Sunday, October 30, 2016

Ini Dia Syarat yang Harus Dilakukan agar Sedekah Bisa Bikin Kaya

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin. Tidak hanya mendapatkan pahala, Allah SWT juga menjanjikan balasan berlipat ganda kepada mereka yang memberikan tenaga, harta atau benda.

Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang bersedekah untuk meraih tujuan ini. Manusia berlomba-lomba memberikan apa yang dimiliki agar Allah mengembalikan dengan jumlah yang lebih besar lagi. Sebenarnya, tidak salah jika bersedekah juga berharap balasan serupa yang berlipat ganda.

Pasalnya Allah SWT di dalam Alquran sudah menjanjikannya.  Namun jangan salah sangka, melakukan sedekah agar kaya juga ada aturannya. Empat syarat berikut harus dilakukan agar mendapatkan kelimpahan harta dari sedekah yang dijalankan. Apa saja? Berikut informasinya.

1. Harus Ikhlas
Syarat sedekah yang pertama agar bisa membuat kaya adalah harus ikhlas. Seseorang yang bersedekah kepada orang lain tidak boleh dilandasi oleh keinginan untuk mengharapkan balasan dari orang lain. Namun, apabila mengharapkan ridha dari Allah, kemuliaan di sisi Allah, dan dimudahkan rezekinya maka itu diperbolehkan. Keinginan yang tidak diperbolehkan adalah ketika bersedekah namun mengharap sesuatu dari sesama manusia misalnya pujian dan lain sebagainya.

2. Sedekahkan Barang yang Sangat Dicintai
Banyak orang yang ingin mendapatkan kekayaan dari Allah namun pelit dalam memberikan sedekah. Oleh karena itu, jika ingin kaya dari sedekah yang dilakukan maka banyak-banyaklah dalam bersedekah. Bahkan jika perlu sedekahkanlah barang-barang yang paling dicintai. Misalnya rumah, mobil, dan uang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah asalkan masih ada sisa untuk makan diri sendiri dan keluarga. Allah adalah Dzat yang Maha Kaya, jadi semua yang ada di dunia ini adalah miliki Allah yang bisa kapan saja diambil oleh-Nya. Jadi ketika kita sudah melakukan usaha dan sedekah agar mendapatkan kekayaan maka apabila Allah menghendakinya pasti bisa terkabul.

3. Perbanyak Ibadah Lainnya
Setelah bersedekah dengan ikhlas dan jumlah yang banyak, sebagai kaum muslim kita tetap harus mengerjakan ibadah lainnya. Seperti shalat lima waktu, ditambah shalat Tahajud, dan Dhuha, membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah SWT. Lakukan hal ini secara terus menerus dan jangan lupa untuk selalu berusaha di jalan Allah dalam mendapatkan limpahan rezeki.

4. Kagetkan Orang yang Disedekahi
Syarat terakhir untuk menjadi kaya dari bersedekah adalah kagetkan orang yang sedekahi. Maksudnya adalah, jika biasanya orang hanya memberikan sedekah sebanyak 1000 atau 2000 maka yang harus dilakukan adalah sedekah dengan jumlah yang lebih dari itu. Misalnya saja berikan sedekah sebanyak 50rb, 100rb, bahkan hingga 1jt agar orang yang diberikan sedekah merasa kaget.

Dengan pemberian sebanyak itu dan ikhlas serta tidak mengharap balasan dari sesama manusia, maka malaikat akan mencatat amalan kebaikan tersebut dan orang yang diberikan sedekah akan berdoa untuk kita secara berulang-ulang. Bisa jadi suatu hari nanti kita akan diberikan rezeki yang juga membuat kaget dan membawa kita ke masa kejayaan dengan limpahan kekayaan.

Namun percayalah, bersedekahlah karena Allah SWT saja. Jangan mengharapkan harta yang fana, dan sebentar bisa hilang entah kemana. Empat aturan ini mau tidak mau membuat kita tidak memikirkan balasan ketika kita berbagi. Artinya, jika kita ikhlas memberi, maka Allah akan menggantinya dengan balasan yang lebih lagi. Tanpa harus diminta, Allah tahu bagaimana cara berterimakasih kepada Hamba-Nya. Terimakasih sudah membaca.

