Thursday, July 28, 2016

Bukan Pertahanan dan Keamanan, Menurut Habibie Ketenteraman yang Terpenting


“Kita jangan bangga-banggakan pertahanan dan keamanan, itu bahaya. Yang penting sekarang adalah, pertahanan oke, tapi ada ketenteraman atau human security,” kata BJ Habibie saat memberikan sambutan dalam Halal bi Halal Akbar 1437 H di Balai Sudirman Jakarta, Rabu (27/07).
“Ketenteraman adalah bahwa tiap manusia bisa hidup tenang, bisa tidur tenang karena anaknya ada masa depan, karena kawannya tidak di PHK,” terangnya.
Presiden pengganti Soeharto ini menyoroti langkah-langkah yang diterapkan dalam tindakan pengamanan. Aksi yang selalu mengedepankan penangkapan dan penembakan tak boleh terjadi. Menurutnya, ketenteramanlah yang harus diutamakan.
Lapangan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan ketenteraman. Dia berpesan agar memprioritaskan jam kerja bagi warga Indonesia. Habibie pun menyinggung kehadiran tenaga kerja asing dalam kesepakatan proyek dalam negeri.
“Jadi saya dengarkan bahwa kita berikan proyek dan dia kasih kredit apapun tanpa kita harus bayar, tapi dia boleh bawa pekerjanya kemari,” ujarnya.
“Dia tidak boleh mengambil jam kerja untuk anak cucu kita. Tidak boleh,” tegas Habibie.
Habibie menjelaskan bahwa manusia dengan bekal agama, budaya, dan ilmu pengetahuan akan memiliki produktivitas yang tinggi. Tetapi hal itu tak berarti membuatnya unggul dan memiliki daya saing tinggi. Keunggulan itu, menurutnya, baru dapat diraih jika ada kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Yang menentukan itu adalah lapangan kerja,” ungkapnya.
Habibie menambahkan bahwa lapangan kerja juga erat kaitannya dengan pemerataan. Baginya, status negara anggota G20 tak berarti apa-apa jika banyak PHK. Sementara, seluruh kapital hanya dikuasai oleh sekelompok kecil saja.
“Saya bukan keluarga pengemis, Anda juga. Saya mau bekerja di rumah saya,” tandasnya.
Kiblat.net
Reporter : Imam S.
Editor : M. Rudy

No comments:

Post a Comment