Tuesday, December 14, 2021

Syekh Ali Jaber, Inilah Amalan Mendatangkan Rezeki Tanpa Diminta

  Syekh Ali Jaber, inilah amalan mendatangkan rezeki tanpa diminta. Ada satu amalan yang ketika dikerjakan akan mendapatkan rezeki kata Syekh Ali Jaber.

Menurut Syekh Ali Jaber, satu amalan ini bukan dimudahkan tetapi Allah SWT sendiri yang datangkan rezeki itu. “Bukan kita mencarinya, dia (rezeki) yang datang kemari,” kata Syekh Ali Jaber.

Bahkan satu amalan ini adalah amalan yang sangat dahsyat tetapi paling ringan. Hal ini menjadi sebuah kabar gembira bagi seluruh umat muslim agar didatangkan rezeki oleh Allah SWT.

Sebagaimana dikutip PortalJember.com dari kanal YouTube Muslim – saluran dakwah yang diunggah pada 15 April 2020, Syekh Ali Jaber sebut satu amalan yang dimaksud.

Banyak sekali amalan-amalan yang berkaitan dengan dimudahkannya rezeki. Seperti halnya sholat duha, tahajud, sedekah dan masih banyak amalan lainnya.

Tetapi ternyata, ada satu amalan yang tidak banyak orang ketahui mampu datangkan rezeki dimana pun berada. Bahkan satu amalan ini sangat ringan dikerjakan tetapi paling dahsyat.

Dalam sebuah ceramah, Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa satu amalan itu dapat datangkan rezeki tanpa diminta.

“Bukan dikasih kemudahan, tapi dimana saja posisi kita, Allah datangkan rezeki kepada kita,” kata Syekh Ali Jaber. Maka, amalan dahsyat ini adalah perbanyak istighfar di waktu sahur atau sahar.

Waktu sahur adalah waktu dimana sebelum dikumandangkannya adzan subuh. Di waktu itulah seharusnya perbanyak istighfar kepada Allah SWT bukan tidur.

Karena, tidak ada amalan yang paling utama dan tinggi derajatnya selain dari pada perbanyak istighfar kepada Allah SWT di waktu sahur.

“Kalau anda tidak sholat malam, jangan tinggalkan istighfar waktu sahur,” kata Syekh Ali Jaber.

Itu artinya bahwa, amalan inilah yang seharusnya lebih ditekankan agar rezeki datang tanpa perlu diminta dan dicari.

Maka, ketika selesai sholat tahajud pastikan jangan sampai tertidur, manfaatkan waktu ini dengan istighfar.

Friday, June 25, 2021

5 Doa Jaga Diri di Masa Pandemi

 DALAM situasi pamdemi yang semakin meningkat, selain dengan doa jaga diri, kita harus meningkatkan penjagaan diri kita dengan:

🌹meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT
🌹memperbanyak doa dan dzikir khususnya di sepertiga malam, setelah sholat fardlu serta pagi dan sore
🌹selalu menjaga protokol kesehatan 5M dengan ketat
🌹mengonsumsi makanan berprotein lebih tinggi
🌹mengonsumsi lebih banyak vitamin C vitamin D dan herbal herbal pembentuk imun seperti habbatus sauda’ atau qustul hindi dan lainnya
🌹berolahraga secara teratur, berjemur serta saat berada di ruangan, pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik serta hindari ruangan ber-AC karena akan membuat udara berputar putar di ruangan.
🌹selalu bertawakkal kepada Allah SWT.

