Jika doa orang kafir yang teraniaya pun mustajab, maka
apatah lagi jika yang terzalimi itu adalah seorang muslim yang taat?
Orang-orang yang teraniaya tidak perlu
berputus asa menghadapi keperkasaan dan kekuatan penganiayanya. Mereka
dijanjikan oleh Allah untuk mendapat pembelaan, perlindungan, dan pertolongan
guna melawan penganiaya itu. Cara memperoleh jaminan tersebut adalah dengan
selalu berdo’a kepada Allah agar para penganiaya itu mendapat adzab dan siksa
dari Allah sehingga mereka tidak merajalela berbuat kezhaliman ditengah
masyarakat. Karena itu, mereka seharusnya tidak meremehkan senjata do’a sebagai
saran melawan kezhaliman orang-orang yang berbuat zhalim, karena permohonan
mereka dikabulkan oleh Allah. Sebaliknya, orang-orang yang suka menganiaya
seharusnya takut dan berhati-hati menghadapi orang-orang yang teraniaya, karena
orang-orang yang teraniaya itu pasti dibela dan dilindungi oleh Allah.
Permohonan apa saja untuk penganiayanya akan dikabulkan oleh Allah.
DOA ORANG TERANIAYA
1. ‘Ya ALLAH, mereka ini ( sebutkan nama
mereka ) zalim/menipu/aniaya pada aku. Aku mohon balasan yang setimpal ke atas
mereka serta bantulah aku keluar dari kesusahan ini’
2. Mohon pada Allah, untuk menggantikan
penipuan dan sebagainya dengan rezeki yang lebih baik dan bertambah-tambah.
Baca ” Allahuma ajurni fi musibati, wakh lufli khairan minha “. Sangat mujarab
bagi orang-orang yang dizalimi dan cepat pula dapat jawapan dari Allah.
SEBERAPA CEPAT DOA TERSEBUT DIKABULKAN ?
Terkadang, dengan niat yang mulia, untuk
meninggikan agama Allah Subhaanahu Wata’ala, orang-orang yang bersemangat
memperjuangkan Islam menggunakan cara-cara yang justru menimbulkan banyak pihak
tak bersalah menjadi korban, harta maupun nyawa. Maka, hendaknya mereka takut
akan doa-doa orang yang mereka zalimi. Karena doa mereka akan dikabulkan oleh
Allah Subhaanahu Wata’ala, cepat atau lambat.
Hampir di seluruh belahan dunia saat
ini, umat Islam mengalami penindasan. Di Palestina, Checnya, Cina (muslim
Uighur), Afghanistan, Pakistan, Thailand (Pattani), Pilipina (Moro), Iraq dan
di negara-negara lainnya, darah umat Islam ditumpahkan tanpa harga.
Di belahan bumi lain, umat Islam
termarginalkan. Hak-hak dan kebebasan mereka diabaikan. Ada larangan terhadap
cadar dan jilbab. Di sana tak ada ijin mendirikan masjid. Tak jarang mereka
menerima tindak kekerasan, hanya karena mereka muslim.
Lalu mana jawaban atas doa-doa mereka
yang terzalimi? Bukankah doa mereka mustajab?
Dulu, di Makkah, pada masa awal dakwah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau sering dianiaya oleh
orang-orang musyrik Quraisy. Di antaranya, ketika Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam sedang bersujud di Ka’bah, lalu sekelompok orang Quraisy yang
diwakili oleh ‘Uqbah bin Abi Mu’aith meletakkan isi perut bangkai onta di
punggung beliau. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan
kebinasaan bagi mereka bertujuh. Tiga belas tahun kemudian, barulah doa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dikabulkan oleh Allah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam pada peristiwa perang Badr dengan binasa dan terbunuhnya
ketujuh orang tersebut.
Maka seorang muslim, tidak boleh merasa
lelah dan jenuh dalam berdoa untuk meminta pertolongan kepada Allah Subhaanahu
Wata’ala, dan mengharapkan kehancuran musuh-musuh Allah Subhaanahu Wata’ala.
Karena cepat atau lambat, doa-doa itu akan dikabulkan oleh Allah Azza
Wajalla.Wallahu Sami’ Mujib
———————–
LANTAS BAGAIMANAKAH MENGAMALKAN ILMU INI
?
