghambaan diri kepada Allah Ta’alaa.
Nampaknya, dalam hal berdo’a, kita harus banyak berkaca dari kisah-kisah para nabi terdahulu untuk menambah kuat keyakinan kita terhadap Allah. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur Baits mengenai keajaiban dibalik do’a Nabi Muasa ‘alaihissalaam.
Diantara nabi yang namanya sering disebut dalam Alquran adalah Nabi Musa ‘alaihis sahalatu was salam. Beliau nabi yang perjalanan sejarahnya paling sering dikisahkan dalam Alquran setelah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian ulama menghitung, nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali dalam Alquran. Nabi terbaik di kalangan bani Israil, termasuk ulul azmi, dan bergelar kalimullah (orang yang diajak bicara langsung oleh Allah). (Fabi Hudahum, Dr. Utsman al-Khamis, hlm. 326).
Beliau adalah Musa bin Imran, dan masih keturunan Nabi Ya’kub ‘alaihis sahalatu was salam. Allah tegaskan dalam Alquran bahwa beliau termasuk orang yang sangat banyak mendapatkan ujian kehidupan,
وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا
“Dan Kami telah memberikan cobaan kepadammu dengan berbagai macam cobaan.” (QS. Taha: 40).
Dan inilah yang menjadi rahasia mengapa sejarah beliau paling sering disebutkan dalam Alquran, agar kita bisa mengambil pelajaran dari perjuangan beliau dan usaha beliau dalam mendakwahkan kebenaran kepada seluruh umatnya. Dr. Utsman al-Khamis mengatakan,
تكرر اسمه كثيرا في كتاب الله تعالى مما يدل على أن الله يريد منا أن نتدير أحواله، وما لاقى من المشاق، والتعب والأذى والفتنة
Nama beliau disebut berulang-ulang dalam kitab Allah (Alquran) yang menunjukkan bahwa Allah menginginkan agar kita selalu merenungkan keadaan beliau, kesulitan yang beliau jumpai, rasa capek beliau, setiap gangguan dan ujian yang beliau hadapi. (Fabi Hudahum, Dr. Utsman al-Khamis, hlm. 327).
Doa Nabi Musa ‘alaihis salam
Kita kembali pada tema pembahasan tentang doa Nabi Musa. Dalam Alquran, Allah menyebutkan beberapa doa yang dipanjatkan Musa. Doa-doa itu beliau panjatkan dalam setiap kesempatan yang berbeda. Namun ada satu doa yang sangat menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami oleh Musa,
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).
Anda bisa perhatikan surat al-Qashas, Allah menceritakan Musa dari ayat 3 hingga ayat 43. Doa ini diucapkan Musa ketika beliau berada di kondisi serba susah. Diliputi rasa cemas dan ketakutan. Bagi orang awam, keadaan itu mungkin sudah dianggap puncak ujian, seolah tidak ada lagi harapan untuk hidup.
1. Firaun menjajah habis bani Israil
2. Membantai setiap bayi lelaki, dan membiarkan hidup bayi perempuan
3. Firaun membuat lemah setiap sendi kehidupan bani Israil, seolah tidak ada harapan untuk bisa bangkit memperjuangkan kemerdekaannya.
4. Allah perintahkan ibunya Musa untuk melabuhkan anaknya ke sungai.
5. Musa diasuh oleh keluarga Firaun. Musa kecil tumbuh di tengah-tengah calon musuhnya.
6. Setelah besar, Musa melarikan diri dari kerajaan Firaun. Musa membunuh pengikut Firaun ketika berusaha membantu lelaki bani Israil yang rebutan air dengan korban.
7. Musa menjadi ketakutan di kota Mesir, karena telah membunuh pengikut Firaun. Bahkan datang seorang informan, bahwa para pemimpin pasukan Firaun telah bersepakat untuk membunuh Musa.
8. Musa keluar mesir dengan penuh ketakutan, beliau berjalan ke arah Madyan.
9. Di tengah perjalanan beliau menjumpai dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka tidak mampu melakukannya. Kemudian dibantu Musa.
Di saat itulah, Musa merasa sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Tapi tiada lagi tempat mengadu, tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di saat itulah, Musa merasa sangat butuh pertolongan Tuhannya. Di bawah teduh pepohonan, beliau berdoa,
فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).
Gayung pun bersambut, seusai doa Allah hilangkan keresahan Musa, setahap demi setahap. Datanglah salah satu diantara wanita yang ditolong Musa, menawarkan kepada Musa agar mampir ke rumahnya. Menemui ayah sang gadis.
1. Allah berikan jaminan keamanan kepada Musa, dengan Allah kumpulkan beliau bersama orang soleh (ayah si gadis).
2. Si ayah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya.
3. Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan.
4. Musa mendapatkan tongkat yang akan menjadi mukjizatnya.
5. Musa diajak oleh Allah untuk menuju lembah penuh berkah, lembah Tuwa.
6. Di lembah ini, Allah berbicara langsung dengan Musa menjadikannya sebagai Nabi.
7. Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun.
8. Allah mengangkat saudara Musa, Harun, sebagai Nabi, yang akan membantu Musa dalam berdakwah.
9. Allah memenangkan Musa dan Firaun ditenggelamkan di laut merah.
Anda bisa perhatikan, kemenangan dan keberhasilan bertubi-tubi Allah berikan kepada Musa. Yang semua itu dimulai setelah dia berdoa dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah menurunkan banyak kebaikan untuknya.
Seperti itulah diantara adab dalam berdoa. Berdoa dan memohon kepada Allah, di saat Anda merasa sangat membutuhkan pertolongan Allah, menjadikan doa mustajab. Karena Anda merasa sangat dekat dengan Allah. Sehingga doa yang dilantunkan menjadi sangat berkualitas.
Berbeda dengan doa yang sifatnya rutinitas. Membaca teks Arab, namun tidak diiringi kehadiran hati. Hanya sebatas di lisan, tanpa ada perasaan butuh kepada Allah. Kondisi ini menjadikan doa kita tidak mustajab. Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 dan dihasankan oleh al-Albani).
Wallahu a’lam bish shawab.