Semoga Allah menjaga kita. Amiiin.🤲🤲🤲

Diantara doa-doa serta dzikir-dzikir yang diajarkan oleh Nabi untuk menjaga dari setiap bala’ dan penyakit yang patut kita amalkan antara lain:

1. Membaca surat Al-Ikhlash dan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) pagi dan petang.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Khubaib ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Qul! Ucapkanlah!” Saya bertanya: “Apa yang aku ucapkan, ya Rasulullah?” Beliau bersabda: “Qul Huwallahu Ahad (Al-Ikhlas) dan Mu’awwidzatain ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali. Maka hal itu mencukupimu (melindungi) dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)

2. Mengucapkan doa seperti yang disebutkan hadits.

Utsman bin Affan ra bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba itu ketika pagi yang mengawali setiap hari dan petang yang mengawali setiap malam membaca:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang bisa menimpakan madharat di bumi maupun di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui._

Dibaca tiga kali, maka tak ada sesuatu pun yang dapat mencelakainya”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

3. Membaca doa seperti yang disebutkan dalam hadits Anas ra bahwa Nabi saw memanjatkan doa:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ والجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Thabrani dan Al-Hakim).

4. Membaca doa sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah.

Bahwa ia berkata: Seseorang datang menghadap Nabi saw seraya berkata: “Ya Rasulullah, semalam saya disengat oleh kalajengking.” Beliau kemudian bersabda: “Sekiranya di waktu petang engkau mengucapkan:

                                                                                                  أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap keburukan (kejahatan) makhlukyang diciptakan-Nya, maka ia tidak akan mencelakaimu.”  (HR. Muslim)

5. Mengucapkan doa seperti yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Umar ra.

Bahwa Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan doa-doa berikut ketika pagi dan petang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu maaf dan keselamatan berkenaan dengan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupkan segala aibku dan tenteramkan aku dari rasa ketakutan. Jagalalah aku dari depan dan dari belakangku, dari sebelah kanan dan dari sebelah kiriku, serta dari sebelah atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu agar jangan sampai aku diserang dari arah bawahku (mati terbenam/tenggelam).” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

6. Mengucapkan doa seperti yang disebutkan dalam hadits dari Abdullah bin Umar ra.

Bahwa ia berkata: Di antara doa yang biasa dipanjatkan oleh Rasulullah saw adalah:

                                           اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ 

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim) []


     Faisal Kunhi

Imam Masjid Sirothol Mustaqim, Ansan Korea Selatan
Gontor ,S1 UIN Syarif Hidatatullah Jakarta, S2 : Institut Ilmu AlQuran



Saturday, January 16, 2021

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Telah tampak kerusakan di muka bumi ini, dimana banyak pelaku maksiat dan kejahatan dimana-mana. Kejahatan/kemungkaran ini bisa terjadi di tempat rekreasi, tempat hiburan, hotel, penginapan, salon, kafe, bioskop, kampus dan sebagainya.

Pelakunya pun dari berbagai kalangan, baik secara individu, kelompok maupun dari penguasa. Kejahatan pun semakin modern dengan berbagi kemajuan teknologi membuat para pelaku kejahatan semakin ‘cerdas’ dalam melakukan aksinya.

Berbicara kemurkaan tidak hanya dalam perbuatan nyata, kadang kala tanpa disadari kemungkaran itu hadir lewat lisan, tulisan dan perbuatan yang tanpa disadari telah menyalahi aturan Sang Ilahi.

Tengoklah saat ini di media sosial, berapa banyak pihak yang tersakiti hatinya, karena komentar para nitizen. Kadang merasa paling benar sehingga berhak menghakimi perbuatan manusia lainnya tanpa didasari kapabilitas ilmu yang baik.

Maka, ketika terjadi pemisahan agama dalam kehidupan saat ini, aurat dipertontonkan di media sosial, berbagai cara dilakukan guna mencari ‘panggung sosial’ demi ketenaran sesaat. Untuk mencapai kepuasan duniawi ini, agama mereka pisahkan saat beraktivitas. Agama hanya sebagai indah ritual saja.