Sumber: infoyunik

Thursday, October 27, 2016

Saat Anda Hadapi Masalah, Ingat 5 Ayat Ini

SETIAP orang pasti akan menghadapi masalah dalam hidupnya. Ketika masalah satu sudah selesai maka akan datang masalah berikutnya. Namun, janganlah merasa bosan dengan itu semua. Hal-hal seperti itu pasti akan dialami oleh semua orang. Justru hal-hal seperti itu yang nantinya akan menguatkan kita di kemudian hari. Sekarang Anda tidak perlu khawatir ketika menghadapi masalah dalam hidup ini. Berikut ada 5 ayat dari Al-Qur’an yang Insha Allah akan memotivasi kita ketika menghadapi masalah, yaitu:
1. Anda bisa berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
Apa pun kondisi Anda saat ini, jika Anda mau berubah, maka Anda harus mengubah diri sendiri. Maka Allah akan mengubah Anda. Inilah yang sering dilupakan, banyak yang berharap orang lain atau yang di luar berubah, tetapi melupakan diri sendiri yang diubah.
Ayat ini memotivasi kita untuk mengubah diri kita, maka yang lain akan berubah atas bantuan Allah. Jangan hanya menuntut yang di luar diri berubah.
Anda jauh lebih mudah mengubah diri sendiri, daripada mengubah orang lain. Ayat ini adalah motivasi untuk berubah.
2. Kebaikan di balik yang tidak kita sukai
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
Sering kali, saat seseorang mendapati sesuatu yang tidak dia sukai, maka dia marah, kecewa, sedih, ngomel, dan akhirnya putus asa. Padahal, bisa jadi apa yang tidak dia sukai itu malah baik baginya.
Jangan kecewa saat Anda tidak diterima di sebuah perusahaan untuk menjadi karyawannya. Bisa jadi itu yang terbaik bagi Anda. Bisa jadi Anda akan mendapatkan pekerjaan lebih baik. Bisa jadi, justru akan mendapatkan hal buruk jika diterima di perusahaan itu.
Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Untuk itu, syukuri apa pun yang terjadi saat ini termasuk penolakan dan kekecewaan lainnya.
3. Anda pasti sanggup
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286).
Jika Anda mengatakan, “saya tidak akan sanggup”, sebenarnya Anda sudah mendahului Allah. Anda sok tahu, bahwa Anda tidak akan mampu. Kata siapa? Itu hanya pemikiran negatif Anda. Bisa karena malas, manja, atau cengeng.
Padahal jelas, dalam ayat di atas bahwa kita tidak akan dibebani beban apa pun kecuali sesuai dengan kesanggupan kita. Jika Anda berpikir tidak sanggup, itu hanya anggapan Anda saja.
Anda pasti sanggup jika Anda menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif Anda yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup.
4. Kemudahan bersama kesulitan
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Kebanyakan orang, saat menghadapi kesulitan, dia berhenti alias menyerah. Ada juga yang mengeluh, berharap orang lain mau membantunya mengatasi kesulitan dia. Padahal, bersama kesulitan itu adalah kemudahan.
Jika Anda menghindari kesulitan, Anda tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika Anda berharap orang lain yang mengatasi kesulitan, maka kemudahan akan menjadi milik orang lain. Anda tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan.
5. Takwa dan tawakal
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Dua akhlak ini luar biasa. Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Sedang menghadapi masalah atau tantangan besar? Butuh jalan keluar? Maka bertakwalah, Allah akan memberikan jalan keluar juga rezeki yang tidak ia sangka.
Jika kekuatan tawakal, Anda akan dicukupkan, termasuk dicukupkan segalanya untuk menghadapi rintangan, halangan, tantangan, dan juga masalah. []
Sumber: www.motivasi-islami.com

Doa Orang yang Kesusahan dan Teraniaya akan Dikabulkan Allah


“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.” 
(An – Naml : 62). 
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang bertakwa dan orang yang sedang dalam kesusahan.


