Sunday, June 11, 2017

Inilah Kesalahan Orang Berpuasa yang Harus Dijauhi

Semua kaum muslimin mengetahui bahwa berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban yang mesti ditunaikan dalam keadaan apapun, kecuali bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa dan orang-orang berada dalam perjalanan, yang mana mereka boleh tidak berpuasa.
Semua orang yang berpuasa harus mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan puasa Ramadhan. Mulai dari syarat wajib puasa, sunnah-sunnah puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan kesalahan orang yang berpuasa.
Berikut ini kami tulis beberapa kesalahan yang dilakukan orang berpuasa yang tidak disadari oleh sebagian umat Islam yang melakukan puasa Ramadhan seperti dikutip dari risalah yang ditulis Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim dalam kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan.
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Tidak berniat puasa untuk puasa wajib pada malam hari atau sebelum fajar, meskipun telah cukup satu niat di awal bulan untuk puasa Ramadhan.
2. Makan sahur satu atau dua jam sebelum terbitnya fajar.
Walaupun tidak membatalakan puasa, namun orang yang melakukan perbuatan ini menyelisihi Sunnah. Sebab, salah satu Sunnah dalam berpuasa Ramadhan adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur.
3. Berlebih-lebihan dalam makan dan minum.
Tindakan ini bertentangan dengan tujuan disyariatkannya puasa, yaitu rasa lapar yang menjadi sebab kekhusyuan.
4. Sikap lalai dalam menunaikan shalat fardhu
Misalnya seseorang meninggalkan shalat zhuhur atau ashar dengan alasan malas, tidur atau sibuk dengan aktivitas yang tidak bermanfaat.
5. Tidak menjaga lidah pada siang dan malam Ramadhan dari ucapan sia-sia, keji, dusta, menggunjing, dan mengadu domba.
Perbuatan ini sejatinya tidak membatalkan puasa, namun bisa mengurangi pahala puasa seseorang.
6. Menyia-nyiakan waktu yang mulia dengan tindakan sia-sia.
Contohnya adalah menonton film yang tidak bermanfaat, mengisi teka teki, mengikuti kuis, atau duduk di pinggir-pinggir jalan.
7. Lalai dari amalan-amalan yang mestinya dilipatgandakan pada bulan Ramadhan.
Contohnya adalah berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur`an, atau shalat sunnahmu`akkadah (yang sangat ditegaskan).
8. Meninggalkan shalat tarawih secara berjamaah.
Sungguh, ada anjuran untuk melaksanakannya bersama imam, hingga imam beranjak dari tempatnya, agar tertulis pahala qiyamullail bagi orang yang melaksanakannya.
9. Bisa diperhatikan, pada awal bulan Ramadhan orang-orang begitu semangat untuk mengerjakan shalat dan membaca Al-Qur`an, tetapi menjadi lesu dan bosan di akhir bulan.
Padahal, sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan dibanding awal bulan.
10. Meninggalkan qiyamullail yang dikhususkan pelaksanaannya pada sepuluh hari terakhir.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa begitu tiba sepuluh hari terakhir, NabiShallallahu Alaihi wa Sallam menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengeratkan ikat pinggangnya, yakni tidak mencampuri istrinya.
11. Begadang pada malam hari, kemudian tidur hingga melewatkan shalat subuh, sehingga baru dikerjakan pada waktu dhuha (matahari mulai naik).
Ini merupakan tindakan lalai dalam urusan kewajiban.
12. Kikir terhadap harta dan mengabaikan orang-orang yang memerlukan.
Perbuatan ini tentu tidak sesuai dengan spirit Ramadhan, karena jumlah orang-orang yang membutuhkan semakin bertambah pada bulan Ramadhan. Disamping itu, pahala sedekah dilipatgandakan pada hari-hari ini.
13. Banyak orang yang tidak perhatian untuk membayar zakat harta secara sempurna.
Banyak tidak mengetahui bahwa padahal zakat setara dengan shalat dan puasa, meskipun ibadah ini tidak khusus hanya pada bulan Ramadhan.
14. Lalai dari berdoa pada waktu puasa, terlebih pada waktu berbuka, karena sibuk makan dan minum.
Dalam sebuah hadits disebutkan tentang anjuran berdoa dan orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak ketika ia berbuka.
15. Mengabaikan sunnah iktikaf di bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh hari terakhir.
Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa anjuran untuk beriktikaf terdapat di dalam Al-Qur`an dan hadits.
16. Banyak kaum perempuan yang turut hadir di masjid, dengan pakaian mencolok disertai parfum dan wewangian, padahal rentan menimbulkan fitnah.
17. Kaum perempuan menggampangkan pergi ke pasar pada malam Ramadhan, bahkan bersama sopir asing dan tanpa mahramdan biasanya tanpa kebutuhan mendesak.
Ya Allah, sempurnakanlah bulan ini untuk kami dengan aman dan iman, dengan keselamatan dan keislaman.
Ya Allah, bantulah kami untuk menunaikan puasa dan beribadah pada malam harinya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka, termasuk orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan kedudukan tinggi di surga.
Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, dan segenap kaum muslimin. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami rasa aman di negara kami, perbaikilah kondisi para pemimpin kami.
[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

No comments:

Post a Comment