Amar Makruf Lebih Utama

Melihat fenomena ini jelas, aktivitas amar makruf nahi mungkar penting kita lakukan. Karena dengan berjalannya amar makruf ini akan banyak keutamaan yang didapat. Sebagaimana Firman Allah SWT, “Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka melakukan amar makruf nahi mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (TQS at-Taubah [9]: 71). Juga dapat di lihat di dalam Al Qur’an Ali Imran (3) ayat 110.

Berkaitan dengan ayat tersebut, Imam Ahmad rahimahulLah meriwayatkan hadis dari Durrah binti Abu Lahab yang berkata: pernah ada seseorang berdiri menghadap Nabi saw. Ketika itu beliau berada di mimbar. Orang itu berkata, “Ya Rasulullah, siapakah manusia terbaik?” Beliau bersabda, “Manusia terbaik adalah yang paling hafal al-Quran, paling bertakwa kepada Allah, paling giat melakukan amar makruf nahi mungkar dan paling rajin bersilaturahmi di antara mereka.” (HR Ahmad).

Dari penjelasan di atas, kita memahami bahwa selama tatap berpegang teguh dan menjaga amar makruf nahi mungkar insyaallah, umat Islam akan menjadi umat terbaik. Namun, bila aktivitas amar makruf nahi mungkar ini ditinggalkan maka kemuliaan dalam diri kaum muslim akan lenyap.

Oleh karena itu, aktivitas Amar Makruf nahi mungkar jangan sampai di tinggalkan, sebab akan mendatangkan azab-Nya bagi seluruh umat manusia. Sebagai mana Rasulullah Saw. Bersabda “Sungguh manusia itu, jika melihat kemungkaran, kemudian mereka tidak mengubah kemungkaran itu (menjadi kemakrufan), dikhawatirkan Allah akan meratakan azab-Nya kepada mereka semuanya.” (HR Ibn Majah).

Maka umat Islam wajib melakukan amar makruf nahi mungkar, terhadap siapa pun baik individu, kelompok atau penguasa. Agar terhindar dari siksaan dan murka-Nya. Pun dengan melalaikan amar makruf nahi mungkar bisa menjadi penyebab tidak terkabulnya doa, Rasulullah Saw. Bersabda: “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian benar-benar melakukan amar makruf nahi mungkar atau (jika tidak) niscaya Allah akan mengirimkan hukuman/siksaan kepada kalian (karena keengganan kalian tersebut). Lalu kalian berdoa kepada Allah, namun Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR at-Tirmidzi).

Dari hadis di atas menjelaskan bahwa kewajiban amar makruf nahi mungkar adalah wajib bagi setiap Muslim. Juga memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak melakukan amar makruf nahi mungkar, akan mendapatkan hukuman, bisa jadi doa yang mereka panjatkan tidak dikabulkan Allah SWT.

Sabar menghadapi Onak dan Duri

Aktivitas amar makruf nahi mungkar yang dijalankan pasti menghadapi onak dan duri. Maka dibutuhkan kesabaran dan Istiqamah dalam mengarunginya. Dengan niat yang ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT itu menjadi kunci kesabaran dan Istiqamah.

Tanamkan dalam diri bahwa setiap apa yang telah Allah wajibkan insyaallah akan ada kebaikan dan manfaat bagi umat Muslim. Pun setiap apa yang dilarang Allah pasti ada keburukan dan kemadaratan.

Setiap ujian datang, keimanan kepada Allah akan menjadi penyemangat dalam terus berjalan melakukan amar makruf nahi mungkar. Yakin akan pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berjuang dengan penuh keberanian tanpa ragu dan takut dalam menghadapi rintangan dakwah.

Semoga setiap usaha yang telah dilakukan dalam amar makruf nahi mungkar, dapat menjadi hujjah di hadapan Allah SWT. Semoga aktivitas ini terus ada dalam diri setiap Muslim sehingga kemaksiatan tidak merajalela.

Wallahu a’lam.

Hani Handayani
Tinggal di Pangkalan Balai, Banyuasin III.

https://suaraislam.id/