Thursday, October 19, 2017

Baca Doa Setelah Wudhu 8 Pintu Surga Akan Terbuka Untukmu

WUDHU merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Maka dari itu wudhu merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk kita ketahui. Termasuk di dalamnya berdoa setelah wudhu. Ternyata berdoa setelah wudhu ini sendiri memiliki keutamaan-keutamaan berdasarkan hadits Rasulullah SAW.
Dari Umar radhiyallahu ‘anhuia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, “Asyhadu an laa laaha illallaahu wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.” Akan dibukakan
untuknya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR Muslim: 234)
Atau yang tercantum dalam hadis Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, “Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia selesai dari wudhunya, kemudian mengucapkan, “Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, wa astaghfiruka wa atuubu ilaika.” Allah akan menutup diatasnya (bacaan itu) dengan penutup4, kemudian ia diangkat hingga ke bawah Arsy, dan tidak dibuka hingga hari kiamat.” (HR Nasa’i dalam ‘Amal Yaul wa Lailah, hal. 147, Hakim: 1/752)
Hajar rahimahullah menshahihkan sanadnya dan menjelaskan bahwa hadis tersebut tidak valid secara marfu’ (sampai kepada Rasul), ia hanya mauquf (terhenti pada sahabat). Namun hal itu tidak apa-apa, karena tetap hukumnya marfu’, karena tidak ada celah dalam berpendapat dalam masalah ini.
Ketika berwudhu, hendaknya seorang muslim menyadari bahwa ia sedang melaksanakan sebuah ibadah yang memiliki tiga keutamaan besar. Wudhu akan mendatangkan cinta Allah kepadanya, menjadi sebab diampuni dosa-dosanya dan menjadikannya kelak pada hari kiamat dipakaikan perhiasan-perhiasan pada anggota-anggota wudhunya.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang hamba muslim –atau mukmin- berwudhu, saat ia membasuh wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang ia lihat bersama dengan air –atau tetesan air terakhir. Saat ia membasuh kedua tangannya, maka akan keluar dari kedua tangannya setiap dosa yang ia perbuat dengan kedua tangannya bersama dengan air –atau bersama tetesan air terakhir. Saat ia membasuh kedua kakinya, maka akan keluar setiap dosa yang dilangkahkan oleh kakinya bersama air –atau bersama tetesan air terakhir, hingga ia dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR Muslim: 244)
Darinya juga, ia berkata, “Aku mendengar kekasihku bersabda, “Perhiasan seorang mukmin sesuai dengan air wudhu yang sampai kepada anggota tubuhnya.” (HR Muslim: 250). []
Referensi: Hadiah Indah penjelasan Tentang Sunnah-Sunnah Sehari-hari/Karya: Abdullah Hamud al-Furaih/Darussalam

