Friday, November 18, 2016

Suap Diharamkan, Ini Alasannya

beri-uang
KITA tahu bahwa dalam hukum Islam, suap menyuap itu diharamkan. Hal itu temasuk dalam kategori dosa besar. Dan tentu kita tahu bila termasuk kategori itu, maka tak aka nada ampun bagi orang yang melakukannya. Sebab, Allah telah menyediakan tempat yang sangat mengerikan di akhirat kelak untuknya.
Tapi, mungkin kita sendiri belum tahu, mengapa Allah melarang kita untuk melakukan suap. Maka, banyak di antara kita yang masih melakukannya. Salah satu alasannya, mungkin ia tidak mengerti. Padahal, di balik larangan Allah ada hikmah yang tersembunyi. Lantas, apa alasan diharamkannya suap?
1. Berdasarkan hadis yang shahih disebutkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya melaknat penyuap dan penerima suap (ini adalah ancaman yang sangat keras). Oleh karena itulah, suap digolongkan ke dalam dosa besar.
2. Suap akan mengakibatkan rusaknya norma kehidupan manusia. Seorang yang memberi suap dengan nilai yang lebih tinggi maka dialah yang akan mendapatkan kemudahan. Sehingga setiap orang akan bersaing untuk memberi suap dengan nilai yang lebih tinggi dari pihak lawannya.
3. Dengan suap, akan mendorong seseorang untuk melakukan perubahan terhadap hukum Allah. Suap yang diterima oleh seorang hakim, akan mendorongnya untuk memberi putusan yang tidak sesuai dengan hukum Allah (keadilan). Berarti ia telah melakukan perubahan terhadap hukum Allah.
4. Suap merupakan tindak kedzaliman. Hakim yang menerima suap akan memberi putusan (menguntungkan) bagi si penyuap melalui cara yang tidak benar. Berarti ia telah berbuat dzalim (tidak adil) terhadap lawan si penyuap.
5. Suap merupakan tindakan memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar.

6. Suap adalah perbuatan menyia-nyiakan amanah (khianat). (Lihat asy-Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ 15/306)

Itulah beberapa alasan kenapa suap menjadi hal yang diharamkan. Ternyata, sungguh merugikan bukan? Jadi, masihkah Anda tertarik untuk menyuap? Jika ya, maka termasuk salah seorang yang tak manusiawi, yang hanya mementingkan diri sendiri. []

Sumber: darussalaf.or.id

No comments:

Post a Comment