Tuesday, August 30, 2016

Kedzaliman yang Langsung Mendapatkan Balasan di Dunia

Cepat atau lambat, Kezaliman pasti akan dibalas oleh Allah ta’ala dengan malapetaka. Selain telah dinyatakan langsung dalam al-Qur’an serta hadis Nabi SAW, juga tidak sedikit catatan sejarah yang telah membuktikan hal tersebut. Salah satunya adalah kezaliman yang dilakukan oleh seorang wanita, Arwa bin Uwais, terhadap seorang shahabat agung bernama Sa‘id bin Zaid bin Amru bin Nufail.
Wanita tersebut menuduh Sa‘id dengan tuduhan yang tidak ada padanya dan menuntut dirinya dengan suatu kedustaan. Namun, Allah memberi tangguh waktu bagi orang yang zalim. Hingga jika Dia mengazabnya, ia tidak bisa meloloskan diri.
Diriwayatkan pada zaman Bani Umayyah, Sa‘id bin Zaid r.amengalami suatu peristiwa besar yang selalu diperbincangkan oleh penduduk Madinah dalam waktu yang lama. Peristiwa itu telah disebutkan Al-Bukhari dalam Shahîh-nya, Muslim dalam Shahîh-nya, dan oleh yang lainnya dalam kitab-kitab sirah.
Berawal dari Arwa binti Uwais yang mengklaim bahwa Sa‘id telah merampas sebagian tanah miliknya dan menyatukannya dengan tanah milik Sa‘id. Ia menyebarkan hal tersebut di tengah-tengah manusia. Kejahatannya pun terus berkelanjutan hingga ia mengadukan perkaranya kepada gubernur Madinah, Marwan bin Hakam.
Marwan mengirim beberapa orang utusan kepada Sa‘id untuk mengurus perkara tersebut dan perkara tersebut sempat menyulitkan Sa‘id.  Ia pun berkata, “Mereka menganggap aku telah menzalimi wanita tersebut. Bagaimana aku menzalimi dirinya, padahal aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:
مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ طُوِّقَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ
‘Siapa yang menzalimi seseorang dalam hal sejengkal tanah, pada hari kiamat kelak ia akan dikalungi tujuh bumi.‘ (HR Al-Bukhari dan Muslim).”
Sa‘id ra. Kemudian berdoa karena ia telah dizalimi, “Ya Allah, sesungguhnya ia telah mengklaim bahwa aku telah menzalimi dirinya. Jika ia berdusta maka butakanlah matanya dan lemparkanlah ia ke dalam sumurnya yang di sana ia berselisih denganku. Tampakkanlah cahaya kebenaranku di tengah-tengah kaum muslimin bahwa aku tidak menzaliminya.”
Tak berselang lama setelah itu, mengalirlah air bah yang sangat deras dari jurang lembah di Madinah yang menyingkap batas pemisah antara tanah kedua orang tersebut. Akhirnya, menjadi jelaslah bagi kaum muslimin bahwa Sa‘id berada di pihak yang benar.
Sebulan setelah itu, si wanita tersebut mengalami kebutaan. Tatkala ia berkeliling di area tanahnya, ia terjatuh ke dalam sumur yang di sana ia berselisih dengan Sa‘id.
Hal ini tidaklah mengherankan, sebab Rasulullah SAW bersabda:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Waspadailah doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara ia dan Allah.” (HR Bukhari).
Kisah di atas, menjadi salah satu bukti kuat jika kezaliman itu pasti berujung pada kehancuran. Allah ta’ala tidak pernah membiarkan kezaliman terjadi pada hambanya. Cepat atau lambat, kemurkaan pasti diturunkan kepada siapa saja yang berbuat zalim.
Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu mau merenungkan secara mendalam peristiwa tersebut, pasti mereka akan meninggalkan kezaliman dan memutuskan segala sesuatu dengan adil. Lalu mereka juga akan sadar bahwa Allah Ta’ala senantiasa mengawasi setiap orang yang mengambil hak-hak kaum muslimin dan menguasai mereka dengan kedustaan dan kekejian. Wallahu a’lam bish shawab!

Penulis Fakhruddin
Sumber: Buku “Hati-Hati Doa Orang Terdzalimi” karya Saad bin Said Al-Hajuri, Penerbit Aqwam, Solo

No comments:

Post a Comment