Tuesday, October 17, 2017

Bangun Malam, Jangan sia-siakan. Bacalah dzikir ini!

KETIKA orang lain sedang merasakan nikmatnya tidur, terkadang kita malah terbangun di malam hari. Jelas saja, bagi yang belum terbiasa, hal ini sangat mengganggu. Mengingat, waktu tidur merupakan saat terbaik untuk mengistirahatkan tubuh. Tetapi, Kita tak perlu khawatir. Kita bisa gunakan waktu terbangun di malam hari itu menjadi tidak sia-sia. Bagaimana caranya?
Salah satu hal yang bisa kita lakukan ketika terbangun di malam hari ialah berdzikir. Sebagaimana diungkapkan dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang berbaring di atas kasurnya dalam keadaan suci dan dia berdzikir kepada Allah hingga dia merasa kantuk, tidaklah berbalik sesaat dari waktu malam ketika dia memohon kebaikan dunia dan akhirat, melainkan Allah akan mengabulkannya,” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).
Kita tak perlu langsung duduk, pergi ke kamar mandi, mengambil minum, atau malah tidur lagi. Tetaplah dalam kondisi tertidur sambil membaca dzikir yang diamalkan oleh Rasulullah ﷺ. Dzikir seperti apakah itu?
Dari Ubadah bin Shamit, dari Nabi ﷺ bersabda, “Siapa terbangun di waktu malam lalu membaca, ‘Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Walahul Hamdu, Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai-in Qadiir. Alhamdulillaah Wasubhanallaahu Walaa Ilaaha Illallaahu Wallahu Akbar, Walaa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaahi,’ kemudian ia berdoa ‘Ya Allah, ampuni Aku’ atau berdoa pasti dikabulkan doanya. Jika ia berwudhu dan shalat, pasti diterima shalatnya,” (HR. Al-Bukhari).
Setelah membaca dzikir itu, kita boleh melanjutkan kembali tidur. Tetapi, alangkah lebih baik, jika kita langsung berwudhu, kemudian melaksanakan shalat malam. Sebab, jika kita shalat di waktu itu, insyaAllah, Allah akan menerima shalat kita. Dan jika kita berdoa, maka Allah akan mengabulkannya. Wallahu ‘alam. []
islampos.com

Saturday, October 14, 2017

Agar Rumah Kita Terhindar Dari Setan, Ini Tips Dari Imam Masjidil Haram

IMAM Masjidil Haram, Syeikh Ahmad Sudais memberikan beberapa tips agar rumah yang menjadi tempat Kita bernaung sehat dan terhindar dari Syeitan.
Pertama tiga hari sekali buka pintu dan jendela lalu setel surat Al-Baqarah dan surat-surat Ruqyah, insya Allah Anda akan merasakan perbedaan secara pribadi atau keluarga di rumah  dari godaan syetan. Berikut tips-tips beliau:
Kedua nyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) di dalam rumah dengan tetap membuka pintu dan jendela (untuk mengusir setan dan kuman-kuman) sebagaimana wasiat Nabi Muhammad saw.
Ketiga Jangan menyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) sedangkan kondisi pintu rumah dan jendela dalam keadaan tertutup
Keempat jangan menyimpan barang-barang di bawah ranjang / di atas lemari tapi simpanlah di dalam laci yang tertutup.
Kelima jangan perbanyak cermin dalam rumah tapi jika ada, sebaik-baik tempat menyimpan cermin adalah di pintu masuk.
Keenam tarik nafas panjang-panjang saat bangun tidur dan ucapkan Basmalah saat bangkit dari tidur.
Ketujuh miliki jadwal tetap untuk tidur malam.
Kedelapan senantiasa rutin membaca surat Al-Mulk sebelum tidur dapat menyelamatkan dari siksa kubur.
Sumber : Islampos.com

