Sebagai seorang muslim kita diwajibakn menjalan sholat 5 waktu. Yang merupakan rukun islam yang ke-2 dan bisa menjadikan tanda bahwa keislaman seseorang itu telah benar dan bahkan ada hadist yang menyatkan bahwa pembeda antara muslim dan kafir salah satunya dilihat dari sholatnya.
Dan sebaik-baik sholat itu dikerjakan secara berjamaah dimasjid terdekat disekitar tempat tinggalnya.
Namun apa jadinya ketika kita berusaha untuk menjalakann perintah sholat lima waktu berjamaah dimasjid disekitar rumah kita tersebut malah selalu di teror, di intimidasi, di usir, dpersekusi, dikriminalisasi oleh "pengurus masjid"nya, "tokoh masyarkat" dan "kyai2" mereka
Karena di anggap bukan dari "kelompok" mereka dan tidak berhak untuk sholat dan beribadah di masjid tersebut, padahal kita2 ya tinggal didekat masjid tersbut dan dari awal juga turut serta dalam pembangunan dan mempelopori untuk memakmurkan masjid dengan malaksanakan sholat berjamaah 5 waktu dimasjid.
Mereka menghimpun "masyarakat" diajak mengusir keluarga/jamaah kita dari masjid, dengan di ajak membuat surat pernyataan yang mereka tanda tangani. Mereka yang tidak mau d intimidasi.
Ketika di masjid, mau adzan (jadi muadzin) tidak boleh, apalagi jadi imam mengadakan kegiatan lain2nya...
mau membaca Quran lewat hape saja dilarang, hapenya diminta, merekam kegiatan kita dimasjid juga tidak boleh, sedangkan ketika membaca dengan memakai mushof yang ada dimasjid lampuya juga dimatikan.
Mau sholat di shoff paling depan dekat imam selalu dhalangi2 ketika dapat tempatpun berusaha untuk di teror di injak2 sorbannya. Ketika kita marah mereka kumpulkan masyarakat, laporkan kepolisi,. Di ancam mau diseret keluar masjid disruh pulang. Mau mengobrol dengan sesama jamaah masjid di larang, Ada teman yang mampir ngobrol dengan kita saja di usir dengan kata-kata kasar.
Pokoknya semua yang kita perbuat dimasjid selalu berusaha "mereka" ganggu dan bikin marah kita.
Depan masjid mereka gunakan sebagai markas organisasi mereka seakan2 kita2 ini adalah musuh besar yang selalu mereka curigai dan mengancam keberadaan mereka.
Padahal kita-kita tinggal dsini sudah dari kecil lahir dan besar disini, bahkan juga mash kerabat dengan mereka. Tapi kenapa "mereka" begitu tega untuk selalu mengadu domba antar saudara menghalangi "kita-kita" sekitar untuk sekedar beribadah kemasjid.
Bukannya fungsi utama masjid itu menyatukan masyarakat sekitar masjid agar semakin dekat kepada Allah dan saling bersaudara karena Allah. Tapi ini justru mereka yang biasa ke masjid mereka usir sementara orang2 luar yang sebelumnya tidak pernah sholat disitu mereka undang .
Entah sampai kapan kejadiannya ini akan terus terjadi...
Saya sudah berusaha mnta tolong kepada para tokoh masyarakat, aparat maupun perangkat tapi justru yang terjadi malah seakan mereka membiarkan dan malah memojokkan saya...
Karena rata-rata mereka juga masih satu "kelompok" dengan "mereka". Justru mereka juga malah ikut2an berusaha menyingkirkan dan menekan saya...
Hanya bapak camat dan bapak wakapolsek yang kemarin yang berusaha membantu tapi kayaknya juga masih kalah dengan orang2 dari "kelompok mereka".. dan mungkin karena sibuk jadi bellum mampu menyelesaikan secara tuntas..
Kata seseorang keadaan disini ini sebenarnya sudah diketahui dan di pantau oleh pak bupati, pak kapolres maupun pak dandim, tapi kenapa seakan dibiarkan saja tidak diberikan jalan keluar.. dan di damaikan begitu..
Kenapa masalah skecil ini seakan malah dipelihara, dibesr2kan dan dibiarkan membara...
Dan seakan malah dijadikan komoditas politik begitu...
Terus kalo kita tidak boleh sholat/beribadah/mengadakan kegiatan dimasjid tersebut kita harus sholat berjamaah dan beribadah dmna?
Jika harus bikin masjid sendiri sementara masjid satu saja jamaahnya hanya segitu itupun juga kebanyakan orang luar, apakah justru tidak akan membuat masyarakat semakini terbelah wong tempat tinggalnya berdekatan...
Sebenarnya saya berharap ada penyelesaian yang tuntas dari pihak terkait sehingga bisa sama2 beribadah dengan tenang dan saling menghargai tidak saling mennghancurkan dan bentrokan begini..
Semoga bagi pihak2 yang membaca tulisan ini dan punya wewenang saya berharap untuk bisa memberi solusi dan jalan kluar sehingga kami dan masyarakat disini bisa beribadah dengan tenang tanpa ada rasa saling curiga saling dendam dan bermusuhan..
Dan apabila ada yang merasa tersinggung dengan tulisan ini saya mohon maaf...
Terima kasih
No comments:
Post a Comment