Melihat dari sepenggal ayat Allah swt. diatas mengingatkan pada salah satu kisah orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah swt. ia adalah Malik bin Dinar ra. Malik bin Dinar menuturkan bahwa ia pernah mengalami kejadian yang membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Ia bercerita, bahwa pada suatu hari ketika ia hendak menunaikan ibadah haji, ia melihat seekor burung sedang menggigit sepotong roti pada paruhnya dan penasaran akan apa yang sedang dilakukan burung itu. Kemudian ia mengikuti burung tersebut. Setelah mengikuti burung itu, dijumpainya seorang kakek sedang diikat, dan burung itu menyuapi kakek dengan roti yang dibawanya sedikit demi sedikit. Lalu burung itu terbang lagi untuk mengambil air di paruhnya, lalu menuangkan kepada mulut kakek itu.
Melihat kejadian tadi, Malik bin Dinar ra. segera menghampiri sang kakek, seraya bertanya, “Hai orang tua, apa yang terjadi denganmu?” Kakek pun menjawabnya, “Seluruh harta saya dirampas oleh perampok. Kemudian saya diikat di sini sampai lima hari saya menahan lapar. Tapi saya sabar dengan cobaan ini dan berdoa, ‘Ya Allah swt. yang selalu mengabulkan doa orang yang sedang kesusahan, saya sedang kesusahan Ya Allah swt., kasihilah saya.’ Maka Allah swt. pun mengutus burung ini.”
Setelah mendengar cerita dari sang kakek, Malik bin Dinar membukakan ikatan kakek itu dan akhirnya mereka berangkat bersama pergi haji.
Subhanallah, ini menjadi salah satu tanda bahwa Allah swt. Maha Melihat, Allah swt. Maha Mendengar, dan Allah swt. tidak pernah tidur.
Sumber : 40 Kisah Pengantar Anak Tidur, Najwa Husein Abdul Aziz, Gema Insani, Depok, 2006

Wednesday, October 19, 2016

Sambut Rezeki Dengan Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist


doa-si-shalih

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambaNya yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’).
Dan doa adalah suatu bentuk ibadah agung yang Alloh Ta’ala perintahkan :
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.(Q.S:Ghaafir: 60)
 Doa Pembuka Rezeki Menurut Al Qur’an dan Hadist
Barangsiapa yang berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan berdoa sesuai dengan aturan syariat maka tidak ada penghalang diterima doa tersebut. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala kabarkan dalam firman-Nya:
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)
1. Diturunkannya rezeki dengan memperbanyak istighfar
Dalil tuntunan tersebut firman Allah ta’ala,
Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)
Di antara lafadz istighfar yang ada terdapat dalam hadist adalah:
Astaghfirullâh. (HR. Muslim)
Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Albani)
“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta”. HR. Bukhari.
Lafaz yang terakhir ini merupakan sayyidul istighfar  yaitu sebaik-baiknya istigfar. Karena barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal di sore harinya maka ia akan dimasukkan ke surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari dengan meyakini maknanya, lalu ia meninggal di pagi harinya maka ia akan dimasukkan ke surga.(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)
2. Doa memohon limpahan rezeki
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang orang yang bersama kami dan yang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan engkau, beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.”(QS. Al-Maidah/5: 114)
3. Do’a Meminta Kesehatan dan Kelapangan Rizki
Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.
Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini.
4. Doa minta kecukupan rezeki
Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal,  sehingga aku tidak memerlukan yang haram,  dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)
5. Doa agar terlepas dari jeratan hutang
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, pada suatu hari Rasulullah saw. hendak memasuki masjid. Ketika itu beliau mendapati seorang sahabat dari Anshar yang bernama Abu Umamah yang sedang duduk merenung di dalam masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Ada apakah gerangan engkau duduk di dalam masjid ketika bukan waktu shalat?” Dia menjawab “Kegelisahan dan pikiran atas hutang yang selalu menyelimutiku wahai Rasul.” Beliau berkata “Maukah aku ajarkan perkataan yang apabila engkau ucapkan maka Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan kegelisahanmu dan melunaskan hutang-hutangmu?” Ia menjawab “Iya ya Rasulullah” kemudian Rasul bersabda “Apabila kamu berada di pagi dan sore hari maka ucapkanlah :
“Ya Allah aku berlindung kepa-Mu dari  kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit hutang dan pemaksaan dari orang lain.” (HR. Abu Dawud).
Dan Abu Umamah berkata : “Kemudian aku melaksanakannya dan ternyata Allah Azza wa Jalla menghilangkan kegundahanku dan melunaskan hutang-hutangku.” (HR. Abu Dawud)
6. Doa agar menghilangkan kefakiran dan melunaskan hutang
“Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan ‘Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggaman-Mu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran.” (HR. At-Tirmizi dan dinilai Hasan Sahih).
7. Doa Mudah Rezeki dan Terhindar Dari Kekufuran
 “Ya Allah, aku berlindung dari kekufuran, kemiskinan dan siksa kubur.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Abi Syaibah)