Friday, October 13, 2017

6 Keberkahan Yang Diberikan Di Waktu Shalat Dhuha

Shalat Dhuha menjadi salah satu ciri amalan dari orang-orang yang melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Secara terang, Nabi sudah menceritakan bahwa ada begitu banyak keberkahan yang melipah diberikan pada orang yang gemar melaksanakannya. 
Pertama: Orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan,” (HR. Turmudzi)
Kedua: Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat,” (HR. Hakim).
Ketiga: Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya,” (HR. At-Thabrani).
Keempat: Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala,” (HR. At-Thabrani).
Kelima: Allah mencukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu,” (HR. Abu Darda`).
Keenam: Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha,” (HR ). []

Sunday, October 8, 2017

Ini Bacaan Favorit Rasulullah SAW Jelang Tidur dan Khasiatnya

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca Alquran sebelum tidur. Beberapa kali ada sejumlah surah yang menjadi favorit Rasulullah dan dibaca pada malam hari, terutama jam-jam sebelum beliau beristirahat malam. Berikut ini daftar surah-surah Alquran yang rutin dibaca Rasul menjelang istirahatnya pada malam hari: 
  1. Surah as-Sajadah dan al-Mulk. Ini merujuk riwayat Jabir bin Abdullah RA yang dinukilkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya. Menurut at-Tirmidzi, bahkan Rasul tak pernah melewatkan melewatkan malam hari tanpa membaca surah ini.
  2. Surah az-Zumar dan al-Isra’. Ini merujuk pada riwayat Aisyah RA yang dinukilkan at-Tirmidzi. 
  3. Al-Mu’awwidzat atau surah-surah pelindung yang terdiri dari surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas. Seperti dijelaskan Aisyah RA dalam riwayat al-Bukhari, ketiga surah ini dibaca Rasulullah saat berada di atas tempat tidur sembari menengadahkan kedua telapak tangan, lalu kemudian meniupkan angin (usai membaca surah itu) ke arah kedua telapak tangan tersebut. Tak hanya terhenti di situ, Rasul kemudian mengusap bagian tubuh yang bisa terjangkau dengan kedua telapak tangan yang sudah terkena efek bacaan tadi. Dimulai dari kepala dan wajah lalu disusul dengan anggota tubuh lainnya sebanyak tiga kali.   
  4. Surah al-Kafirun. Riwayat ini merujuk nukilan dari Abu Dawud yang disebutkan pula khasiatnya, yaitu menjaga dari bahaya syirik.
  5. Al-Musabbihat. Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menjelaskan yang dimaksud dengan al-Musabbihat adalah surah al-Hadid, al-Hasyr, as-Shaf, dan at-Taghabun. Ini berdasarkan hadis riwayat at-Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah. 
Selain surah-surah di atas, Rasul juga mempunyai kebiasaan membaca ayat-ayat tertentu sebelum tidur pada malam hari. 
Di antaranya adalah ayat ke-255 surah al-Baqarah atau yang dikenal dengan ayat kursi. 
Hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah menjelaskan, khasiat membaca surah ini pada malam hari, terutama jelang tidur, yaitu Allah SWT akan mengutus penjaga baginya dan setan tidak akan berani mendekat. 
Ayat lain yang merupakan favorit Rasulullah sebelum tidur adalah dua ayat terakhir surah al-Baqarah, tepatnya ayat 285 dan 286. 
“Barang siapa membaca kedua ayat itu pada malam hari, niscaya akan dicukupkan baginya.” HR Bukhari dan Muslim dari Abu Mas’ud al-Badri. Makna dicukupkan dalam hadis tersebut, menurut Imam an-Nawawi, bisa bermakna diberi kesempatan bangun malam untuk tahajud, bisa pula dijaga dari setan, atau dihindarkan dari bencana, atau bisa pula mendapatkan semua keistimewaan tersebut.
(sumber : Republika.co.id)