Bilamana orang yang yang teraniaya
memohon kepada Allah agar membinasakan penganiayanya, maka do’anya dijanjikan
oleh Allah akan dikabulkan. Karena itu, seorang muslim wajib takut kepada
orang-orang yang teraniaya oleh perbuatannya. Sebab walaupun mereka tidak mampu
membalas kejahatan yang menimpanya secara langsung, namun do’a mereka akan
menjadi senjata yang ampuh nuntuk menghancurkan melalui adzab dan siksa yang
diturunkan oleh Allah.
Berhati-hatilah terhadap doa orang yang
teraniaya. Di antara dirinya dengan Tuhan tidak ada hijab. Sumpah, cacian dan
kata-katanya adalah doa yang didengar Allah. Jangan sekali-kali menganiaya
orang lain, baik dengan kata-kata maupun tindakan, baik dalam bentuk perampasan
kehormatan maupun perampasan kepemilikan, sekecil apapun. Berikan hak orang
sebagaimana mestinya. Karena orang yang dianiaya itu akan dibela Allah…
Allah berfirman dalam hadits qudsi: Demi
kemuliaan-ku, Aku akan tolong orang yang teraniaya itu dalam waktu dekat’.
APA JANJI ALLAH BAGI KAUM YANG TERDZHALIMI
?
Allah tidak akan membiarkan orang yang
teraniaya terus menerus dalam penderitaannya akibat perbuatan buruk orang yang
zalim. Salah satunya ialah bahwa Allah akan mengabulkan do’a-do’anya. Selain
itu, Allah akan kembalikan hak-haknya yang telah di rampas. Sementara
orang-orang yang berlaku aniaya segera akan mendapatkan laknat, siksaan dan
kebinasaan.
Allah berfirman, Artinya:
“Dan janganlah sekali-kali kamu
(Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang
yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang
pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42)
Ayat ini menegaskan, bahwa Allah SWT
tidak akan membiarkan perbuatan orang yang menganiaya, sekaligus memberi
hiburan kepada orang yang teraniaya, bahwa dengan kesabarannya ia pasti akan
memperoleh hak-haknya (kemenangan) yang telah dirampas oleh pelaku kezaliman.
Yah, Allah akan menjadi penolong
baginya, cepat atau lambat ia pasti akan memperoleh hak-haknya dan Dia juga
akan menimpakan azab kepada mereka yang aniaya (zalim) terhadap orang lain.
Dalam sebuah hadits qudsi dinyatakan,
bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Dan Allah berfirman, “Demi kemuliaan-Ku, Aku
akan menolongmu (wahai hamba yang terzalimi) sekalipun tidak segera.” (HR.
Turmudzi)
Salah satu pertolongan Allah kepada
hamba-Nya yang teraniaya ialah dengan mengabulkan do’a-do’anya terhadap orang
yang menganiaya dirinya. Hal mana sama seperti Allah mengabulkan do’anya
seorang ibu kepada anaknya, atau do’anya kaum muslimin kepada saudaranya dari
kejauhan. Sungguh do’a-do’a mereka itu adalah do’a yang sangat dahsyat
mustajab.
Salah satu hikmah di ijabahnya do’a
orang teraniaya adalah agar orang tidak seenaknya melakukan penganiayaan
terhadap orang lain, atau terhadap pihak manapun.
—————————-
HUKUM MENDOAKAN KEBURUKAN ATAS ORANG
ZALIM
Pada dasarnya, dibolehkan bagi orang
yang dizalimi dan dianiaya untuk membela dirinya salah satu bentuknya adalah
dengan mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya.
Allah Ta’ala berfirman,
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ
مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
“Allah tidak menyukai ucapan buruk,
(yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Nisa’: 148)
Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini:
“Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kacuali ia
dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan
keburukan atas orang yang menzaliminya.dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya,
“Kecuali oleh orang yang dianiaya.” (namun), jika bersabar maka itu lebih baik
baginya. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat di atas)
وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ
فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ
“Dan sesungguhnya orang-orang yang
membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.” (QS.
Al-Syuura: 41)
No comments:
Post a Comment