Dikisahkan
pada suatu hari ada seorang lelaki yang bekerja di sebuah hotel yang
biasa menyajikan arak (minuman memabukan) dan menjual barang-barang
syubhat bertemu dengan Syaikh asy-Sya’rawi (Syaikh Mutawali
asy-Sya’rawi) rahimahullah. Kemudian Syaikh asy-Sya’rawi menyuruh
lelaki tadi untuk berhenti bekerja di hotel tersebut. Akan tetapi lelaki
ini beralasan bahwa dia terpaksa bekerja di hotel itu karena ingin
menghidupi keluarganya dan guna membayar hutang.
Syaikh asy-Sya’rawi kemudian berkata, “Wahai anakku, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا – الطلاق:٢
Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah
maka Allah akan menunjukan kepadanya jalan keluar dari kesusahan (Qur’an
Surat Ath-Thalaq:2)”.
Lalu Syaikh bertanya kepada lelaki itu, “Adakah Allah menyebut taqwa dahulu atau jalan keluar dahulu?”.
“Allah menyebut taqwa dahulu,” jawab si lelaki itu.
Syaikh pun berkata, “Jadi kenapa kamu
mau mencari jalan keluar dahulu sebelum taqwa? Kenapa duduk di tempat
munkar ini untuk mencari jalan keluar dahulu, kemudian baru bertaqwa?
Kamu semestinya bertaqwa dahulu dan kemudian pasti Allah akan menunjukan
kamu jalan keluar”.
Setelah
mendengarkan nasihat Syaikh asy-Sya’rawi maka lelaki ini pun setuju. Dia
meninggalkan pekerjaannya dengan gajinya yang tinggi di hotel tadi.
Tak lama kemudian, ada seseorang datang
bertemu dengan lelaki ini dan menawarkannya sebuah pekerjaan sebagai
pengurus di hotel yang berada di Madinah Al Munawwarah berdekatan dengan
makam Nabi Muhammad Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi
wa Sallam. Pekerjaan barunya ini ternyata lebih baik dan
hutang-hutangnya pun selesai (lunas) disebabkan ia mau mendengarkan
nasihat Syaikh asy-Sya’rawi dulu, “Yang mana lebih dahulu, taqwa atau
jalan keluar?”. Utamakan taqwa dahulu dan Allah akan memberi jalan
keluar. Apakah kamu hendak mencari jalan keluar sedang kamu dalam
keadaan ingkar kepada Allah? Kegilaan apakah ini?
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukan jalan keluar”.
Yang awal sekali adalah taqwa kemudian
jalan keluar akan datang. Tetapi kenapa kamu mau mengikuti cara yang
terbalik? Itu tidak akan efektif.
(Dikisahkan dan disarikan dari
kajian yang disampaikan oleh Sayyidil Habib Umar bin Hafidz, Pengasuh
Ma’had Darul Musthafa Hadhramaut Yaman).
No comments:
Post a Comment